Megapolitan

76.928 Kendaraan Pemudik Sesaki Tol Japek

Redaktur: Syaripudin
76.928 Kendaraan Pemudik Sesaki Tol Japek - Megapolitan

MASIH LENGANG - Kondisi normal ruas tol Jakarta-Cikampek. Foto: Deni Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Lonjakan arus mudik di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) diprediksi mencapai 76.928 kendaraan yang melintas pada Jumat (31/5/2019). Jumlah tersebut, mengalami lonjakan cukup signifikan dari hari normal.

”Kalau lalu lintas normalnya, setiap hari cuma 27 ribu kendaraan yang melintasi ruas tol dari Jakarta menuju Cikampek. Namun, awal mudik tahun diprediksi bisa mencapai 76.928 kendaraan,” terang General Manager PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, Selasa (28/5/2019).

Raddy menambahkan, untuk mengantisipasi beban kendaraan pihaknya sudah merelokasi gerbang tol (GT) Cikarang Utama ke GT Kalihurip dan GT Cikampek Utama. Salah satu faktor peningkatan kendaraan itu, kata Raddy, karena sudah tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa. ”GT Cikarang Utama dinilai sudah tak mampu menampung volume kendaraan," katanya.

Selain itu, kata Raddy lagi, faktor lainnya yang menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan pada arus mudik Lebaran 2019 ini karena dipengaruhi adanya pergeseran lalu lintas yang semula di kawasan Cikarang sekarang melebar ke Kabupaten Karawang.

Tapi, kata Raddy lagi, pelayanan di Simpang Susun Cikunir masih menjadi perhatian pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2019. Hal ini disebabkan karena Simpang Susun Cikunir merupakan titik pertemuan tiga arus pergerakan lalu lintas, yaitu dari arah Jatiasih, arah Rorotan dan arah Cawang yang menuju arah Cikampek.

Guna memecah kemacetan, pihaknya menerapkan tiga strategi untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Salah satunya penerapan one way pada arus mudik dan arus balik. ”One way bisa dilakukan dengan catatan jumlah kendaraan sudah mencapai 90 ribu lebih," ujarnya juga.

Saat ini diakui Raddy, untuk kebijakan One Way atau satu arah di ruas tol Jakarta-Cikampek disepakati telah dipindah. Jika semula pemberlakuannya di mulai dari Cikarang Utama, kini akan dipindahkan dari Cikampek di Km 69 hingga Brebes Timur. ”Keputusan ini merupakan hasil kordinasi terakhir dengan korps Lalu Lintas Kepolisian," katanya.

Salah satu pertimbangan pemindahan jalur One Way itu, kata Raddy lagi, terkait waktu keberangkatan angkutan bus umum yang sudah terjadwal. Sehingga, perlu adanya penyesuaian dengan lalu lintas angkutan umum. ”Kebijakan satu arah ini jangan sampai menyulitkan kendaraan umum seperti bus," lanjutnya.

Dengan keputusan itu, kata Raddy lagi, maka tol Jakarta-Cikampek hanya akan menjadi lokasi awal pemberlakuan kebijakan satu arah. Sementara mulai dari lintasan Cawang hingga Cikampek Utama, lalu lintas kendaraan berlaku normal, yakni dapat dilintasi dua arah, baik menuju Cikampek maupun Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) Ricky Distawardhana mengatakan, pemberlakuan kebijakan One Way ruas tol Jakarta-Cikampek tidak akan berpengaruh ke lalu lintas di tol lingkar luar Jakarta atau JORR.

Menurut dia, tidak ada imbas yang signifikan atas kebijakan satu arah tersebut. ”Sebab kebijakan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari dengan segala persiapannya. Jadi kami pun siap mengantisipasinya. Berbeda dengan pemberlakuan kebijakan serupa tahun lalu yang diputuskan mendadak sehingga membuat JORR ikut kena imbas,” tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.