Internasional

Trump Tidak Peduli dengan Serangan Korea Utara

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Trump Tidak Peduli dengan Serangan Korea Utara - Internasional

DIPLOMASI-Presiden AS Donald Trump melambai ketika tiba di bandara internasional Haneda di Tokyo, Sabtu (25/5/2019). Foto: Dok/AFP

indopos.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menepis kekhawatiran tentang uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini. Uji coba rudal itu disebutkan sebagai senjata kecil, sehari setelah penasihat keamanan nasionalnya menyatakan bahwa peluncuran itu melanggar resolusi dewan keamanan PBB.

“Korea Utara menembakkan beberapa senjata kecil yang mengganggu beberapa orang saya, dan yang lainnya. Tetapi bukan saya. Saya memiliki keyakinan bahwa Ketua Kim akan menepati janjinya kepada saya,” tulis Donald Trump di Twitter-nya.

Penasihatnya John Bolton mengatakan, pada Sabtu (25/5/2019) bahwa resolusi PBB melarang peluncuran rudal balistik dan mendesak Kim Jong-un untuk kembali pada pembicaraan denuklirisasi. Meskipun hanya ada sedikit kemajuan dari dua pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara, Trump mengungkapkan, kemajuan hubungan pribadinya dengan Kim.

Tahun lalu, Trump memastikan bahwa ia jatuh cinta dengan diktator itu setelah menerima surat-surat indah darinya. Setelah Pyongyang melakukan dua uji coba rudal jarak pendek dalam waktu lima hari bulan ini. Dia tidak berpikir Korea Utara siap untuk bernegosiasi.

“Kami melihatnya dengan sangat serius sekarang,” kata Trump pada wartawan di Gedung Putih. “Tidak ada yang senang tentang hal itu,” tambahnya.

Para pejabat AS sebelumnya menyatakan optimistis bahwa Trump akan bertemu Kim untuk pertemuan puncak ketiga. Pertemuan itu bertujuan membujuk Korea Utara untuk membongkar program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Dalam tweetnya, Minggu (26/5/2019), Trump menyebut calon presiden untuk 2020, Joe Biden, dengan sebutan ‘orang rawa Joe Bidan’. Sebelum memperbaikinya dan memuji Korea Utara karena menyebut calon presiden Demokrat itu ‘orang bodoh dengan IQ rendah’. Trump bertanya-tanya apakah Kim mengiriminya sinyal. Biden sebelumnya menuduh presiden AS merayu diktator dan tiran seperti Kim dan presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump sedang berada di Jepang dalam kunjungan kenegaraan dan diperkirakan akan membahas program nuklir Korea Utara dengan sekutu regional dan Perdana Menteri Shinzo Abe, mungkin setidaknya selama pertandingan golf. Dia ingin kesepakatan untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara dan memastikan keadilan dan timbal balik.

“Jepang telah memiliki keunggulan substansial selama bertahun-tahun, tetapi tidak apa-apa. Mungkin itu sebabnya kalian sangat menyukai kami,” katanya. Trump juga akan menjadi pemimpin asing pertama yang diterima oleh Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, pada sebuah makan malam, Senin (27/5/2019) malam. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.