Megapolitan

Gebyar Festival Betawi, Kembangkan Alpukat Cipedak lewat Cerita

Redaktur:
Gebyar Festival Betawi, Kembangkan Alpukat Cipedak lewat Cerita - Megapolitan

GALI POTENSI - Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji memberikan piala kepada pemenang Festival Bedug, Rabu (22/5/2019). Foto: Joesvicar IqbalL/INDOPOS

indopos.co.id - Panitia Gebyar Festival Betawi Cipedak 09 Kampung Alpukat, diterima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019) siang.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Isnawa Adji yang memimpin audiensi ini mengatakan, sebagai salah satu kebanggaan, patutlah Alpukat Cipedak untuk terus dipromosikan agar lebih dikenal di masyarakat tidak hanya Jakarta saja, namun juga wilayah sekitar.

”Apa Alpukat Cipedak, kelebihan atau keunggulan diceritakan. Tidak sembarang bisa ditanamnya karena rasanya akan beda. Jadi konsepnya agak diangkat itu komoditas alpukat. Yang lain mungkin bisa jadi tambahan seperti gerak jalan sehat, hiburan kesenian Betawi, kuliner khas betawi dan doorprize,” ujarnya.

Ketua Panitia Gebyar Festival Budaya Betawi Cipedak 09 Zainal Muttaqim menuturkan, kegiatan ini rencananya akan digelar pada 15-16 Juni 2019, di Jalan Raya Srengseng Sawah RW 09, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. ”Tentu saran yang ada di dalam audiensi ini akan jadi masukan buat kita, terutama dalam memperkenalkan Alpukat Cipedak kepada masyarakat,”terangnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan kegiatan Festival Bedug Jakarta Selatan. Di mana hasil seleksi dari masing-masing kecamatan (10 kecamatan) telah diambil 3 pemenang. ”Dan di kesempatan ini, kami di tingkat kota juga mengadakan seleksi bagi masing-masing regu peserta festival bedug. Terpilih 1 regu juara pertama dari Kecamatan Pasar Minggu,” tutur Isnawa Adji usai memberikan piala pertama bagi juara festival bedug tersebut. Isnawa menambahkan, kriteria penilaian yang dilihat, diantaranya vokal, intonasi, balancing, performance, ekspresi harmonisasi, penghayatan, dan etika.

Isnawa Adji menambahkan, kita juga tambahkan pengetahuan Betawi dan termasuk kesenian Islam. ”Agar kelestarian budaya Betawi dan kesenian Islam ini melekat bagi peserta,” harapnya.

Kasudin Pariwisata dan Budaya Jakarta Selatan Imron menambahkan, saat ini kurang variasi terhadap alat musik perkusi dan kita ambil bagian itu. Dan semoga dengan kegiatan ini, kita mendapat variasi lagi dialat pukul perkusi dan bedug ini. ”Kalau alat musik tradisionalnya kan ada gendang dan beduk, kalau modernnya kan drum. Betapa kayanya alat perkusi kita. Ada 300 alat pukul yang kita miliki,” ungkapnya.

Tahun depan, dia berharap digelar arak-arakan bedug ke sejumlah lokasi di Jakarta Selatan. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Hukum / Waduh! Tersangka Korupsi Masih Terima Gaji

Banten Raya / 68 ASN Banten Terbukti Bolos

Nusantara / Tujuh ASN Bolos Kerja Hari Pertama Masuk Dikenai Sanksi Disiplin


Baca Juga !.