Hukum

Persoalan Imam Nahrawi Harus Disikapi dengan Pendekatan Hukum

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Persoalan Imam Nahrawi Harus Disikapi dengan Pendekatan Hukum - Hukum

SALAM- Menpora Imam Nahrawi.FOTO:IST

indopos.co.id - Pakar hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani menilai kasus suap dana hibah KONI yang menyeret nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi harusnya disikapi dengan pendekatan hukum bukan dengan opini publik.

Menurut Andi, persoalan hukum yang menjerat Imam Nahrawi, itu urusannya dengan penegak hukum. "Secara normatif, semua harus mengedepankan sikap praduga tak bersalah. Tidak boleh menvonis orang bersalah sampai ada putusan hakim berkekuatan hukum tetap." Kata Andi, saat dimintai keterangan, Senin (20/5/2019).

Andi juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyidikan aparat penegak hukum terkait kasus ini. "Kita harus menunggu semua proses hukum yang ada. Biarkan aparat hukum bekerja secara profesional." Imbuhnya.

Jika memang Imam Nahrowi tidak bersalah, lanjut Andi, tentunya yang bersangkutan akan terbebas dari hukum. Begitu pun sebaliknya. "Kita jangan gegabah memvonis orang yang belum tentu bersalah, kita tunggu saja,"pungkasnya.

Diketahui, majelis hakim menyatakan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy terbukti memberikan Rp 11,5 miliar kepada pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Besaran uang itu diduga melalui tangan asisten pribadi atau aspri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi atas nama Miftahul Ulum.

Awalnya majelis hakim menyebutkan pemberian Rp 11,5 miliar itu dilakukan secara bertahap. Pemberian itu disebut untuk mempermudah pencairan dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.

Uang itu diberikan oleh Hamidy dan Johnny E Awuy sebagai Bendahara KONI. Hamidy dan Awuy duduk sebagai terdakwa dalam persidangan dengan agenda pembacaan vonis tersebut.

"Bahwa juga Ending Fuad Hamidy dan Johnny E Awuy memberikan kepada saksi Miftahul Ulum selaku Aspri Menpora atau melalui orang suruhan staf protokoler Arif Saputra yang seluruhnya berjumlah Rp 11,5 miliar," kata hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019). (mdo)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Apresiasi Kinerja Menpora

Nasional / Apresiasi Kinerja Menpora

Olahraga / Menpora Heran Suporter PSS Sleman Ribut dengan Aremania

Headline / Mantan Menpora Mahadi Sinambela Meninggal Dunia


Baca Juga !.