Megapolitan

Belasan Armada Mudik Tak Laik Jalan, Bakal Disanksi Jika Masih Ngotot Angkut Penumpang

Redaktur: Syaripudin
Belasan Armada Mudik Tak Laik Jalan, Bakal Disanksi Jika Masih Ngotot Angkut Penumpang - Megapolitan

BERJAJAR - Sejumlah bus di Terminal Induk Bekasi tengah menunggu penumpang. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Belasan bus di Terminal Induk Bekasi tak laik jalan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi pun menilang bus yang tidak lulus ramp check.

"Dari 82 kendaraan yang dicek petugas, ada 12 kendaraan yang ditilang," kata Kepala Unit Pengendalian Operasi pada Terminal Induk Kota Bekasi Acim Maulana, Rabu (22/5/2019). Dia mengatakan, ramp check sudah dilakukan sejak 7-10 Mei dan dilanjutkan pada 14-17 Mei lalu.

Dalam ramp check itu kendaraan sudah dicek dari fisiknya seperti kaca spion, ketebelan ban, pengeraman, dokumen KIR, hingga material kendaraan lainnya. "Tapi untuk kendaraan yang terkena tilang disebabkan remnya blong dan masalah dokumen KIR," katanya.

Menurut dia, surat tilang yang diberikan petugas merupakan bentuk peringatan dengan harapan mereka memperbaiki armadanya. Dengan demikian, pada pelaksanaan mudik dari H-7 sudah bisa dioperasikan dengan baik.

"Apabila nanti di tengah jalan saat mudik ditemukan masih ada kendaraan yang tidak laik jalan, maka kami sanksi tegas berupa pelarangan operasi atau dikembalikan ke pool," jelas Acim.

Dia mengatakan, armada bus wajib dalam kondisi laik saat dioperasikan untuk menekan potensi kecelakaan. Terutama di bagian pengereman, karena kendala yang paling sering terjadi pada bus mengalami rem blong ketika digunakan mengantar penumpang.

"Kita ingin penumpang merasa nyaman dan aman saat menggunakan transportasi bus. Makanya kami fokus periksa armada bus," terangnya.

Selain itu, kata Acim, menghadapi musim mudik lebaran tahun ini pihaknya sudah menyiapkan 461 armada bus. Tujuannya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Pulau Sumatera.

Armada bus paling banyak disiapkan untuk rute Pulau Jawa atau Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dengan jumlah 273 kendaraan. Sedangkan bus Antarkota Antar Provinsi (AKAP) disediakan 188 armada.

"Kendaraan disiapkan lebih untuk rute Pulau Jawa karena penumpangnya lebih banyak ketimbang arah Sumatera," katanya. Dia mengaku, minat masyarakat untuk mudik menggunakan bus di terminal mengalami penurunan setiap tahunnya.

Bahkan, dia memprediksi penurunan selama lima tahun belakangan berkisar lima persen. "Tapi pada 2018 lalu sebetulnya mengalami peningkatan 10 persen dibanding hari biasa. Cuma kalau dibanding dengan Lebaran sebelumnya justru turun lima persen," imbuhnya.

Penurunan jumlah penumpang di terminal, kata dia, imbas dari maraknya program mudik gratis yang digelar oleh sejumlah instansi ataupun pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hingga kini, belum terjadi peningkatan jumlah penumpang.

Lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada H-7 Lebaran. "Untuk lonjakan mudik di Terminal Induk Kota Bekasi biasanya terjadi pada H-3 Lebaran," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi Fatikun Ibnu mengatakan, sebenarnya mudik melalui terminal induk Bekasi pernah mengalami lonjakan di awal tahun 2000-an. Angka pemudik yang menggunakan angkutan Lebaran dari terminal pernah di atas 20 ribu penumpang.

Namun, sejak 2015 jumlahnya terus menurun hingga 18 ribu penumpang. "Tahun lalu hanya sekitar 15 ribu penumpang," sebutnya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Diantaranya adalah maraknya pengadaan mudik gratis baik dari instansi pemerintah maupun swasta.

Bahkan, ada pula instansi yang mengadakan mudik gratis bagi warga serta kendarannya. Sehingga, jumlah pemudik yang mengandalkan transportasi berjenis bus kian berkurang.

"Apalagi tahun ini jadwal pemberangkatan bus mudik gratis tidak terlalu jauh dari hari raya Idul Fitri," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Segudang Kendala Proyek Terminal Baru Dan Lahan Belum Resmi

Megapolitan / Relokasi Terminal Terganjal


Baca Juga !.