Raket

Hanya Sempat Puasa di Dua Hari Pertama

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Hanya Sempat Puasa di Dua Hari Pertama - Raket

HUSUK- Tim Indonesia sedang berdoa sebelum memulai pertandingan. Foto: BADMINTONINDONESIA.ORG

indopos.co.id - SINAR matahari yang begitu terik di Nanning jadi tantangan tersendiri bagi pemain Indonesia yang wajib berpuasa Ramadan. Suhu di luar yang mencapai 36 derajat celsius, plus program latihan berat yang dijalani setiap hari memaksa para atlet untuk membatalkan puasa mereka. ''Sebenarnya setiap pagi sudah diniati puasa, tapi nggak kuat,'' kata M. Rian Ardianto, ditemui setelah latihan Selasa lalu.

Sudah lebih dari sepekan skuad Indonesia berada di ibukota Provinsi Guangxi itu. Namun, Rian hanya sanggup berpuasa selama dua hari pertama. ''Waktu itu kan baru conditioning setelah penerbangan dan adaptasi cuaca. Program latihannya belum terlalu intensif,'' jelas Rian. Namun, begitu latihan mulai digeber, dia dan para pemain lain menyerah.

Di Nanning, durasi menahan hawa nafsu juga lebih lebih lama daripada di Indonesia. Di kota berjuluk Green City tersebut, jadwal imsak sekitar pukul 04.30 waktu setempat. Lalu baru bisa berbuka pada 19.30. Mereka harus berpuasa 15 jam.

Meski begitu, cuaca lah yang paling berpengaruh buat para pemain Indonesia. Menurut Rian, panasnya Nanning berbeda dengan Jakarta. Di sana sangat gerah. Bahkan penduduk setempat yang laki-laki tidak sungkan bertelanjang dada di depan umum saking panasnya. Mereka sangat pede berpenampilan seperti itu sambil mengendarai sepeda listrik ke mana-mana.

Rian sebenarnya ingin sekali untuk bisa melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Tetapi turnamen dan latihan berat yang harus dilakoninya membuat hal itu tak mungkin dilakukan. Itu juga dirasakan pemain senior Tontowi Ahmad. Juga Mohammad Ahsan, Hafiz Faizal, Fajar Alfian, Apriyani Rahayu, serta Melati Daeva Oktavianti.

''Sayang, sih. Tapi gimana lagi. Kewajiban umat beragama Islam, tapi di sisi lain harus bertanggung jawab dengan tugas negara,'' kata Owi, sapaan Tontowi. ''Kalau latihannya kayak gini, kita harus menjaga kondisi. Kalau kurang makan lalu lemas malah nggak bagus,'' lanjut pasangan Winny Oktavina Kandow itu.

Para pemain kompak mencari waktu saat jadwal turnamen         tidak terlalu padat untuk membayar utang puasa. Ini bakal jadi PR juga. Karena selepas Piala Sudirman, para pemain telah ditunggu rentetan BWF Tour. Yang paling cepat adalah Australia Open di Sydney, mulai 4 Juni mendatang. (bam)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.