Kesra

Gandeng Bukalapak, BAZNAS Latih UKM, Tebar ZMart, Berdayakan Nelayan dan Pemulung

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Gandeng Bukalapak, BAZNAS Latih UKM, Tebar ZMart, Berdayakan Nelayan dan Pemulung - Kesra

PEMBERDAYAAN- Program UKM Goes to Digital dengan peserta mustahik binaan BAZNAS se-wilayah Jabodetabek.FOTO:DOK BAZNAS

indopos.co.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengoptimalkan implementasi program pemberdayaan masyarakat. Seperti menggandeng Bukalapak untuk melatih usaha kecil dan menengah (UKM), ZMart untuk pedagang ritel mikro. Pelatihan melukis untuk anak-anak pemulung dan pelatihan pengolahan ikan bandeng untuk para istri nelayan.

”Untuk program 'UKM Goes to Digital' diikuti 150 mustahik binaan BAZNAS se-wilayah Jabodetabek," ujar Manajer Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS, Eka Budi Sulistyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia menjelaskan BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) telah melakukan kegiatan pembinaan kepada mustahik melalui program mustahik pengusaha. Yakni program pemberdayaan ekonomi untuk mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk.

"Dari kategori usahanya, program ini bertujuan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jenis usaha yang dijalankan berupa usaha skala rumah tangga seperti olahan makanan, makanan kering, kue, processing produk turunan hasil pertanian, peternakan, perikanan. Juga industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian dan arsitektur," kata Eka.

Mustahik dalam mengembangkan usahanya, tutur dia, diberikan tambahan modal dan pendampingan usaha. "Pendampingan usaha yang diberikan dalam memperbaiki kualitas produk, pemasaran dan pengembangan usaha. Selain itu, mustahik juga didorong untuk memiliki kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda atau kemampuan kreatif dan inovatif," ucap dia.

Menurut Eka, pengembangan UMKM ini perlu terus ditingkatkan untuk menopang penyelesaian masalah kemiskinan di Indonesia.  "Dengan hadirnya pengusaha-pengusaha baru, maka akan semakin terbukanya lapangan pekerjaan. Namun dalam pengembangan usaha selalu adanya tantangan yang dihadapi oleh mustahik, yakni dalam menjaga kualitas produk dan meningkatkan pemasaran produknya," ujar Eka.

Dia menambahkan, kegiatan Pelatihan UKM Goes to Digital ini, sebagai upaya BAZNAS dalam mendorong terbukanya pasar yang lebih luas. Melalui  marketplace  yang ada di Indonesia saat ini, hubungan antara penjual dan pembeli semakin dekat dan luas menjangkau seluruh Indonesia.

Untuk itu mustahik perlu diberikan pemahanan tata cara dan strategi dalam berjualan di  marketplace  (online) yang akan disampaikan oleh tim dari Bukalapak.  BAZNAS saat ini juga sedang mengembangkan  marketplace  pasarhalal.com. Dengan hadirnya  marketplace  BAZNAS ini, diharapkan akan semakin masif dalam meningkatkan penjualan usaha-usaha mustahik.

Kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh 150 mustahik binaan BAZNAS ini juga akan diisi materi tentang “Bisnis Berdasarkan Asas Ekonomi Syariah” yang disampaikan oleh Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, Ph.D dan materi tentang “Pengembangan Usaha UMKM” oleh Trainer Hanif Fansurya, M.Si.

Output pelatihan ini, jelas Eka, mustahik akan lebih termotivasi dalam mengembangkan usahanya, mampu membuka pasar yang lebih luas dan meningkatkan omzet penjualannya. Dengan tercapainya peningkatan ini maka akan terbangunnya kemandirian mustahik dari sisi ekonomi, selain terus membangun kemandirian dari aspek spiritual dan kelembagaan. BAZNAS selalu mendorong agar usaha-usaha mustahik dapat terus tumbuh dan bermanfaat.

Sementara itu, pelatihan pengolahan ikan bandeng diikuti 20 penerima manfaat di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Pemberdayakan masyarakat di Desa Pantai Bahagia ini dilakukan melalui program Zakat Community Development, yaitu program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, dan sosial kemanusiaan. Eka menyebutkan, Desa Pantai Bahagia merupakan wilayah pesisir yang dikenal sebagai penghasil ikan bandeng, udang, dan kepiting.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat yang selama ini menjual hasil laut dalam bentuk segar, dapat mengolahnya menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga. Ada dua kegiatan pelatihan yang diajarkan, yaitu Bandeng Presto dan Bandeng Cabut Duri.

Selain diajarkan praktik cara membuat olahan bandeng. BAZNAS juga memberikan dukungan berupa alat produksi, modal usaha, pendampingan dan bantuan pemasaran yang akan dikelola secara berkelompok oleh penerima manfaat.

ZCD dan Kampung Zakat

Menanamkan kecintaan pada ayat Al-Quran melalui Pelatihan Lukis Kaligrafi di Sekolah Alam Tunas Mulia pada Rabu (22/5/2019), menjadi program pertama BAZNAS di Kampung Zakat Bantargebang.

Program Kampung Zakat adalah kegiatan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, dakwah, kesehatan, pendidikan, dan sosial kemanusiaan. Kelurahan Sumur Batu adalah TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang menjadi tempat berkumpulnya sampah seluruh kota Bekasi dan Jakarta, dimana sebagian besar penduduk yang tinggal diwilayah ini berprofesi sebagai pemulung atau pun pengolah sampah yang asal sebagian besar mereka dari luar wilayah Bantargebang. Perhatian mereka akam pendidikan anak sangat rendah sehingga banyak anak-anak yang putus sekolah. 

Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) hadir di Kelurahan Sumur Batu untuk membekali anak-anak dengan aktifitas pendidikan dan budi pekerti. "Dukungan pada kegiatan sekolah alam ini menjadi salah satu fokus BAZNAS dalam Program Kampung Zakat pada aspek pendidikan," kata Eka. 

Dia menambahkan,  BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) mengadakan  Launching  Program ZMart di DKI Jakarta yang bertempat di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Kegiatan ini melibatkan 25 calon titik ZMart di sekitar wilayah tersebut.

Launching  ini dihadiri oleh Komisioner BAZNAS, perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, tokoh masyarakat, dan mustahik penerima manfaat program ZMart. BAZNAS melalui program ZMart memberikan bantuan modal usaha, renovasi ringan warung, dan pendampingan kepada kelompok usaha warung ritel mikro. ZMart merupakan salah satu model program pemberdayaan ekonomi, yang ditujukan kepada warung/toko yang dimiliki mustahik untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban/perkotaan.

"Tujuan utama dari program Zmart ini yaitu mengatasi kemiskinan khususnya di wilayah perkotaan, serta meningkatkan kapasitas warung ritel mikro sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah persaingan pasar ritel modern," kata Eka.

Hadirnya program ini diharapkan mendorong sebuah gerakan untuk berbelanja di warung ritel mikro yang dekat dengan komunitas masyarakat sekitar program, sehingga omzet mustahik pemilik warung terus meningkat, dan aktivitas sosial di lingkungan sekitar juga terus tumbuh.

Bentuk intervensi yang diberikan kepada warung tersebut secara umum yaitu berupa penambahan modal usaha, perbaikan manajemen usaha, dan penguatan  branding . Penambahan modal usaha berupa penambahan barang dagangan dan saldo  Payment Point Online Bank  (PPOB); Perbaikan manajemen usaha berupa introduksi sistem pencatatan keuangan dan pemantauan stok barang melalui aplikasi berbasis android, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan dalam tahun pertama; sedangkan penguatan branding berupa pemasangan plang ZMart beserta renovasi ringan tampilan warung sehingga semakin menarik konsumen untuk berbelanja.

Rata-rata pendapatan omzet warung ZMART dari jumlah keseluruhan sebelum dibantu BAZNAS sebesar Rp 600.000,/hari atau omzet Rp 18.000.000/bulan dengan asumsi keuntungan (10 persen dari omzet) sebesar Rp 1.800.000/bulan, ini masih di bawah standar upah minimum DKI Jakarta. Setelah mendapatkan tambahan modal dan pendampingan diharapkan omzet meningkat menjadi rata-rata Rp 1.000.000-1.300.000/hari atau omzet sebesar Rp 39.000.000 /bulan dengan asumsi keuntungan (10 persen dari omzet) sebesar Rp 3,900.000. Jumlah pendapatan ini diperoleh dari hasil penjualan warung dan keuntungan PPOB. Pendapatan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Nasional tahun 2019 (Rp 1.601.613) dan mendekati UMR DKI Jakarta.

Hingga saat ini, Zmart telah berdiri di 208 titik yang tersebar di 5 provinsi dan 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Momen Ramadhan kali ini, digunakan BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonkmi Mustahik (LPEM) untuk melakukan pemberdayaan warung-warung ritel mikro. Mengingat tingginya aktivitas jual-beli masyarakat urban seperti di wilayah Jakarta ini, serta makin menjamurnya toko-toko ritel modern yang dirasa cukup menggerus eksistensi warung-warung ritel mikro milik masyarakat menengah-kebawah, maka program Zmart di Bulan Ramadhan ini difokuskan di DKI Jakarta. Target yang disiapkan untuk pemberian bantuan program Zmart yaitu sejumlah 100 Zmart.Telah tersebar di daerah jakarta Timur, Barat, dan Selatan. Dalam menentukan penerima manfaat, dilakukan  assessment  calon mustahik agar pemberian bantuan ini tepat sasaran sesuai syariat zakat. (mdo)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.