Headline

Hari Pertama Masuk Kerja, Menteri PANRB Cek Absensi ASN Seluruh Indonesia

Redaktur: Heryanto
Hari Pertama Masuk Kerja, Menteri PANRB Cek Absensi ASN Seluruh Indonesia - Headline

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin mengecek absensi atau kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Hari Pertama masuk kerja usai libur Lebaran Idul Fitri 1440 H, Senin (10/6/2019). Foto: Kementerian PANRB untuk INDOPOS

indopos.co.id - Hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran Idul Fitri 1440 H, Senin (10/6/2019), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Syafruddin mengecek absensi atau kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tidak hanya ASN di lingkungan kantor Kementerian PANRB yang dipimpinnya saja, namun juga ke seluruh instansi pusat dan di daerah melalui layar monitor yang menampilkan daftar absensi seluruh ASN di Indonesia yang dilakukan di ruang  Command Center Kementerian PANRB, Jakarta.

Sebelumnya, pada 27 Mei 2019, Menteri PANRB telah mengeluarkan surat nomor B/26/M.SM.00.01/2019 Tentang laporan hasil pemantauan kehadiran Aparatur Negara sesudah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Surat ditujukan kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah.

“Kita melaksanakan absensi tentang kehadirian seluruh instansi yang jumlahnya 543 instansi pusat dan pemda. Absensinya bisa dilihat di sini. Ini bisa di akses. Kalau ada ASN  yang bolos, nanti akan dirapatkan untuk dikenai sanksi apa,” ujar Syafruddin di sela pengecekan absensi.

Instansinya juga, kata Syafruddin, kalau banyak yang bolos ada penilaian. Karena leadership dari pemimpinnnya di instansi setempat kurang baik. Dari 543 instansi di pusat dan daerah, hingga pukul 10.00 WIB, baru 9 instansi yang melaporkan absensi ke Kementerian PANRB.

Di layar monitor pun, terlihat ada sejumlah ASN yang tidak masuk. “Batas waktu semua laporan masuk pukul 15.00 atau jam tiga sore nanti. ASN yang belum masuk karena mungkin karena ada yang terlambat atau ada yang sakit perut kebanyakan opor,” ujar mantan Wakapolri.

Setelah pukul 15.00 WIB, pihaknya akan melakukan analisis. Misalnya terhadap ASN yang membolos. “Jangan dihukum sekarang. Siapa tahu terlambat. Sanksinya bisa saja nanti di tegur oleh pimpinan. Seringan apapun hukuman, teguran itu nanti tercatat di Kementerian PANRB. Semua serba teknologi dan penegakan hokum,” bebernya.

Selain melihat laporan absensi seluruh instansi secara teknologi, pihaknya juga akan turun ke lapangan. Mendatangi sejumlah instansi. “Jadi tidak hanya melihat-lihat dari layar. Saya pun akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Karena instansi ini mengabsen-absen orang. Kita sidak juga ke instansi lainnya," pungkasnya. (dai)


 
 
 

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / 68 ASN Banten Terbukti Bolos

Nusantara / Tujuh ASN Bolos Kerja Hari Pertama Masuk Dikenai Sanksi Disiplin

Daerah / Bupati Muba Wajibkan Seluruh ASN Ikut Upacara 1 Juni


Baca Juga !.