All Sport

Jelang PON, Tim Bola Voli DKI Rekrut Pelatih Papan Atas

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Jelang PON, Tim Bola Voli DKI Rekrut Pelatih Papan Atas - All Sport

KONSENTRASI - Ketua Panitia Pelaksana Pra-PON 2019, Zulfarshah ( kaos merah) saat memberikan arahan kepada para atlet Tim Bola Voli DKI Jaya di GOR Cendrawasih, Jakbar. Bambang/ indopos

indopos.co.id - Pemprov PBVSI DKI merekrut pelatih papan atas  menghadapi babak prakualifikasi PON 2020 di Papua. Ini dilakukan agar tim putra-putri ibukota lolos ke event olahraga paling bergengsi di tanah air tersebut. 

"Kami belum mau berbicara soal medali PON 2020 di Papua. Yang terpenting kami bisa lolos ke PON dulu. Karena penentuan lolos atau tidak, kan ada di Prakualifiskai  PON Agustus mendatang. Jadi untuk apa bicara soal medali di Papua, kalau nanti PON-nya kita gak lolos. Makanya kami merekrut pelatih berkelas agar bisa lolos," kata Wakil Ketua  PBVSI DKI Zulfarshah ditemui di 

 kompleks GOR  Cendrawasih, Jakbar, belum lama ini. Untuk tim putra dilatih mantan pelatih Jakarta Electrix PLN  Viktor Laiyan  sebagai pelatih kepala.   Viktor  didampingi indra Wahyudi Harahap sebagai asisten.

Sementara tim putri  dibesut oleh pelatih timnas, Anshori. Dia dampangi asisten, Eko Waluyo yang menangani tim Jakarta Garuda di Proliga 2018 lalu.

Selain pelatih papan atas, Zulfahsah juga memanggil     36 atlet bola voli  putra dan putri terbaik di tanah air. Mereka mulai digembleng untuk menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda),  di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat Mei lalu.

Zulfahsah menambahkan bahwa pada Pra PON 2019 untuk wilayah Jawa, Kalimantan, serta Nusa Tenggara, DKI Jakarta bakal berstatus tuan rumah yang akan digunakan di gelar GOR Bulungan, Jakarta Selatan. 

"Target kami juara untuk putra dan putri," tegas pria yang juga Ketua Pelaksana Pra Pon Bola voli dan Ketua Tim Monitoring Pelatda bola voli  DKI ini. 

Sementara pelatih putra Viktor Lailan, saat ini timnya masih banyak kekurangan dan  diharapkan bisa dibenahi sebelum turun di Pra PON 2019. "Jam terbang anak-anak masih banyak perbaikan, terutama blok dan passing. Selain itu, tempo masih belum bisa selaras. Karena mungkin masih ada ego masing-masing. Sehingga antara pemain senior dengan pemain baru masih belum kompak," kata Victor yang menangani tim Petrokimia Gresik di Proliga 2019.

Selain para pemain muda, tim putra juga dihuni oleh para pemain yang pernah Berlaga di Proliga 2019 lalu, seperti Dio Zulfikar, Oki, Haris, I Gede Wirayudha Putra, Alif, dan Apiem Sementara M. 

 Sementara mantan pelatih Popsivo dan Jakarta Pertamina, Ansori dipercaya untuk menangani tim putri yang juga dihuni oleh para pemain yang pernah bermain di Proliga 2019, seperti Arsela, Susilawati, Gita Ajizah, Tasya Nur Rohmani, Tasya Aprilia, Lutfiyatul, Difa Amaida. "Untuk putri juga masih banyak yang dibenahi, terutama service san defence," ungkap asisten pelatih putri, Eko Waluyo yang juga pelatih Tim  Jakarta Garuda.

Nantinya,  kata dia, dari total 36 atlet, para atlet akan terus menjalani Selekda selama 40 hari ke depan setelah libur lebaran hingga 10 Juni mendatang. Dari 36 atlet tersebut, nantinya hanya akan tersisa sdbanyak 12-14 atlet untuk masing-masing tim untuk berlaga di Pra PON 2019. Sebagian besar atlet merupakan para pemain dari sejumlah klub dan PPLP. Mereka yang turun di ajang Pra PON merupakan para atlet yang berusia di bawah 25 tahun. (bam)

 

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.