Hukum

Rommy Curhat soal Fasilitas Rutan hingga Buku Yoga

Redaktur: Riznal Faisal
Rommy Curhat soal Fasilitas Rutan hingga Buku Yoga - Hukum

Romahurmuziy. Foto: Dok/ANTARA

indopos.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman terkait kasus suap pengisian jabatan tinggi di Kementerian Agama RI. Kali ini, KPK panggil mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus tersangka dalam kasus tersebut, yakni Romahurmuziy.

Rommy - sapaan karib mantan Ketum PPP itu - diperiksa sebagai tersangka. KPK perlu meminta keterangan dari mantan pentolan PPP itu. “Ada kebutuhan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Rommy tiba di Gedung KPM pukul 10.15. Tak banyak yang disampaikan. Ia terlihat menggenggam buku mengenai kesehatan. Sebelumnya, sahabat Menteri Agama itu mengalami sakit dan dibantarkan ke rumah sakit.

“Makanya belajar yoga. Nih foto, nih bukunya,” kata Rommy sambil menunjukkan buku tersebut di Gedung KPK. Rommy juga mengaku bahwa kondisi tubuhnya saat ini sudah semakin membaik. “Sehat-sehat kalau sekarang,” imbuhnya.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Rommy keluar dari Gedung KPK. Namun, dia tidak membeberkan hasil pemeriksaannya. “Wah, kalau ditanya apa aja, tanya aja sama penyidik,” tutur Rommy.

Saat ditanya soal Menteri Agama yang mengakui terima uang sebesar Rp 10 juta dari Haris Hassanudin, Rommy pun enggan untuk memberikan keterangan. “Wah, itu bagian dari materi penyidikan ya. Jadi, biar ditanyakan aja ke penyidik,” ucapnya.

Namun demikian, dia tidak akan mengajukan justice collaborator (JC). “Untuk apa JC? Saya enggak terpikir ya, bekum terpikir sampe sekarang,” tandasnya.

Tak hanya itu, Rommy juga keluhkan fasilitas Lapas yang diberikan oleh KPK. Ia menceritakan, beberapa tahanan yang lain mengalami diare karena fasilitas di lapas tidak pernah di bersihkan. “Minumnya yang kemarin saya minta. Karena, beberapa teman-teman itu bergiliran diare disana. Jadi, kita minta dispensernya dikuras atau diganti,” keluh Rommy.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK memastikan perlengkapan, makanan dan keamanan dalam pengelolaan Rutan dilakukan sesuai dengan standar yang diatur di Kementerian Hukum dan HAM, termasuk aspek kebersihan.

Dalam proses penahanan, lanjut Febri, RMY (Romahurmuziy) memang beberapa kali mengeluh. Selain tentang air, ia juga pernah mengeluhkan rutan yang panas, kipas angin, dan ventilasi udara.

“Untuk dispenser tadi saya sudah cek, ada 2 unit yang disediakan untuk rutan pria di ruang bersama. Selain dalam keadaan bersih dan diganti jika sudah habis, jumlah 2 unit kami nilai cukup jika dibanding jumlah tahanan di rutan pria,” papar mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut.

Jika memang ada tahanan yang mengeluh sakit, kata Febri, KPK sudah menyediakan dokter yang bertugas di KPK. “Tersangka RMY bahkan pernah mendapatkan pembantaran ke RS lebih dari 1 bulan,” ujarnya.

Selain itu, Febri menegaskan, jika para tahanan berharap tinggal di rutan secara nyaman yang sesuai keinginan masing-masing, tahanan tentu tidak akan pernah bisa.  “Karena ada standar yang berlaku dan memang ada pembatasan hak-hak seseorang ketika ditahan,” ujarnya. (bar)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Dua Rektor UIN Banda Aceh Diperiksa KPK

Nasional / Kasus Rommy, KPK Periksa Rektor UIN

Headline / Presiden Jokowi Segera Pilih Pimpinan KPK Baru 

Hukum / KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap Imigrasi NTB

Headline / Sjamsul Nursalim dan Istri jadi Buronan KPK

Headline / KPK dan Menag Saling Bantah Terkait Gratifikasi Rp 70 Juta


Baca Juga !.