Internasional

Iran Balas Ejekan Donald Trump

Redaktur: Ali Rahman
Iran Balas Ejekan Donald Trump - Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

indopos.co.id - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menolak ejekan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperingatkannya untuk tidak mengancam negara itu. Ditengah ketegangan akibat ucapan Trump, Minggu (19/5/2019) lalu. “Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir bagi Iran,” tulis Trump di akun Twitternya.

Zarif mengatakan presiden AS harus melihat sejarah. “Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun sementara semua agresor pergi. Cobalah miliki rasa hormat, itu akan berhasil!” katanya.

AS telah mengerahkan kapal perang dan pesawat tambahan ke Teluk dalam beberapa hari terakhir. Tetapi unggahan Tweeter Trump menandai perubahan setelah upayanya untuk mengecilkan kemungkinan konflik miiliter dengan Iran. “Saya harap tidak,” kata Trump ketika ditanya tentang apakah AS akan berperang.

Media pemerintah Iran melaporkan pada Senin (20/5/2019) bahwa negara itu telah meningkatkan empat kali lipat produksi uranium dengan kandungan rendah, yang dibatasi hingga 300 kg cadangan oleh perjanjian nuklir pada 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.

Behrouz Kamalvandi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), mengatakan Iran akan melampaui batas 300 kg dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Jika mereka ingin kita mempertahankan batas ini, akan lebih baik bagi negara-negara Eropa untuk mengambil tindakan yang ingin mereka terapkan sesegera mungkin,” kata Kamalvandi.

Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir tahun lalu, tetapi pihak Eropa mengatakan mereka tetap berkomitmen pada perjanjian itu. Peringatan Presiden AS pada Iran hari minggu lalu dikeluarkan beberapa jam setelah roket ditembakkan ke Zona Hijau yang dijaga ketat di ibukota Irakm Baghdad. Dan menabrak sebuah bangunan yang berjarak sekitar 0,5 km dari kedutaan AS.

Baru-baru ini AS mengevakuasi staf non darurat dari misi tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman serius yang dilaporkan terkait dengan pasukan yang didukung Iran di Irak. Pada Senin (20/5/2019), Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Presiden AS sedang terpancing oleh apa yang ia sebut sebagai Tim B, mengacu pada Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Menteri luar negeri Oman, yang telah menjadi perantara pembicaraan rahasia antara AS dan Iran di masa lalu, mengunjungi Teheran untuk membahas masalah regional dengan Zarif pada hari Senin. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / AS Sebut Kim Jong Un Tak Siap Denuklirisasi

Internasional / Kim Jong-Un Terima Surat Pribadi dari Trump

Internasional / Trump akan Temui Presiden Korsel Bahas Denuklirisasi Korut

Internasional / Trump Ancam Iran akan Sangat Menderita

Internasional / AS Terbuka dengan Tiongkok, soal Tarif Tunggu Dulu

Internasional / Trump Tak Buru-Buru untuk Selesaikan Perang Dagang


Baca Juga !.