Daerah

Petani Uji Coba Mina Padi

Redaktur: Jakfar Shodik
Petani Uji Coba Mina Padi - Daerah

BANTU PETANI - Sekawanan burung dara laut tiram (Sterna Nilotica) terbang sekitar petani yang membajak sawah di Desa Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (4/5). Keberadaan burung dara laut tiram saat musim tanam padi memberikan keuntungan karena dapat membasmi hama di sawah. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

indopos.co.id - Para petani Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu bakal melakukan uji coba budi daya ikan dengan tanaman padi (mina padi) pada musim tanam mendatang. Maklum, saat ini, para petani sudah selesai tanam padi. 

”Ya, rencananya petani swadaya uji coba mina padi pada musim tanam padi berikutnya,” tutur Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sugiyanto di Mukomuko, Jumat (24/5/2019).

Para petani melakukan uji coba mina padi untuk melanjutkan uji coba program mina tahun lalu. Sebab, uji coba tahun lalu belum sepenuhnya berhasil pada lahan persawahan seluas 20 hektare (ha). Petani melakukan uji coba mina padi berdasar pengalaman uji coba program mina padi. ”Petani melihat banyak contoh kegiatan mina padi dilakukan petani daerah lain berhasil. Hasilnya, mina padi bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia mengatakan kemungkinan petani sudah mengetahui kelemahan dan penyebabnya. Dengan begitu, hasil panen padi dan ikan program mina padi 2018 tidak maksimal. Lahan persawahan seluas 20 ha milik dua kelompok tani di Kecamatan Selagan untuk uji coba program budi daya ikan dengan tanaman padi atau mina padi edisi 2018.

Seluas 10,5 ha atau lebih dari 50 persen dari 20 ha lahan yang mendapatkan program minapadi pada 2018 rusak akibat banjir, terkontaminasi pertisida, dan pematang rusak. Lahan tersisa seluas 8,5 hae berhasil melaksanakan program itu tetapi belum sepenuhnya optimal.

Selain itu, sebagian kecil atau 25 persen dari 60 ribu ikan nila bantuan pemerintah provinsi untuk dua kelompok tani mati. Ikan mati karena air dalam sawah terlalu banyak. Selain itu, pengaturan air pada saat pemberian pestisida pada tanaman padi belum tepat. ”Masih sekitar 75 persen lagi ikan yang hidup,” ujarnya.

Sebanyak dua kelompok tani di wilayah itu baru kali pertama menjalankan program mina padi dari pemerintah provinsi setempat. Mereka telah menaburkan 60 ribu ekor ikan nila di lahan persawahan seluas 20 ha di wilayah itu. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nusantara / Petani Kesulitan untuk Jemur Gabah

Daerah / Setelah Sepekan Tulungagung Direndam Banjir

Headline / Prabowo Tak Rela Petani Hidup Miskin 

Nasional / Petani di Ujung Senja, Roadmap Pangan Capres Tak Jelas

Nasional / Dua petani di Ngawi Tewas Akibat Keracunan Gas di dalam Sumur


Baca Juga !.