Ekonomi

Mandiri Sebar 77 Titik Penukaran UPK

Redaktur: Jakfar Shodik
Mandiri Sebar 77 Titik Penukaran UPK - Ekonomi

DUIT - Petugas Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tasikmalaya menyiapkan uang pecahan untuk layanan penukaran uang baru di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (17/5). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.

indopos.co.id - PT Bank Mandiri (BMRI) menyiapkan 77 titik penukaran uang pecahan kecil (UPK) seluruh Indonesia. Itu dilakukan semata untuk membantu masyarakat mendapat uang kartal menjelang Idul Fitri 1440 H.

Wakil Senior Presiden Eksekutif Bidang Operasi Bank Mandiri Aquarius Rudianto menjelaskan, titik penukaran UPK itu berlokasi pada sejumlah area peristirahatan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), Tol Cipali, pasar-pasar tradisional, dan alun-alun perkotaan. Perseroan juga menyebar titik lokasi penukaran bersama Bank Indonesia dan industri perbankan. "Meski, saat ini penetrasi perbankan digital sangat luas, masyarakat tetap butuh uang kartal dalam jumlah besar. Misalnya, untuk dibagi-bagikan pada keluarga dan tetangga di kampung halaman,” tutur Aquarius di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Perusahaan menyiapkan uang kecil pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu senilai rata-rata Rp 1,3 Miliar di setiap titik penukaran per hari. Sejak 2 Mei 2019, perusahaan telah melayani penukaran UPK Rp 82,47 miliar. Di mana, pecahan paling dicari dengan nominal Rp 10 ribu, mencapai 35 persen. Adapun karakteristik masyarakat penukar, didominasi pegawai dan ibu rumah tangga.

Selain lokasi itu, bilang Aquarius, masyarakat juga dapat menukarkan UPK di seluruh cabang Bank Mandiri. Maklum, secara nasional, perusahaan telah menyiapkan sekitar Rp 2 triliun untuk penukaran UPK. Nah, sampai 16 Mei 2019, UPK sudah tersalur sejumlah Rp 1,14 triliun.

Sebetulnya, perseroan menyiapkan dana tunai Rp 54,9 triliun atau sekitar Rp1,9 triliun per hari untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai masyarakat pada Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H. Antisipasi itu diberlakukan selama 28 hari kerja pada 13 Mei hingga 9 Juni 2019. Alokasi dana tunai harian itu meningkat 19 persen dari rata-rata kebutuhan harian kondisi normal. ”Alokasi dana tunai itu telah mengalkulasi kebutuhan dana masyarakat, terutama nasabah korporasi. Itu mengingat masa pembayaran gaji Mei diperkirakan akan berbarengan dengan Tunjangan Hari Raya (THR) sekitar akhir bulan Mei,” tandas Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi.

Nah, dari besaran itu, perusahaan mengalokasikan sekitar 82 persen untuk memenuhi ketersediaan dana mesin-mesin ATM Mandiri. Kemudian 18 persen akan ditempatkan pada sejumlah kantor cabang. Perusahaan menyiapkan jaringan Teknologi Informasi (TI) secara optimal. Itu untuk memastikan seluruh operasional channel pembayaran elektronik lain, seperti jaringan ATM, SMS Banking, Mandiri Online, dan Mandiri Call 14000 tetap terjaga dengan membentuk tim monitoring TI selalu siaga selama liburan.

Saat ini, nasabah dapat melakukan transaksi melalui 18.291 mandiri ATM terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa/Plus. Pada masa libur Idul Fitri pada 3-7 Juni 2019, perusahaan akan tetap mengoperasikan 385 cabang seluruh Indonesia secara bergantian untuk memberikan layanan perbankan terbatas kepada masyarakat, termasuk untuk pembayaran pengiriman order  pembelian BBM oleh SPBU-SPBU dan pembayaran pajak.

Sedang untuk membantu masyarakat melakukan penukaran uang kecil, Bank Mandiri menyiapkan dua unit Mandiri Mobil (Mamo) untuk melayani penukaran uang bagi masyarakat, masing-masing di kawasan Monas pada 13-17 Mei 2019, dan Museum Bank Indonesia Kota pada 20-24 Mei 2019. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Mandiri Operasikan 350 Kantor Cabang

Megapolitan / Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru Diburu Pemudik

Megapolitan / Waspada Penukaran Uang Abal-Abal

Ekonomi / Mandiri Biayai Proyek Jalan Tol Probowangi


Baca Juga !.