Megapolitan

Festival Bedug Jakarta Timur Membuat Bulan Puasa Makin Seru

Redaktur:
Festival Bedug Jakarta Timur Membuat Bulan Puasa Makin Seru - Megapolitan

MERIAH - Suasana Festival Bedug Jakarta Timur yang diselenggarakan di pelataran Kantor Pemkot Jakarta Timur, Rabu (22/5/2019). Foto: Nasuha/INDOPOS

indopos.co.id - Bulan Ramadan biasanya diisi dengan ibadah oleh para umat muslim. Mereka melakukan salat Tarawih hingga tadarus Al-Quran. Agar lebih meriah, dan terasa momen puasa, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengisi Ramadan dengan festival bedug.

NASUHA, Jakarta

FESTIVAL tahun ini merupakan kali ketiga penyelenggaraan festival yang diikuti oleh peserta dari seluruh kecamatan di Jakarta Timur. Saat koran ini mengunjungi Festival Bedug Pemkot Jakarta Timur, para peserta tengah unjuk gigi.

Dentuman suara bedug berdayu-dayu terdengar hingga pelataran Pemkot Jakarta Timur. Lafal Takbir diserukan, membuat para pengunjung takjub dan terkesima. Apalagi para peserta mengenakan busana warna-warni lengkap dengan kopiah dan kain sarung.

Suara tepuk tangan para penonton serentak, sontak saja membuat panggung festival bedug meriah. Mereka mengapresiasi peserta yang baru saja usai melakukan aksi kepiwaiannya dalam menabuh bedug. ”Seru banget. Cakep banget, pakaiannya juga cerah,” ujar Indah, 25, salah satu penonton Festival Bedug di pelataran Gedung Pemkot Jakarta Timur, Rabu (22/5/2019).

Indah mengaku, senang melihat festival bedug. Karena, selain memupuk rasa keimanan, festival bedug tersebut bisa menjadi wadah untuk melestarikan kebudayaan Islam. “Seru aja sih. Kita bisa takbir dengan atraksi-atraksi gerakan dan busana yang menawan,” katanya.

Atraksi para peserta festival bedug terus berlangsung. Mereka memiliki waktu tujuh menit untuk unjuk gigi di depan para juri. Benar saja, setelah 10 peserta dari kecamatan se-Jakarta Timur ini tampil, juri pun memilih tiga peserta untuk final di hari berikutnya.

Ditemui INDOPOS, Adi, 30, salah satu peserta festival bedug berasal dari Kecamatan Pulogadung mengaku, senang mengikuti event ini. Festival ini, menurutnya digelar setiap bulan Ramadan. Dia bersama timnya telah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk tampil di tingkat pemkot. ”Peserta merupakan perwakilan yang juga juara festival bedug di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Menurut Adi, penampilannya tadi masih kurang memuaskan. Sehingga tidak lolos di sesi final nanti. Namun demikian, Adi mengkau bangga bisa tampil di tingkat kota. “Tadi kami salah, tidak memanfaatkan waktu secara optimal. Gerakan-gerakan selain tabuh bedug lebih banyak, dan itu mengurangi performa kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar menerangkan, festival bedug merupakan rangkaian dari gebyar Ramadan. Pelaksanaan festival bedug, menurutnya merupakan penampilan kesenian bernuansa Islam untuk menyambut bulan suci Ramadan. ”Kami ingin festival bedug menjadi tempat untuk memupuk silaturahmi dan kekeluargaan,” ungkapnya.

Anwar menginginkan, festival bedug tersebut bisa dilanjutkan di tingkat provinsi. Menurut Anwar, para peserta festival bedug berasal dari 10 kecamatan di Jakarta Timur. Mereka adalah pemenang di tingkat kecamatan. Sebelumnya, dikatakan Anwar para peserta harus mengikuti festival di tingkat kecamatan yang diikuti oleh seluruh kelurahan. ”Finalis nanti kami inginkan bisa mempertahankan juara di tingkat provinsi,” pungkasnya. (*)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Pendaftaran PPDB di Depok, Antrean sejak Pagi Buta

Headline / Ini Para Komisaris di BUMN

Megapolitan / ASLI Mengatur Jasa Laundry Kiloan di Jakarta yang Menggiurkan

Headline / Cerita Duka Rombongan Maut di Tol Cipali

Megapolitan / Pangkalan Ojol Pun Jadi Tempat Mengais Rezeki Pedagang Lainnya


Baca Juga !.