Bola Dunia

Final Laga Champions Liverpool vs Tottenham, TIdak Boleh Bercanda

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Final Laga Champions Liverpool vs Tottenham, TIdak Boleh Bercanda - Bola Dunia

indopos.co.id - Kalau tak mau disebut ’jagonya runner-up’, Juergen Klopp tak boleh main-main lagi. Kegagalan di Kiev tahun lalu, hendaknya jadi pelajaran. Satu saja blunder dilakukan, maka status itu selamanya menghantui pria kelahiran Stuttgart, Jerman.

Wajib menang adalah misi yang dibawa Klopp ketika melangkahkan kaki di rumput Wanda Metropolitano Stadium. Apalagi, The Reds di final Liga Champions kali ini, memegang status unggulan. Berbeda dengan lawannya, Tottenham Hotspur yang mencapai babak pamungkas setelah mengalahkan Ajax Amsterdam lewat keunggulan gol tandang.

Lima gelar Liga Champions adalah bukti keunggulan Liverpool. Sementara The Lilywhites terakhir kali mengangkat ’Si Kuping Besar’ pada 1963-saat itu masih disebut Piala Winner. Ketika era Liga Champions, kesebelasan yang bermarkas di utara London itu tak pernah lagi mencapai final.

Tottenham adalah anak tangga terakhir yang harus didaki Klopp demi mencapai puncak kariernya. Sebab, pelatih 51 tahun itu mengaku, bisa membawa FSV Mainz 05 ke Bundesliga pada 2004, adalah momen terbaik dalam kariernya sebagai pelatih. ”Jika saya menang, ya (momen paling bersejarah dalam karier kepelatihan Klopp). Ini akan berbeda dengan final terakhir,” ucap pria yang memiliki nama tengah Norbert.

Status unggulan juga bisa berbahaya. Momen buruk tiga tahun silam ketika final Piala Uefa menghadapi Sevilla, Klopp pulang ke Liverpool dengan tangan hampa. Tapi, runner-up Liga Primer Inggris musim ini, adalah garansi utama konsistensi permainan Jordan Henderson dan kawan-kawan. Juga bekal kemenangan kandang dan tandang di Liga, membuat Liverpool lebih dijagokan.

Di atas kertas, Liverpool lebih unggul ketimbang Tottenham. Catatan 111 gol di Liga Inggris dan Champions adalah bukti kesangaran anak asuh Klopp. Sementara Tottenham hanya mampu memasukkan 87 bola ke dalam gawang lawannya dari gabungan dua liga tersebut.

Tapi, fakta bahwa kedua kesebelasan dari Inggris itu mencapai final dengan cara yang dramatis juga tidak bisa dianggap sepele. Mauricio Pochettino dan anak asuhnya, dipastikan memberikan lebih dari 100 persen kemampuannya. Sementara Liverpool berhasil ’comeback’ lewat 4 gol di Anfield, setelah mengubur Barcelona dengan aggregate 4-3. Maka final yang dipimpin Damir Skomina asal Slovenia adalah puncak drama dari kedua kesebelasan.

”Ini akan sangat ketat, tidak diragukan lagi. Kualitas Tottenham dan kami sangat mirip. Perbedaan antara kami di liga adalah konsistensi. Kami memenangkan kedua pertandingan melawan Tottenham. Tetapi keduanya 2-1,” kata Klopp.

Klopp sadar benar harapan Kopites-sebutan pendukung Liverpool-yang haus gelar. Asa yang sama juga dimilikinya. Pun para pemain Liverpool. Dia mengklaim anak asuhnya sangat lapar untuk bisa mengangkat trofi Liga Champions, usai peluit panjang dibunyikan pada Minggu (2/6/2019) dini hari nanti.”Anak-anak ini melakukannya untuk kesempatan berada di sana (juara Liga Champions). Itu brilian dan itulah sebabnya kami ada di sini. Kami benar-benar menginginkannya,” kata Klopp seperti dilansir situs resmi klub.

Namun, alur cerita bisa berubah. Tottenham memiliki peluang sama besarnya untuk membawa pulang ’Si Kuping Besar’ ke dalam lemari trofi di stadiumnya yang anyar. Kesadaran itu yang membuat Klopp terjaga. Ia enggan dibuai oleh mimpi yang memabukkan. ”Kami tahu banyak tentang Tottenham, tentu saja. Tapi kami bermain melawan mereka, jadi kami tahu itu sulit. Tottenham tahu itu sulit. Mari kita mainkan permainan yang sulit dan mari kita menangkannya,” pungkas mantan der trainer Borussia Dortmund itu.

Di kubu Tottenham, Mauricio Pochettino bisa sedikit bernapas lega. Apalagi, pemain andalannya, Harry Kane sudah mulai pulih dari cedera engkel. Penyerang 25 tahun itu sudah mulai berlatih lagi bersama rekan-rekannya.

Kane mengaku sudah bisa berlaga di lapangan hijau. Semangat untuk berlaga di final bisa jadi mantera terbaik untuk kesembuhannya. ”Saya merasa bagus. Sejauh ini tidak ada masalah. Saya mulai merasa bisa kembali ke tim pada akhir pekan lalu. Pekan ini adalah waktunya untuk mendapatkan kebugaran sepenuh mungkin,” ujar Kane kepada BBC.

Tapi ia tak mau gegabah. Dan tetap menyerahkan keputusan seutuhnya untuk dia bisa bermain menghadapi Liverpool kepada sang pelatih. Meski jauh di dalam hatinya ia ingin sekali membobol gawang The Reds yang dijaga Alisson Becker ”Keputusan bermain di final itu tergantung manajer. Manajer yang akan menilainya. Dia yang memutuskan apakah saya siap untuk bermain atau tidak. Tapi sejauh ini, saya merasa bagus dan siap,” tutur pemain yang merupakan kapten Timnas Inggris.

Pochettino yang terkenal cerdik tak mau membocorkan kepada media soal Harry Kane akan diturunkan atau tidak. Tapi, pelatih berpaspor Argentina itu bisa saja menjadikan Kane senjata pamungkasnya. ”Situasi dengan dia sangat positif,” singkat Poche, panggilan akrabnya.

Sama seperti Klopp, pria yang memiliki nama lengkap Mauricio Roberto Pochettino Trosser itu ingin menciptakan sejarah untuk Tottenham.  ”Kami bisa menciptakan sejarah. Kami bisa menulis sejarah kami dan memberikan kebahagiaan kepada fans dan keluarga dengan kegembiraan terbaik di dalam sepakbola,” tegas pria yang memegang 20 caps bersama Timnas Argentina.

Dia pun juga malas memikirkan isu yang menerpanya belakangan ini. Terutama terkait kepindahannya ke Juventus menggantikan Massimiliano Allegri yang hengkang dari kursi allenatore. ”Saya tidak lebih penting dari Liga Champions atau kemungkinan memenangi sebuah trofi atau klub. Rumor-rumornyaada. Anda bertanya kepada saya tapi sekarang ini fokusnya 200 persen di final. Rumor ya rumor dan ada. Setelah final kami akan punya waktu untuk bicara. Sekarang komitmen saya kepada Tottenham adalah 200 persen,” lugas Pochettino.

Keberhasilan Poche membawa Spur ke partai final tak boleh dipandang sebelah mata. Apalagi, klub yang saham mayoritasnya dimiliki oleh ENIC Group itu, tidak membeli atau menjual satu pun pemain. ”Tentu saja saya termotivasi untuk bertahan dan memberikan Tottenham apa yang mereka pantas dapatkan,” pungkas pelatih yang namanya sebagai pemain dilambungkan oleh Marcelo Bielsa. (rio)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Polisi Masih Melakukan Pendalaman Kasus

Jakarta Raya / Seri Anyar Sapa Penggemar


Baca Juga !.