Ekonomi

PLN Terangi Desa-Desa Kalbar

Redaktur: Jakfar Shodik
PLN Terangi Desa-Desa Kalbar - Ekonomi

PELIHARA - Petugas PT PLN Cabang Kendari melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/4). ANTARA FOTO/Jojon/hp.

indopos.co.id – Perusahaan listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat (Kalbar) terus melebarkan cakupan layanan kelistrikan. Desa yang terlayani aliran listrik terus bertambah.

Kondisi itu dipastikan akan semakin bersinar menyusul ground breaking atau penancapan tiang pertama proyek Listrik Desa (Lisdes) se-Kalbar di Kabupaten Sanggau. Pemancangan tiang pertama itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Syarif Kamaruzaman, Bupati Sanggau Paulus Hadi, dan sejumlah pihak.

”Ground breaking Lisdes di Kalbar dipusatkan di Desa Mandong, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Itu menandai pelaksanaan seluruh pekerjaan proyek Lisdes 2019,” tutur General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi di Sanggau, Senin (20/5/2019).

Agung menjelaskan tahun ini, perusahaan setrum negara tersebut melalui proyek Lisdes akan melistriki 60 desa atau dusun tersebar pada 12 kabupaten di Kalbar. Maklum, saat ini rasio desa berlistrik di Kalbar 79,25 persen dari 2.130 desa. Rinciannya, 1.515 desa menggunakan listrik PLN dan 174 desa non-PLN. ”Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” harap Agung.

Diakui Agung, seluruh material menyangkut pelaksana pekerjaan sudah tersedia, sebagian sudah dikirim ke lokasi desa bersangkutan. Kondisi sarana transportasi yang kurang kondusif pada beberapa daerah menjadi kendala utama saat proses pengangkutan material. Nah, khusus Desa Mandong terdapat tiga dusun yang akan dialiri listriki, yaitu Dusun Terindak, Dusun Empayan, dan Dusun Tuan, dengan panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) akan dibangun sepanjang 7,225 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms, dan gardu distribusi. ”Dengan adanya pembangunan dan perluasan jaringan itu, nanti PLN akan melakukan penyambungan 171 rumah warga,” ulas Agung.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalbar Syarif Kamaruzaman mengatakan upaya melistriki masyarakat telah dilakukan PLN baik di sisi pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi. ”Saya berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalbar dapat meningkatkan Indeks desa membangun tiap tahun serta mendukung perwujudan desa berlistrik di Kalbar,” tegas Kamaruzaman.

Sedang Kades Mandong Andreas, mengungkapkan keberadaan listrik yang akan masuk ke desa tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebab, banyak aktifitas usaha warga dapat dilakukan tanpa harus tergantung dengan waktu. Desa Mandong sendiri berjarak lebih kurang 7 Km dari jalan provinsi di Desa Sosok. Beberapa dusun di desa Mandong sebelumnya sudah berlistrik. ”Sementara sisanya akan segera terlistriki melalui program proyek Lisdes 2019 ini,” tegas Andreas.

Pihaknya bilang Andreas menyambut positif upaya PLN segera melistriki sejumlah dusun di Desa Mandong. Pasalnya, selama ini warga menggunakan genset untuk penerangan, itu juga terbatas hanya beberapa jam. Maklum, butuh biaya tidak sedikit. Paling tidak harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 700-800 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), cukup besar untuk ukuran warga desa, belum lagi biaya perbaikan kalau sesekali terjadi kerusakan. ”Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui PLN yang kelak akan membuat desa kami terang benderang,” sanjung Andreas. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / S&P Kembali Naikkan Credit Rating PT PLN

Ekonomi / Keren, Tahun 2018 PLN Bukukan Laba Bersih Rp 11,6 Triliun

Ekonomi / ICA dan TRC PLN Kolaborasi Suplai Makanan ke Daerah Bencana

Ekonomi / Ini Sikap PLN Jawab Kebutuhan Dunia


Baca Juga !.