Raket

Kevin/Marcus Tidak Diikutsertakan ke Australia Open

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kevin/Marcus Tidak Diikutsertakan ke Australia Open - Raket

indopos.co.id - Setelah sempat terpuruk selama dua bulan belakangan, ajang Piala Sudirman 2019 jadi momen kebangkitan bagi ganda putra terbaik dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Walau tim Indonesia gagal menjadi juara, tapi sisi positifnya Marcus/Kevin berhasil mengembalikan kepercayaan diri dengan menjadi mesin pencetak poin bagi tim. 

Pasangan yang dijuluki Minions itu tidak membiarkan lawan menundukkan mereka. Ganda putra Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pun dibungkam dengan mudah. Namun, badminton lovers harus menahan diri untuk melihat penampilan mereka di turnamen selanjutnya. Sebab, pelatih Herry Iman Pierngadi memilih untuk menyimpan keduanya dibanding mengirimkan ke Australian Open yang bakal digelar 4-9 Juni mendatang. 

Level turnamen super 300 itu tergolong rendah untuk Marcus/Kevin. Mau ikut atau tidak takkan memengaruhi perolehan poin secara signifikan. “Mereka istirahat dulu sekarang. Di Piala Sudirman kemarin saya memang mempersiapkan Marcus/Kevin setelah sebelumnya banyak kalah. Mau buktikan kalau masih bisa dan penampilan cukup bagus,” ujar Herry. 

Sebaliknya, seluruh pemain ganda putra dikirimkan untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan di Quaycentre, Sydney, Australia tersebut. Termasuk pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. 

Prestasi Indonesia di turnamen ini terbilang lumayan meskipun tidak setiap tahun bisa menjadi kampiun. Marcus/Kevin meraih gelar pada 2016, sementara tahun lalu Berry Angriawan/Hardianto yang naik podium utama ganda putra. 

Persaingan dalam turnamen ini bisa dikatakan masih sangat ketat untuk sektor ganda putra. Raksasa bulu tangkis dunia, yaitu Tiongkok dan Jepang menurunkan pemain terbaik mereka di sini. Pemain kita tidak boleh memandang sebelah mata, karena persaingan bakal ramai. Terlebih turnamen ini masuk dalam hitungan kualifikasi olimpiade.  “Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian jadi prioritas saya dalam rangka mengumpulkan poin untuk olimpiade. Mereka harus mencapai prestasi yang tertinggi,” tegas Herry. 

Tahun lalu mayoritas skuad utama pelatnas absen dari Australian Open, karena fokus dengan persiapan Asian Games. Untuk Fajri (julukan Fajar/Rian) ini bakal jadi momen kedua bagi mereka mengikuti turnamen tersebut. Pada 2017 mereka terhenti di putaran pertama. Dengan kondisi mereka yang sudah lebih baik dibanding dulu dan peringkat sudah masuk top 5 besar dunia, seharusnya ini jadi kesempatan untuk berbicara lebih. Syukur-syukur kalau bisa mengambil gelar juara bwf yang kedua kalinya setelah Swiss Open 2019. 

Sampai saat ini posisi antara Fajar/Rian dengan Daddies masih unda-undi. Tidak seperti Marcus/Kevin yang hampir memastikan kedudukannya untuk olimpiade, dua pasangan itu harus bersaing untuk menunjukkan yang terbaik. Sebab, tiap negara hanya bisa memilih dua saja untuk tampil di Tokyo 2020 nanti. (bam)

Baca Juga


Berita Terkait

Raket / Ganda Putri Greysia/Apriyani Tumbang


Baca Juga !.