All Sport

Terbuka, Kans Bidding Olimpiade 2032

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Terbuka, Kans Bidding Olimpiade 2032 - All Sport

Komite Olimpiade Internasional

indopos.co.id - Indonesia diminta  segera mematangkan konsep jika serius maju dalam bidding tuan rumah Olimpiade 2032.  Pasalnya, negara-negara lain juga memiliki ambisi sebagai penyelenggara pesta olahraga empat tahunan terakbar sedunia. Pengamat olahraga Djoko Pekik Irianto menilai peluang Indonesia memenangkan bidding terbuka jika memiliki persiapan matang. 

Komite Olimpiade Internasional (IOC) bakal menyelenggarakan bidding Olimpiade 2032 pada 2025. Artinya, Indonesia cuma punya empat tahun untuk menyiapkan prestasi.

"Harus optimistis pasti bisa (menang bidding). Dengan persiapan total dan perencanaan detail pasti bisa terlaksana. Tidak boleh lupa, pemerintah juga harus berkomitmen dan membantu dengan serius," kata Djoko Pekik dihubungi awak media, kemarin.

Ketertarikan Indonesia sebagai tuan rumah diutarakan saat Presiden IOC Thomas Bach menghadiri upacara penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Obrolan tersebut pun dibahas lebih serius saat Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua KOI Erick Thohir berkunjung ke markas IOC di Laussane, pekan lalu. 

Indonesia tak menjadi satu-satunya negara yang menyatakan ketertarikan tersebut. Negara-negara Eropa seperti Jerman, Rusia, Belanda, Hungaria, dan Spanyol juga mengincar. Afrika ada Mesir dan Afrika Selatan. Bulan lalu, Bach juga sudah mengunjungi Australia

Menilik tuan rumah Olimpiade 2020 Tokyo, 2024 Paris, dan 2028 Los Angeles, kemungkinan penyelenggaraan selanjutnya digelar di Afrika Selatan atau kembali lagi ke Asia. Jika demikian, Indonesia punya kans besar asalkan bisa bersaing dengan negara seperti Korea Bersatu, China, dan India. Sejauh ini, IOC lebih condong tertarik ke Korea Bersatu sebagai simbol perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan.

"Itu tantangan yang perlu diperjuangkan, pemerintah harus lebih intensif meyakinkan IOC. Apa lagi Indonesia punya modal yakni komunikasi yang baik dengan Bach. Manfaatkan kita punya akses luas ke IOC," terang Djoko Pekik.

Sementra Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengakui memang tak mudah bersaing dengan Korea Bersatu. Namun, bukan berarti tidak bisa.

"Maka dari itu jangan berpuas diri dulu. Meski sudah menyelenggarakan Asian Games, tapi dari segi fasilitas dan lain-lain kita masih ketinggalan," ujar Gatot kepada HARIAN NASIONAL."Sekarang kita sudah punya warisan Asian Games dan ini harus dijaga. Tinggal bagaimana pemerintah mengambil langkah mempromosikan Indonesia," paparnya. (bam)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Temui IOC, JK Lobi Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

All Sport / Maksimalkan Kampanye Promosi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Headline / RI Optimistis Tuan Rumah Olimpiade 2030

Headline / Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

All Sport / Indonesia Siap Tuan Rumah Olimpiade 2032

Total Sport / Indonesia Bidik Tuan Rumah Olimpiade 2032


Baca Juga !.