Megapolitan

Pasca-Bentrok 21-22 Mei, Jakarta Pusat Kosong Melompong

Redaktur:
Pasca-Bentrok 21-22 Mei, Jakarta Pusat Kosong Melompong - Megapolitan

SEMENTARA - Seorang pengendara melintas di depan Pasar Tanah Abang, Rabu (22/5/2019) sore. Kegiatan di pasar terbesar di Asia Tenggara berhenti menyusul insiden bentrok di lokasi tersebut. Foto: Adri dan Charlie/INDOPOS

indopos.co.id - Pascainsiden bentrokan, Rabu (22/5/2019) dini hari, Pasar Tanah Abang, hingga kawasan pertokoan di Sarinah, Thamrin memilih untuk tidak beroperasional, kemarin. Seluruh pertokoan dan pusat perbelanjaan memilih tutup. Hal ini membuat kawasan yang masuk dalam daerah Kota Administrasi Jakarta Pusat pun, kosong melompong.

Pantauan INDOPOS, pada pukul 10.00-17.00 WIB, Pusat Niaga Pasar Tanah Abang pun tak ada aktivitas. Hanya tampak warga sekitar, dan beberapa personel Kepolosian yang bersiaga, ditemani dengan anggota security menjaga pasar terbesar se-Asia Tenggara.

Namun, tidak adanya informasi, banyak warga yang datang ke Pasar Tanah Abang. Seperti halnya Muji, 35, warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Pusat yang berjalan kaki dari Stasiun Karet menuju Pasar Tanah Abang.

Dirinya yang tidak mengetahui Pasar Tanah Abang lumpuh total sengaja datang untuk membeli bahan kain untuk membuat bantal. Namun, sesampainya di Blok A Pasar Tanah Abang, dirinya terkejut lantaran pasar yang seharusnya jika sejak pukul 07.00 WIB itu masih tertutup rapat.

”Saya nggak tahu kalau tutup, makanya saya ke sini. Tadi naik kereta (KRL) dari Lenteng Agung, tapi cuma sampe sini nggak sampe Stasiun Tanah Abang. Padahal kalo sebelumnya dari Stasiun Lenteng Agung dikasih tahu ada rusuh, saya nggak jadi berangkat,” katanya kepada INDOPOS saat ditemui Blok A Pasar Tanah Abang pada Rabu (22/5/2019) siang.

Mengetahui hal tersebut, dirinya memutuskan untuk pulang, sebab petugas keamanan Blok A Pasar Tanah Abang tidak mengetahui hingga kapan Pasar Tanah Abang beroperasi normal. ”Paling saya nanti ke Jatinegara atau Cipadu sekalian, soalnya pesenan buat hari Sabtu (25/5/2019),” pungkasnya. Situasi Kawasan Pasar Tanah Abang pun berangsur-angsur kondusif

Sayangnya, terdapat aksi vandalisme yang dengan sengaja membuang sampah ke tengah Jalan KH Mas Mansyur yang dilakukan sejumlah warga. Namun, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menanggapi hal tersebut dengan tenang. Dirinya mengaku akan membersihkan seluruh sampah saat kondisi sudah kondusif.

Hal tersebut disampaikannya merujuk situasi kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang masih begejolak hingga Rabu (22/5/2019) siang. Sehingga dirinya secara langsung menginstruksikan seluruh jajaraannya, mulai dari Satpol PP Jakarta Pusat hingga tenaga kebersihan menjaga jarak.

”Ini kita masih lihat dulu, karena kita masih harus jaga jarak. Jangan sampai waktu petugas kita lagi bersihin, tiba-tiba bentrok. Jangan sampe, makanya pelan-pelan lokasi yang sudah aman kita bersihin,” ulas mantan Kadis UMKM Jakarta dihubungi pada Rabu (22/5/2019) siang.

Proses pembersihan sisa kerusuhan yang terjadi antara warga dengan pihak Kepolisian tersebut disebutkannya telah dilakukan di Jalan Fachrudin, tepatnya depan Hotel Milenium hingga Blok A Pasar Tanah Abang. Sejumlah Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mulai melakukan pembersihan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyisir sampah yang kini terhampar di tengah Jalan KH Mas Mansyur, baik dari arah Stasiun Karet hingga Pusat Niaga Pasar Tanah Abang. ”Pasti kita bersihin, terus angkut, karena memang keamanan itu yang utama,” harapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, bentrokan antara warga Tanah Abang dengan pihak Kepolisian yang terjadi semalam, Selasa (21/5/2019) kembali berlanjut. Warga yang mengamuk tidak hanya membakar ban bekas dan menghamburkan puing bangunan, mereka pun menggelar sampah ke tengah jalan.

Kondisi tersebut terlihat di Jalan KH Mas Mansyur pada kedua arah, baik dari Karet menuju Pusat Niaga Pasar Tanah Abang maupun sebaliknya. Sampah yang semula berada di dalam tempat sampah dituang warga di tengah jalan, sebagian sampah dihamburkan, sedangkan beberapa ditumpuk dan dibakar.

Kendati kondisi Jalan KH Mas Mansyur terlihat lengang kendaraan, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Pasalnya bukan hanya sampah plastik ataupun sayuran yang dibuang ke tengah jalan, tetapi juga terdapat pecahan kaca sisa botol.

Situasi jalan pun terlihat sangat berbahaya, lantaran sejumlah kendaraan roda empat yang melintas harus berkelok menghindari tumpukan sampah. Sementara, sejumlah pengendara sepeda motor justru memaju cepat kendaraannya di tengah jalanan yang lengang.

Hingga pukul 11.20 WIB, situasi di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, mulai dari Stasiun Karet hingga Pusat Niaga Pasar Tanah Abang terpantau kondusif. Namun sejumlah warga masih berjaga di depan gang dan jalan yang seluruhnya tertutup portal.

Pihak Kepolisian ataupun Satpol PP tidak terlihat berjaga, mereka dipusatkan di Jalan Cideng untuk menghalau bentrokan yang terjadi di Jalan Jatibaru Raya. Rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dan pengalihan kendaraan yang akan dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait Aksi Damai 22 Mei, Rabu (22/5/2019), berpontensi menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Kondisi tersebut, dinilai Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dapat memicu keterlambatan penumpang menuju Stasiun keberangkatan, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Jatinegara.

Mengantisipasi keterlambatan para calon penumpang KA tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan kebijakan rekayasa pola operasi yang dinamakan berhenti luar biasa (BLB).

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan dilakukan pada Rabu (22/5/2019) mulai dari pukul 05.25 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB kemarin, berlaku mulai keberangkatan KA 20A Argo Parahyangan tujuan Bandung sampai dengan KA 7098 Argo Parahyangan Tambahan tujuan Bandung.

”Keseluruhan, ada 33 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang akan direkayasa pola operasi pemberangkatannya. Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini, KA yang berangkat dari Stasiun Gambir akan berhenti juga di stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang,” kata Eva.

”Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan. Sebagai alternatif mereka bisa berangkat dari Stasiun Jatinegara dengan rekayasa pola operasi pemberangkatan ini,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkannya, rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama dengan para calon penumpang. Oleh karena itu, PT KAI Daop 1 Jakarta pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan mengecek kembali jadwal keberangkatan KA nya dan memperkirakan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal. ”Kita juga menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang di sana,” tutup Eva. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Aktivitas Pasar Tanah Abang Mulai Normal

Megapolitan / Alih Fungsi Trotoar Jadi Parkiran di Pasar Tanah Abang

Megapolitan / Aktivitas Pasar Tanah Abang Sudah Normal

Headline / Pengunjung Pasar Tanah Abang Tambah Ramai

Megapolitan / Wah, Pasar Tanah Abang Rugi Ratusan Miliar


Baca Juga !.