Megapolitan

20 Km Jalur Mudik di Kota Bekasi masih Rusak

Redaktur: Syaripudin
20 Km Jalur Mudik di Kota Bekasi masih Rusak - Megapolitan

ANCAMAN - Kerusakan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang jadi salah satu akses mudik. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Total kerusakan jalan yang jadi akses mudik Lebaran 2019 di Kota Bekasi mencapai 20 kilometer (km). Rata-rata, kerusakan jalan itu berbentuk kubangan dengan diameter 16 centimeter (cm) yang tersebar di sejumlah titik.

Kerusakan itu seperti terjadi di lintasan pemudik Jalan I Gusti Ngurah Rai yang menjadi akses jalan penghubung antara DKI Jakarta dan Kota Bekasi. Tidak sedikit pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan bila melintas di jalan rusak itu pada malam hari.

Selain rawan kecelakaan, jalur jalan rusak itu juga membuat sepeda motor mengalami kerusakan. ”Karena lubangnya sangat dalam, jadi motor yang menabrak lubang langsung rusak,” terang Nurjaman, warga Jalan I Gusty Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (20/5/2019).

Nur yang berprofesi sebagai tukang tambal ban ini juga menjelaskan, setiap malam banyak pengendara yang mengalami kecelakaan. Penyebabnya, mereka tidak melihat kerusakan di tengah jalan. ”Karena kalau malam hari kubangan akibat jalan rusak itu tidak terlihat oleh pengendara,” ujarnya.

Penyebab kerusakan jalan itu, ucap Nur juga, karena volume kendaraan sangat tinggi. Ruas jalan yang rusak itu merupakan penghubung Kota Bekasi dengan DKI yang setiap hari digunakan warga menuju tempat kerjanya di Jakarta. ”Jalan ini juga dipakai sebagai jalur mudik, sangat fatal bila tidak segera diperbaiki," cetusnya.

Senada juga diungkap Ario, 39, warga lainnya. Menurut dia, terakhir kali jalan itu diperbaiki akhir 2018 lalu. Lantaran tidak mampu menahan beban jalan dan intensitas hujan juga tinggi, lapisan aspal di jalan itu tergerus. ”Awalnya lubang kecil tapi lama-lama jadi lubang yang lebar dan cukup dalam," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marda dan Sumber Data Air (BMSDA) Kota Bekasi Widayat Subroto mengatakan, dari sembilan ruang jalan mudik yang rusak total panjangnya mencapai 20 km. Namun pekan lalu, petugas telah memperbaiki dua ruas mudik yakni Jalan Chairil Anwar dan Jalan Djuanda sepanjang 2,6 km.

Dengan demikian, total jalan yang jadi arus mudik yang masih rusak tinggal 17,4 km. ’Untuk Jalan I Gusti Ngurah Rai dan jalan lainnya yang jadi lintasan pemudik kami target pekan ini selesai diperbaiki. Sehingga awal pekan depan kondisi jalur mudik mulus,” katanya, Senin (20/5/2019).

Menurut dia lagi, alokasi dana perbaikan ruas jalan mudik itu diambil dari APBD 2019 senilai Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk jalur mudik Jalan KH Noer Ali Kalimalang perbaikannya menjadi tanggung jawab pemegang konsesi tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yakni PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

”Untuk Jalan KH Noer Ali, kami sudah menekan kesepakatan bersama (MoU) dengan pelaksana proyek Becakayu. Jadi mereka yang akan memperbaiki ruas jalan yang jadi akses pemudik,” tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Evaluasi Operasi Ketupat 2019, Kecelakaan Turun 63 Persen

Megapolitan / Lebih Banyak yang Datang, Dibandingkan Pergi

Megapolitan / Usai Lebaran, Stok Ikan di Kota Bekasi Menipis

Megapolitan / Cari Kerja, Jutaan Pendatang Baru Serbu Bogor

Megapolitan / Pendatang Baru di Jakarta Didominasi dari Provinsi Ini

Nasional / Udara Mahal, Darat Macet, Ternyata Laut jadi Idaman Pemudik


Baca Juga !.