Daerah

Bereskan Penataan DAS Citarum

Redaktur: Jakfar Shodik
Bereskan Penataan DAS Citarum - Daerah

RUTIN BANJIR - Jalan tergenang banjir di Andir, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/4). Banjir setinggi 60-100 sentimeter itu akibat luapan Sungai Citarum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

indopos.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tidak main-main menata daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Sejumlah agenda strategis dirancang untuk memujudkan rencana tersebut. Termasuk meminta bantuan dan masukan ministry of environment atau Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jepang.

Untuk kepentingan itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil membeberkan sejumlah rencana strategis dalam menata DAS Citarum pada pertemuan dengan  State Minister of the Environment atau menteri lingkungan hidup, Japan Tsukasa Akimoto di Tokyo, Senin (20/5/2019) waktu setempat.

Pemprov Jabar meminta KLH Jepang membantu sejumlah pekerjaan rumah penataan Sungai Citarum. Maklum, problem Citarum sangat komplek karena melintasi lebih dari tujuh kabupaten/kota. Persoalan makin pelik karena tidak sedikit industri berdiri, termasuk perumahan. ”Karena itu, butuh langkah strategis,” kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Jepang

Pemprov Jabar berencana memindahkan industri sekitar sungai, ke area dekat pelabuhan Patimban, Subang dibangun Japan Indonesian Corporate Agency (JICA). “Kalau industri dipindah ke Patimban, Citarum akan kami ubah dari zona industri ke zona pemukiman dan rekreasi,” tegas eks Wali Kota Bandung itu.

Untuk mewujudkan impian itu, Pemprov Jabar meminta KLH Jepang membantu mengatasi sejumlah problem pelik yang puluhan tahun tiada berujung. “Mungkin ada ahli dari Jepang yang bisa membantu mengatasi banjir luar biasa,” kata Emil.

Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang Yasuo Takahashi menyebut dalam penataan Citarum pihaknya sudah menjalin kerja sama di berbagai tingkatan. Mulai kementerian, hingga level parlemen dengan pemerintah Indonesia. “Kami mengharap Pemprov Jabar memajukan setiap proyek secara bertahap. Kami juga mohon diberi kesempatan rutin untuk kerja sama lebih lanjut,” ujarnya.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jepang mengapresiasi langkah-langkah Pemprov Jabar dalam membangun Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, Kabupaten Bandung.

Vice Minister for Global Environment Affairs  KLH Jepang Yasuo Takahashi berharap kerja sama bidang lingkungan hidup antara Jepang dan Indonesia semakin mendalam. “Kami menyambut baik proyek PPP di Legok Nangka yang kemarin sudah dimulai,” kata Yasuo.

Menurut Yasuo, Jepang melalui JICA memiliki keterbatasan dalam membantu mewujudkan pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan untuk 12 Kota di Jabar. Namun, kerja sama di Legok Nangka sangat penting.

Sejak tahun lalu, Jepang sudah mengirim konsultan bekerja sama dengan JICA untuk waste to energy project di Jabar. Karena itu, Jepang mengaku gembira mendengar informasi kalau lelang internasional Legok Nangka dibuka tahun ini. “Kami juga mohon diberi kesempatan rutin untuk kerja sama lebih lanjut,” harap Yasuo.

Pemprov Jabar berkomitmen mengedepankan inovasi soal lingkungan. Nah, waste to energy Legok Nangka sebagai contoh sukses. Proyek itu akan jadikan jujukan kebijakan standar. "Selanjutnya, di copy untuk wilayah lain di Jabar,” tegas Emil.

Menurut suami Atalia Praratya itu, apa yang sudah dibahas dengan Jepang kemudian diwujudkan secara konkrit di Legok Nangka merupakan gambaran komitmen kuat tersebut. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Limbah Industri di Citarum Sulit Diuraikan

Nasional / Limbah Industri di Citarum Sulit Diuraikan

News in Depth / Air Citarum Kian Parah

Headline / Semerbak di Hulu, Tidak Mewangi hingga ke Hilir 

Nasional / Ini Aksi Nyata Gerakan Revolusi Mental Kemenko PMK di Sungai Citarum

Nasional / Bersihkan Sungai Citarum, Kementeriaan LHK Bangun Bank Sampah


Baca Juga !.