Internasional

Sampul Pertama Tintin Dijual Rp 15 Miliar

Redaktur: Ali Rahman
Sampul Pertama Tintin Dijual Rp 15 Miliar - Internasional

Sampul pertama Tintin dari buku Tintin in the Land of the Soviets yang diterbitkan pada Februari 1930.

indopos.co.id - Gambar asli yang digunakan untuk sampul Tintin terbitan pertama dijual di lelang pada hari Sabtu (8/6/2019) di Dallas seharga USD 1,12 juta atau sekira Rp 15 miliar, menurut rumah Heritage Auctions seperti dilansir Strait Times. Identitas penjual dan pembeli masih belum dirilis.

Ilustrasi Tintin yang dibuat oleh Herge (nama samaran kartunis Belgia, Georges Remi), menunjukkan reporter muda yang gagah duduk di atas tunggul pohon yang sedang mengukir baling-baling darurat untuk pesawatnya yang rusak dalam pendaratan kasar di suatu tempat di Uni Soviet. Anjingnya yang setia, Snowy (Milou dalam bahasa Prancis asli) duduk dan menonton, dibalut perban dari ekor ke hidung.

Buku-buku Tintin yang banyak dicintai telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 70 bahasa, tetapi pada tahun 1929, Herge yang berusia 22 tahun masih menceritakan kisah jurnalis muda itu di halaman Le Petit Vingtieme (The Little Twentieth), bacaan anak-anak untuk harian Belgia Le Vingtieme Siecle (Abad ke 20).

Serial cerita Tintin terbukti sangat populer sehingga Le Petit Vingtieme segera menerbitkannya dalam 16 halaman alih-alih terbitan asli sebanyak delapan halaman, dan pada 13 Februari 1930, Tintin membuat sampulnya.

Beberapa bulan kemudian, buku pertama yang menjadi seri dua lusin, Tintin In The Land Of The Soviet, diterbitkan. Lebih dari 200 juta buku Tintin kini telah terjual di seluruh dunia.

Sebagian besar ilustrasi sampul Tintin lama dipajang di museum Herge di kota Belgia, Louvain-la-Neuve, menurut sebuah teks dalam katalog Heritage Auctions oleh Philippe Goddin, yang telah menulis beberapa buku tentang Tintin dan Herge, termasuk sebuah kronologi tujuh volume.

Gambar yang dijual pada Sabtu (8/6/2019), dalam tinta dan guas India, telah ditandatangani oleh Herge. Seorang juru bicara Heritage Auctions mengatakan bahwa ilustrasi yang muncul di Brussel itu adalah salah satu ilustrasi sampul langka yang ditandatangani oleh Herge secara pribadi serta yang tertua.

Penulis dan seniman itu sering kali membuat kisah Tintin di daerah yang paling eksotis. Namun, ia jarang meninggalkan Belgia seumur hidupnya. Herge meninggal pada tahun 1983. Karya-karya Tintin lainnya juga mendapatkan bayaran besar di lelang, dengan beberapa karya melampaui USD 1,5 juta atau sekitar Rp 21 miliar. (fay)

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.