Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Keluhkan Penutupan Ruas Jalan ke MK  

indopos.co.id – Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengeluhkan penutupan sejumlah ruas jalan menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). “Apa maksudnya blokade-blokade itu, kenapa kami tidak bisa lewat jalan utama (Medan Merdeka Barat),” ujar Bambang ketika menyerahkan berkas permohonan perkara di Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat malam (24/5/2019).

Bambang bercerita ketika pihaknya kemudian memilih untuk melewati Jalan Abdul Moeis, ternyata rombongan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi tetap harus menggunakan akses pintu masuk dari Jalan Medan Merdeka Barat.

“Kemudian kami memutuskan untuk turun dari kendaraan dari samping Museum Nasional itu dan sempat terbersit pikiran apa maksudnya ini. Seperti ini jangan sampai kemudian ‘access to justice’ itu dipersulit,” ujarnya.

Bambang kemudian berpesan kepada Ketua Mahkamah Konstitusi supaya penutupan jalan tidak kembali terjadi pada tahap PHPU Presiden. “Semoga untuk proses selanjutnya tidak terjadi blokade di luar ruang MK yang menyulitkan pencari keadilan, karena itu mengganggu proses untuk mencari keadilan,” ujar Bambang.

Dia juga menghimbau kepada aparat keamanan untuk tidak paranoid. Karena permohonan sengketa Pilpres yang diajukan oleh Prabowo – Sandi dinilai pihaknya sebagai salah satu bentuk untuk memperjuangkan kedaulatan rakyat yang direbut.

Rombongan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi tiba di Gedung MK pada pukul 22.26 WIB. Selain Bambang Widjojanto, hadir pula Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo, Denny Indrayana selaku tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. Serta tujuh kuasa hukum Prabowo-Sandi lainnya

Sementara itu, pada Jumat kemarin akses Jalan Abdul Moeis yang berbatasan atau dekat menuju Jalan Harmoni, ditutup pagar berduri. Pengendara yang ingin menuju Harmoni-Gajah Mada, harus melalui jalan alternatif. (ant/dai) 

 

Komentar telah ditutup.