Raket

Target PBSI Jelang Indonesia Open 2019

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Target PBSI Jelang Indonesia Open 2019 - Raket

indopos.co.id - Pebulutangkis Indonesia  memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan diri  tampil di Indonesia Open 2019.  Kepala Bidang Pembiaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susi Susanti menilai waktu tersebut sangat cukup untuk mempersiapkan diri.

“Saya rasa bagus ya. Jadi ada jeda waktu untuk menambah latihan akurasi pukulan, strategi yang kemarin tak bagus dibenahi, kelebihan di pertajam, sambil evaluasi kekuatan sendiri dan lawan, kenapa menang kenapa kalah,” kata Susi di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

“Cukup baik lah untuk persiapan Indonesia Open karena kami sebagai tuan rumah berharap bisa dapat prestasi banyak lah,”  ujarnya.

Lebih lanjut, Susi mengungkapkan, PBSI mengaku realistis mengenai target di Indonesia Open 2019. Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tentu menjadi salah satu yang diharapkan menyumbang gelar.

Meski begitu, Susi berharap tidak hanya Minions -julukan Marcus/Kevin- yang bisa menyumbang gelar bagi tuan rumah. Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini berharap adanya kejutan dari sektor lain.

“Jadi tidak hanya Minions saja (yang ditargetkan juara), saya harap semua atlet. PBSI berharapnya kalau ada pemain muda kenapa enggak? Biarkan mereka bersaing saja toh juaranya Indonesia juga," katanya.

Indonesia sendiri berhasil menyumbang dua gelar juara pada ajang Indonesia Open 2018. Dimana gelar tersebut lahir dari pasangan Marcus/Kevin serta ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Selain The Minion, Susi berharap kepada sektor tunggal putra. Apalagi, 

Jonatan Christie baru saja menahbiskan diri menjadi juara di ajang Australia Open 2019. Jojo -sapaan Jonatan- berhasil mengalahkan kompatriotnya, Anthony Sinisuka Ginting dengan 21-17, 13-21, dan 21-14 pada partai final, Minggu, 9 Juni 2019.

Jojo diharapkan  bisa berprestasi  di  ajang Indonesia Open 2019 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada 16-21 Juli mendatang.

" Hasil ini bisa menjadi modal bagus untuk menambah kepercayaan diri Jojo. Ini juga untuk meningkatkan poin, dan rangking kedua tunggal putra Indonesia  untuk menatap Olimpiade Tokyo tahun depan. Hanya saja, dirinya tetap menilai jika masalah konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah untuk kedua pemainnya," papar Susy.

"Kalau dilihat tunggal putra ini secara konsistensi, meski juara, masih naik turun. Sekarang bisa "All Indonesian finals.  Padahal waktunya mepet dengan Sudirman. Ini sebenarnya kan mereka bisa. Tapi, kalau performa mereka lagi tidak bagus bisa kalah. Jadi bagi Jonatan, ini ibarat membayarkan hasil yang mengecewakan di Sudirman kemarin, dimana dia tidak bisa menyumbang poin," ujarnya.

Susy menilai,  Jojo masih butuh kematangan lagi. Terlebih dia  merupakan pemain yang punya prospek bagus. Hal itu, yang menurutnya harus terus diasah terus.

"Karena sebenarnya dengan menjadi juara, membuktikan bahwa dia pantas dan layak untuk bisa masuk dalam jajaran top dunia," tuturnya.

Menurut Susy, yang harus terus diasah yakni, bagaimana pola permainan dan strategi  pada saat dibawah tekanan. Karena dari evaluasi kekalahan sebelumnya, saat kedua pemain ini dibawah tekanan, mereka sulit untuk bisa keluar.

"Berbeda pada saat mereka unggul, mereka bermain luar biasa dan enak dilihat. Seperti di Australia ini. Saya lihat ini lebih ke bagaimana mereka bisa menerapkan pola dan strategi yang pas pada saat yang tepat. Kita butuh kerja keras, pekerjaan rumahnya adalah mempertajam kelebihan mereka dan mematangkannya," paparnya. (bam)

Baca Juga


Berita Terkait

Raket / Di Atas Kertas, Gelar Itu Gak Boleh Lolos

Olahraga / Pelatih Lihat Kelemahan Ginting, Masih Banyak Matinya Sendiri

Total Sport / Anthony- Gloria Mengecewakan

All Sport / PBSI Harus Berbenah

Raket / Kevin/Marcus Gagal ke Final


Baca Juga !.