Megapolitan

Ragam Masalah Akses Mudik, Masih Ada Jalan Rusak

Redaktur: Syaripudin
Ragam Masalah Akses Mudik, Masih Ada Jalan Rusak - Megapolitan

ILUSTRASI

indopos.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatat ada sembilan ruas jalan yang akan dilalui pemudik Lebaran tahun ini. Ironisnya, ada banyak ragam masalah di ruas jalur mudik di wilayah itu yang masih mengalami kerusakan dan rawan kecelakaan.

Kesembilan jalan yang akan dilintasi pemudik dari arah Jakarta dan sekitarbnya menuju Jawa Tengah itu adalah Jalan Sultan Agung, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Chairil Anwar dan Jalan Cut Meutia.

”Hanya saja terdapat permasalah di beberapa jalur mudik. Permasalahan itu berbeda-beda antarajalan yang satu dengan jalan yang lain,” terang Kabid Teknik Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, Minggu (18/5/2019).

Salah satu permasalahannya, kata Johan juga, kontur jalan bergelombang, kapasitas jalan tidak sama, kemampuan jalan maksimal 5 ton, dan terletak di kawasan perdagangan sehingga berpotensi kemacetan serta pola perjalanan internal kota sangat tinggi yang membuat kemacetan.

Apalagi di salah satu ruas jalan mudik itu terdapat pembangunan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang mengalami kerusakan. Perbaikan jalan rusak itu akan dilakukan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pemegang konsesi tol tersebut.

Selain itu, kata dia, untuk menghadapi persoalan di ruas Jalan Kalimalang, dilakukan dengan pemasangan rambu, pemasangan pembatas ketinggian di kolong tol JORR, dan penyesuaian fase traffic light (lampu lalu lintas).

Sedangkan persoalan di Jalan Chairil Anwar, terang Johan juga, disebabkan kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan, jumlah dan jarak persimpangan jalan yang relatif dekat. Tiga persoalan inilah yang memicu kemacetan di titik tersebut.

”Antisipasi yang dilakukan oleh dinas, yakni melakukan manajemen lalu lintas satu arah dan penyesuaian fase TL di titik ini,” paparnya. Sedangkan permasalahan dijalur mudik Jalan Djuanda adalah kapasitas jalan dengan volume lalu lintas tidak sebanding.

Di jalan itu terdapat Stasiun Bekasi yang memiliki tingkat kepadatan penumpang yang sangat tinggi, serta pola perjalanan internal tinggi karena pola ruang sekitar kawasan sekitar terdapat perdagangan dan permukiman warga yang jadi penyebab kemacetan.

Sedangkan untuk Jalan Mayor Hasibuan, persoalan yang dihadapi adalah kapasitas jalan lebih kecil dibanding volume kendaraan yang mengarah ke timur. Untuk persoalan ini, Dishub Kota Bekasi memberlakukan tiga strategi di antaranya pemberlakuan satu arah, larangan parkir sembarangan dan penyesuaian fase TL.

Selanjutnya Jalan Cut Meutia memiliki persoalan jarak antar simpang relatif dekat. Solusi yang ditawarkan adalah penyesuaian fase TL. ”Kalau untuk Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani kita hanya melakukan penyesuaian fase TL saja," ungkapnya.

Terakhir, kata Johan juga, masalah jalur mudik di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Jalan yang menjadi penghubung antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta ini mengalami kerusakan, hingga perlu diperbaiki oleh dinas terkait.

Namun, diakui Johan, dari kesembilan jalan itu ternyata ada satu jalan lagi yang patut dilakukan antisipasi. Ruas jalan itu berada di Tarum Barat, atau Jalan Cempaka yang menjadi penghubung antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Arief Maulana mengakui, ada beberapa ruas jalan yang akan dilintasi pemudik masih bergelombang. Soal totalnya, kata dia, masih terus dilakukan pendataan.

”Kita perbaiki, tapi saat ini kami data dulu,” katanya. Menyangkut anggaran yang dipakai perbaikan jalan yang dipakai? Arief memaparkan, dalam APBD 2019, pemerintah menganggarkan Rp 10 miliar untuk dana pemeliharaan jalan. ”Biaya pemeliharaan menggunakan dana taktis,” tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Ini Aturan Baru PPDB SMP 2019

Megapolitan / Pemkot Bekasi Larang Pejabat Terima Parsel Lebaran

Megapolitan / PSU Masih Dianggap Sepele, Pemkot Bekasi Kejar Pengembang

Megapolitan / Bus di Bekasi Bakal Berbasis Online

Megapolitan / Timbulkan Kemacetan, Proyek TOD Diprotes


Baca Juga !.