Lifestyle

Tingkatkan Intelegensi Anak dengan Berbicara

Redaktur: Ali Rahman
Tingkatkan Intelegensi Anak dengan Berbicara - Lifestyle

Banyak berbicara dengan anak-anak Anda dapat meningkatkan intelegensi mereka.

indopos.co.id - Sebuah penelitian menemukan bahwa orang tua yang sering berbicara dengan balita tidak hanya dapat membantu meningkatkan kosa kata anak-anak mereka, tetapi juga dapat memberikan kemampuan nonverbal seperti penalaran dan pemahaman numerik.

Terdapat kesenjangan sebanyak 30 juta kata selama hampir 40 tahun sejak penelitian itu disampaikan. Hasilnya menetapkan bahwa anak-anak yang lahir dengan lebih sedikit mendengar kata-kata, memiliki 30 juta kata lebih sedikit pada usia ketiganya daripada teman sebaya mereka yang lebih sering mendengar kata-kata. Temuan dari studi yang relatif kecil ini terbukti kontroversial selama bertahun-tahun, dengan klaim bias rasial dan penelitian-penelitian berikutnya yang gagal merefleksikan hasilnya.

Tetapi satu hal yang disetujui oleh semua orang yang terlibat adalah bahwa jumlah kata yang didengar seorang anak usia dini sangatlah berperan penting, dengan penelitian baru menemukan bahwa perbedaan yang dibuat mungkin bahkan lebih signifikan daripada yang diyakini sebelumnya.

Dampaknya pada keterampilan nonverbal

Para peneliti dari University of York telah menemukan bahwa jumlah kata yang didengar seorang anak tidak hanya meningkatkan perkembangan kosa kata dan bahasa mereka, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan nonverbal seperti penalaran, pemahaman numerik, dan bentuk kesadaran.

Studi ini melibatkan 107 anak-anak, menggunakan perekam audio untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari mereka selama tiga hari. Apa yang para peneliti temukan adalah hubungan positif antara kemampuan kognitif dan kualitas bicara anak dewasa yang didengar, berdasarkan jumlah kata dan keragaman leksikal. Para peneliti mengakui perlunya penelitian lebih lanjut tentang alasan di balik hubungan ini, tetapi para ahli tidak terkejut mengetahui hal itu.

Manfaat berbicara kepada anak-anak

Sara Piekarski, ahli patologi bahasa di Tucson, Arizona, mengatakan kepada Healthline bahwa hubungan itu benar-benar akurat. “Bagi seorang anak yang tumbuh di lingkungan yang kaya bahasa, hal itu dapat membentuk cara mereka memahami, melihat, dan menggunakan bahasa. Sebagai orang tua, kita menjadi contoh, dan anak-anak akan secara alami mengembangkan metode dan penggunaan bahasa yang sama, bahkan pada usia yang sangat muda,” kata Piekarski.

Juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP) dan anggota komite eksekutif Dewan Anak Usia Dini, Dr. Dipesh Navsaria menyetujui hal itu. Tetapi ia mengingatkan orang tua untuk mempertimbangkan bahwa mungkin perbedaannya terdapat bukan pada jumlah kata yang didengar.

“Saya pikir pengamatan yang dilakukan peneliti mungkin benar, dalam arti bahwa tampaknya ada peningkatan kemampuan nonverbal berdasarkan jumlah kata yang didengar,” kata Dr. Dipesh Navsaria pada Healthline.

“Tetapi saya pikir, hal yang paling sulit dikendalikan dalam sebuah penelitian, bukan hanya soal interaksi verbal, tetapi juga interaksi non verbal yang terjadi,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah kata yang diucapkan mungkin hanya merupakan proxy untuk jumlah interaksi responsif dan pengasuhan yang terjadi. “Ini bukan hanya tentang kata-kata, ini tentang interaksi,” jelasnya. “Jika anda memiliki orang tua yang bisu, mereka masih dapat memiliki interaksi perkembangan positif dengan anak-anak mereka. Mereka seharusnya tidak berpikir bahwa kurangnya kata-kata akan menahan mereka dengan cara apa pun,” ungkap Navsaria.

Berfokus pada interaksi positif

Ada banyak penelitian tentang pentingnya interaksi orang tua dan anak pada perkembangan kognitif dan hasil perilaku. Memiliki hubungan pola asuh yang responsif dengan anak-anak dapat menghasilkan dampak signifikan pada perkembangan mereka secara keseluruhan.

Para peneliti dari studi terbaru itu juga mengakui hal ini. Mereka melaporkan bahwa pengasuhan positif, di mana orang tua responsif, mendorong eksplorasi dan ekspresif, dikaitkan dengan lebih sedikit tanda-tanda kegelisahan, agresi, dan ketidakpatuhan di antara anak-anak yang diteliti.

Jadi mungkin ada lebih banyak hal yang lebih berperan daripada sekadar jumlah kata yang diucapkan. Bisa jadi orang tua yang lebih banyak berbicara pada anak-anak mereka juga cenderung mendapat respon dan terlibat dengan anak-anak mereka dengan cara yang positif.

“Ketika orang tua responsif dan mendorong anak-anak mereka untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, mereka pada dasarnya menciptakan lingkungan di mana anak-anak tahu bahwa mereka didengar dan memahami bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memengaruhi perhatian orang lain dengan cara yang positif,” jelas Nasvaria.

Kualitas bicara

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin dimiliki banyak orang tua yang membaca penelitian ini adalah pentingnya cara mereka berbicara dengan anak-anak mereka. Sebagai contoh, ada cukup banyak kontroversi seputar pembicaraan dengan bayi selama bertahun-tahun. Beberapa ahli menentangnya dan yang lain menganjurkan untuk melakukan interaksi yang terasa alami bagi orang tua.

“Saya selalu berbicara dengan anak-anak saya sendiri dengan bahasa yang akan saya gunakan dengan anak-anak yang jauh lebih tua dan rekan-rekan saya. Tapi itu hanya preferensi pribadi. Dan jujur, itu muncul secara alami,” kata Piekarski. Ia melihat manfaat positif dari hal ini pada anak-anaknya, mencatat kosakata tingkat tinggi mereka mulai dari usia muda.

Sementara itu, Navsaria mengatakan bahwa orang tua harus berbicara dengan anak-anak mereka dengan cara apa pun yang terasa nyaman bagi mereka. “Saya tidak berpikir itu adalah masalah besar yang mengharuskan saya menyarankan anda mana yang baik dan mana yang tidak. Ikuti saja apa yang terasa alami,” kata Navsaria.

Ia khawatir jika mencoba untuk melatih secara berlebihan tentang bagaimana orang tua harus berbicara pada anak-anak mereka, ia akan membuat orang tua terlalu gugup untuk melakukannya dengan benar. Dan interaksi itu kemudian menjadi kaku dan kurang bermanfaat secara keseluruhan. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.