Daerah

Gotong Royong Kunci Jabar Juara

Redaktur: Jakfar Shodik
Gotong Royong Kunci Jabar Juara - Daerah

Foto : Ilustrasi

indopos.co.id – Indonesia maju tidak lepas dari tradisi gotong royong. Karena itu, gotong royong sebagai ruh untuk memajukan Jawa Barat (Jabar). Kunci Jabar juara melalui kolaborasi, inovasi, persatuan dan kesatuan.

”Persatuan, gotong royong kunci kekuatan Republik Indonesia. Termasuk juga Jawa Barat, Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menjadi gotong royong sebagai kunci menuju juara,” tutur Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (20/5/2019).

Menurut Uu, tidak akan ada sebuah kekuatan tanpa persatuan, tidak ada persatuan tanpa kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan. Oleh karena itu, persatuan adalah ketaatan kepada pemimpin. ”Karenanya, seluruh ASN harus menghormati pimpinan. Mari hargai pimpinan,” seru Uu.

Uu melanjutkan gotong royong mengandung makna kebersamaan. Namun, nilai-nilai gotong royong sebagai ciri khas bangsa mulai memudar dan tergerus. Salah satu indikator itu, kehidupan masyarakat bersifat individualistik. ”Saat ini, gotong royong sudah agak luntur dengan kehidupan egois, masing-masing. Kami khawatir kalau hidup sudah masing-masing, itu berbahaya,” ingat Uu.

”Maka dari itu, saya minta untuk menuju Jabar Juara Lahir Batin, gotong royong merupakan kunci utama untuk membuat sebuah kekuatan. Apalagi, tidak semua harus pakai uang. Kalau semua harus pakai uang, akan berat APBD kita,” lanjutnya.

Uu juga membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Dalam amanatnya, Rudiantara menekankan gotong royong intinya ini (core of the core) dari Pancasila. Titah tersebut sempat diungkapkan presiden pertama Indonesia, Soekarno, manakala merumuskan dasar negara Indonesia di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

”Bung Karno, menawarkan Pancasila berintikan lima asas. Namun, sebagai proklamator, Soekarno juga memberikan pandangan kalau nilai-nilai Pancasila diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu sila tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong,” sebut Uu.

Gotong royong pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Meski gotong royong sudah digaungkan nenek moyang Republik Indonesia, jiwa gotong royong masih membara sampat saat ini. Nilai-nilainya pun masih relevan seiring tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.

Apalagi, Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari lima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 10 sampai 30 tahun mendatang. Oleh karena itu, kebersamaan mesti terus dibangun karena itu adalah kunci kemajuan Indonesia. ”Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim tenang untuk bekerja. Kita harus jaga supaya suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan,” tegas Uu memperetgas amanat Rudiantara.

Karena itu, Uu mengajak masyarakat untuk merayakan peringatan Harkitnas dengan membaharui semangat gotong royong dan kolaborasi. Tujuannya supaya gaung ibu pertiwi semakin terdengar jelas di telinga dunia. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Karang Taruna Bersih-Bersih GKPI

Headline / Indonesia Maju dengan Pancasila dan Rasa Saling Percaya


Baca Juga !.