Lifestyle

Baklava, Si Manis Asal Turki yang Wajib di Hari Raya

Redaktur: Novita Amelilawaty
Baklava, Si Manis Asal Turki yang Wajib di Hari Raya - Lifestyle

Kudapan Baklava Sarma yang paling populer. Foto DOK net

indopos.co.id - Yeay, Hari Raya semakin dekat. Persiapan dilakukan di setiap rumah umat Muslim. Yang sudah sampai di kampung halaman tentu tengah mempersiapkan aneka macam masakan khas Idul Fitri. Yang masih dalam perjalanan mudik, semoga selamat sampai di tujuan. 

Di Hari Raya, masakan yang umum ada adalah ketupat, opor ayam, rendang, dan sejenisnya. Kali ini, indopos.co.id mau mengulas kudapan manis yang wajib ada di Hari Raya dan selalu ada di meja-meja keturunan Indo Turki atau Arab. 

Yap, kudapan itu disebut Baklava. Adalah sejenis makanan ringan di kawasan Turki dan daerah-daerah tempat mantan kekuasaan Kerajaan Ottoman. Makanan ini terdiri dari kacang walnut atau pistachio yang dicincang dan diberi pemanis (gula atau madu) dan dibungkus adonan roti tipis atau pastri.

Dari berbagai sumber, Baklava, adalah pastri asal Turki yang telah mempelopori banyak pastri dari seluruh dunia. Sebut saja strudel dari Jerman yang kini juga mendunia. Strudel tercipta karena terinspirasi dari baklava. Namun, sepanjang sejarah baklava hingga kini, banyak negara yang mengklaim bahwa baklava adalah milik mereka.Tidak jelas tahun berapa baklava pertama kali dibuat. Jauh sebelum Republik Turki bentukan Mustafa Kemal Ataturk terbentuk pada tahun 1922, baklava sudah menjadi ciri khas masyarakat yang mendiami daerah yang kini adalah Turki dan Yunani.

Saat baklava tercipta, masyarakat disana masih hidup di zaman Byzantium. Selain Turki dan Yunani, negara-negara Arab seperti Iran, Iraq dan Syria juga dikenal sebagai negara yang memiliki kuliner manis ini.

Ada penulis Yunani bernama Myrsini Lambarki dan temannya dari Turki, Engin Akin bekerjasama menulis buku tentang asal usul baklava dalam buku yang mereka beri judul Greece-Turkey at the Same Table, A Gourmets Guide to Both Countries dan merupakan buku masakan Mediterania terbaik di dunia.

Dalam bukunya, kedua penulis tersebut menyebutkan bahwa baklava awalnya merupakan kuliner Arab. Itu diperkirakan dari bentuk baklava yang seperti belah ketupat, mirip dengan kudapan manis khas Arab yang memiliki bentuk yang sama.

Gaziantep, sebuah kota di ujung Turki yang berbatasan dengan Syria dan Irak dianggap sebagai daerah yang mempelopori dan memodifikasi kudapan Arab sehingga menciptakan kudapan baru bernama baklava.

Kota ini merupakan pintu masuk para saudagar dari negara-negara tetangga yang menjadikannya begitu terbuka dengan kuliner-kuliner yang dibawa para pedagang.

Baklava yang paling populer adalah Baklava Sarma. Dibuat dari kacang pistachio murni dengan campuran manis madu serta kulit pastri. Digulung, dipotong-potong, lalu disajikan di atas meja di Hari Raya. Dulu, hanya orang-orang Indo Turki atau Arab kaya yang menyajikan kudapan ini. Seiringnya waktu, baklava juga hadir di tengah-tengah keluarga Indonesia baik yang kaya ataupun kelas menengah. 

Untuk harganya, saat ini dibanderol mencapai Rp 370 ribu untuk 600 gram dan Rp 700 ribu untuk satu kilogram. (vit)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Turki Datangkan Rudal S-400 dari Rusia

Internasional / Di Turki, Truk Tak Beroperasi karena Ada Sarang Burung

Internasional / 14 Pengebom Istanbul Divonis Seumur Hidup

Internasional / AS Tawarkan Rudal Patriot ke Turki

Internasional / Turki Desak Tiongkok Lindungi Kebebasan Beragama

Internasional / Desak NATO Sokong Turki Basmi Kelompok Teror


Baca Juga !.