Bola Dunia

Finalis Copa del Rey Sama-sama Merajut Guratan Luka

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Finalis Copa del Rey Sama-sama Merajut Guratan Luka - Bola Dunia

Pemain depan Barcelona Lionel Messi (Tengah) melambai setelah menerima penghargaan Creu de Sant Jordi (Salib Saint George). Foto: Josep Lago / AFP

indopos.co.id - Sama-sama terluka. Itulah kondisi riil yang menerpa finalis Copa del Rey Spanyol dini hari nanti. Yang satu, Barcelona,  terpental dari final Liga Champions. Yang lain, Valencia, terisngkir dari Liga Europa. Cita-cita mereka meraup gelar meranggas begitu saja. Final Piala Raja kali ini tampaknya menjadi arena untuk menutupi guratan luka yang menyayat batin pemain dan klub finalis.

Tahun ini, memang menyakitkan. Status Spanyol sebagai episenter sepak bola Eropa malah berpindah tempat dari Semenanjung Iberia ke kawasan Great Britain. Finalis Liga Champions dan Liga Europe kali ini menjadi milik Inggris Raya lewat representasi Liverpool dan dan Tottenham Hotspur dan Arsenal dan Chelsea

Di atas segala-galanya, luka Barca lebih tragis karena tragedi kekalahan 0-4 di Anfield pada leg kedua membuat keunggulan 3-0 Blaugrana di Camp Nou pada leg pertama jadi sia-sia belaka. Hasil itu seolah deja vu musim lalu saat dikalahkan AS Roma pada perempat final dengan agregat 4-4 dan Barca kalah gol away. Sedangkan bagi Los Che, mereka kalah home dan away kontra The Gunners dengan agregat 3-7.

''Mental pemain (saat melawan Liverpool di Anfield, Red) terpengaruh oleh apa yang terjadi di Roma. Itu tidak bisa dilupakan dan membuat semuanya menjadi serba sulit,'' sebut bek Barca Gerard Pique seperti meratapi kegagalan Barcelona yang dilansir Mundo Deportivo.

Mau diakui atau tidak, dua kekalahan karena epic comeback dari Roma dan Liverpool bisa kembali mempengaruhi mental Lionel Messi dkk dini hari nanti. Terlebih bagi entrenador Ernesto Valverde yang masa depannya masih belum jelas.

Memang, ada rumor yang menyebutkan Txingurri (Semut)--julukan Valverde--tetap out musim depan meski berhasil double winners domestik seperti capaiannya musim lalu. Semua karena kegagalan di Liga Champions yang kali terakhir didapat Barca musim 2014-2015 saat masih dilatih Luis Enrique.

Akan tetapi, penyebab hengkangnya Valverde tidak selalu dipecat karena petinggi Blaugrana sangat mungkin akan mempertahankannya. Hanya, tekanan dari Barcelonistas sangat mungkin membuat Valverde gerah sehingga mengikuti jejak Pep Guardiola dan Luis Enrique yang mundur karena tidak berprestasi di Liga Champions di musim terakhir mereka (lihat grafis).

''Warga Catalan memang selalu menuntut dan itulah yang membuat kami ingin melakukan semuanya dengan sempurna. Tapi, perdebatan akan terus berlanjut siapa pun pelatihnya dan aku bisa meyakinkan bahwa Valverde ingin hasil terbaik,'' papar Pique.

Buat Valencia, final nanti juga krusial. Sebab, inilah laga puncak pertama dalam karir entrenador Marcelino. Total, selama 705 laga dalam karirnya sebagai pelatih, pelatih bernama lengkap Marcelino García Toral belum merasakan sensasi bertanding di final apa pun ajangnya.

Lebih jauh, sosok Marcelino adalah pelatih yang membangkitkan Valencia sejak bergabung musim lalu. Dua musim beruntun pelatih 53 tahun itu membuat Valencia finis empat besar yang artinya lolos ke Liga Champions setelah kali terakhir merasakannya pada 2015-2016. Secara tim, ini adalah final pertama sejak jadi kampiun di edisi 2007-2008.

"Saya sudah berada di Valencia selama delapan tahun dan telah mengalami masa-masa sulit. Saya bisa saja memeluknya erat pada hari Sabtu (jika juara dini hari nanti, Red),'' ucap kapten Valencia Dani Parejo. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Rontoknya Dominasi Iberia

Bola Dunia / Berebut Singgasana Kedua Eropa

Bola Dunia / Di-Boo, Lalu Menjadi Hero

Total Football / Valencia vs Atletico Madrid, Spirit Tinggi Para Delantero

Liga Inggris / Gol Kontroversial Warnai Duel Barcelona vs Valencia

Total Football / Asensio Selamatkan Madrid dari Kekalahan


Baca Juga !.