Nasional

Karen, Perempuan Pertama yang Jadi Dirut Pertamina Torehkan Banyak Prestasi

Redaktur: Achmad Sukarno
Karen, Perempuan Pertama yang Jadi Dirut Pertamina Torehkan Banyak Prestasi - Nasional

Terdakwa kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009, Karen Agustiawan usai mendengarkan pembacaan putusan (vonis) oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/6/2019). Foto: Suhartono/INDOPOS

indopos.co.id - Majelis Hakim memvonis delapan tahun penjara kepada eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (10/6/2019). Karen dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dalam investasi blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia. Seperti apa sosok Karen? 


Karen perempuan pertama yang menjadi Dirut Pertamina. Selama ini kursi perusahaan pelat merah itu dipegang laki-laki. Mulai Soegijanto, Martiono Hadianto, Baihaki Hakim, Ariffi Nawawi, Widya Purnama, sampai Ari Hernanto Soemarno. 

Perempuan kelahiran 19 Oktober 1958 ini tidak hanya cantik, tapi juga cerdas. Karen diketahui diterima sebagai guru besar di Harvard University, Boston, Amerika Serikat. 

Sebelum meniti karier, Karen mengenyam pendidikan di Faktultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian memulai kariernya sebagai business development manajer di Landmark Concurrent Solusi Indonesia selama 4 tahun.

Setelah itu Karen bekerja sebagai commercial manager for consulting and project management fi Halliburton Indonesia dari 2002 hingga 2006.

Sebelum menjadi dirut Pertamina, Karen memulai karier di Pertamina sebagai Staf Ahli Direktur Utama untuk Bisnis Hulu pada periode 2006-2008.

Kemudian pada 5 Maret 2008, istri Herman Agustiawan itu dipercaya menjabat Direktur Hulu Pertamina sebelum ditunjuk pemegang saham untuk memimpin Pertamina

Karen kemudian diangkat Menteri BUMN Sofyan Djalil pada 2009. Karen menggantikan Ari Soemarno yang sudah habis masa jabatannya.

Dalam era kepemimpinannya, Pertamina banyak menuai penghargaan. Salah satunya masuk daftar 500 perusahaan terbesar dunia atau Fortune Global 500. Pertamina berhasil menduduki posisi 123 dan mengalahkan perusahaan besar seperti Unilever, Google, dan Caterpillar.
Pada 2011, Karen juga masuk daftar Asia's 50 Power Businesswomen yang dikeluarkan media kenamaan Forbes.

Setelah kurang lebih 6 tahun menjabat Direktur Utama Pertamina, Karen mengundurkan diri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas tersebut. (art)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Sjamsul Nursalim dan Istri jadi Buronan KPK

Hukum / Karen Lolos dari Denda Uang Pengganti

Hukum / Karen Lolos dari Denda Uang Pengganti


Baca Juga !.