Kesra

Ajarkan Pengemudi Gojek Cara Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Ajarkan Pengemudi Gojek Cara Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja - Kesra

EDUKASI - Sosialisasi terkait prosedur penjaminan lakalantas dengan peserta pengemudi Gojek. Foto: BPJSTK

indopos.co.id - BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta memberikan sosialisasi dan edukasi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) para pengemudi Gojek. Kegiatan di Aula Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan tersebut mengupas persoalan penjaminan pasien korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang sering mereka hadapi di jalan raya.

”Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan perawatan kepada peserta atau pasien lakalantas, baik kategori kecelakaan tunggal/ganda sampai sembuh total sesuai dengan kebutuhan medis asalkan peserta tersebut sedang menjalankan tugas atau dinas yang bisa dibuktikan melalui aplikasi Gojek atau work historical,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta dr Merry Triwisatawati yang bertindak sebagai narasumber di acara tersebut (28/5/2019).

Merry  yang sekaligus mewakili Deputi Direktur Wilayah Achmad Hafiz menerangkan, bagi peserta yang mengalami lakalantas dapat dirawat di PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja) yang bekerja sama dengan BPJS TK. Apabila pasien tersebut dirawat di luar PLKK maka biaya rawat inapnya bisa di reimbursed ke pihak BPJS TK.

Khusus wilayah DKI Jakarta saat ini kurang lebih sudah terdapat 571 PLKK yang tersebar di rumah sakit-rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. ”Ini sebagai wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada peserta,” jelas Merry.

Sementara BPJS Kesehatan dalam menjamin pasien lakalantas, mengategorikan kecelakaan tunggal atau ganda hanya di luar jam kerja atau kedinasan. Sedangkan dari pihak Jasa Raharja hanya mencover dengan kriteria kecelakaan ganda saja baik itu pada saat dinas maupun diluar kedinasan dengan plafon maximal 20 juta.

Selain itu kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Jasa Raharja masing-masing pihak memberlakukan Coordination of Benefit (COB). Yakni jika terdapat pasien lakalantas ganda yang dirawat di PLKK ternyata biaya perawatannya mencapai di atas Rp 20 juta maka selisihnya bisa di cover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dengan catatan PLKK tersebut sudah bekerja sama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan maupun Jasa Raharja.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Urban selaku panitia penyelenggara. Panitia mengundang pihak BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Jasa Raharja guna menjawab banyaknya persoalan-persoalan yang timbul pada pasien korban lakalantas. Baik dalam penjaminannya, dalam proses mekanismenya sehingga banyak yang tidak mengetahui jaminan apa yang dapat dipergunakan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Sampai dengan April 2019 jumlah total pembayaran santunan yang sudah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta sebesar Rp 2.390.259.705.086  dengan rincian pembayaran santunan JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar Rp 2.262.021.957.260 , santunan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) sebesar Rp 82.473.172.179 , santunan JKM (Jaminan Kematian) sebesar Rp 35.074.850.000 dan santunan JP (Jaminan Pensiun) sebesar Rp 10.689.725.647.(dni)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.