All Sport

Mengalami Cedera, Zohri Terancam Batal ke Doha

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Mengalami Cedera, Zohri Terancam Batal ke Doha - All Sport

indopos.co.id - Pengurus Besar Pesatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) fokus mengejar pemulihan lutut sprinter nasional Lalu Muhammad Zohri. Pasalnya, lelaki 18 tahun ini ditargetkan bisa tampil di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 Doha, Qatar, 27 September-6 Oktober. 

Zohri menderita cedera lutut ringan usai tampil di Golden Grand Prix 2019 Osaka, bulan lalu. 

Hal ini membuatnya tidak bisa turun pada nomor 100 m putra dan tim estafet di Kejuaraan Asian Grand Prix 2019 ChongQing, China, awal Juni.

Kepala Pelatih Lari Jarak Pendek Indonesia Eni Nuraini mengatakan PB PASI memiliki concern penuh terhadap cedera Zohri. Terlebih, Zohri sudah memastikan tempat untuk tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

"Alhamdulillah akan ditangani secara baik dan tentu saja kami sangat berhati-hati karena takut cedera serius. Namun cedera Zohri tampaknya tidak mengkhawatirkan jadi saya mohon doanya agar lekas pulih," kata Eni dihubungi, kemarin.

Sebelumnya,  Zohri meraih tiket Olimpiade Tokyo saat finis di urutan dua final 100 m putra di Golden Grand Prix 2019. Kala itu, ia membukukan 10,03 detik dan memenuhi catatan kualifikasi limit yang telah ditetapkan Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) yakni 10,05 detik.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung juga menjelaskan akan berupaya semaksimal mungkin demi kesembuhan fisik Zohri. Ia meminta kepada semua pelatih untuk mengutamakan kebugaran atlet di mana pun.

"Prestasi itu pasti akan mengikuti dengan latihan tekun, tai kalau sudah terjadi apa-apa itu yang bahaya. Semoga Zohri lekas pulih karena kami belum bisa memberikan kapan ia bisa pulih total," terang Tigor.

Indonesia memang menggantungkan asa kepada Zohri. Bukan hanya dari nomor 100 m saja, Zohri juga diharapkan bisa membawa tim estafet menuju Tokyo. Hanya saja, dengan kondisinya saat ini hal tersebut sukar terealisasi.

Dengan absennya Zohri, Merah Putih hanya berhasil membawa dua medali perunggu dari Kejuaaan Asian Grand Prix 2019. Tim estafet yang diperkuat Bayu Kertanegara, Mochammad Bisma Diwa Abina, Eko Rimbawan, dan Joko Kuncoro mencatatkan waktu 39,61 detik dan finis ketiga. Mereka kalah saing dengan Tiongkok (38,93 detik) dan Thailand (39,13 detik).

Perunggu kedua disumbangkan Eki Febri Ekawati di nomot tolak peluru putri usai melempar 15,25 m. Ia kalah bersaing dari wakil tuan rumah Bian Ka (17,23 m) dan Jiayuan Song (16,45 m).

"Hasil yang diraih anak-anak pastinya tetap kami apresiasi tetapi selalu ada evaluasi dan catatan setelah mengikuti kejuaraan. Ke depan mereka harus lebih siap lagi, baik mental maupun kondisi fisik," ujar Tigor. (bam)

Baca Juga


Berita Terkait

All Sport / Zohri Dapat Apresiasi dari Kampung Halaman

All Sport / Asa untuk Zohri, Bisa Tembus 9 Detik

All Sport / Rekornya Dipecahkan Sprinter Muda Zohri, Ini Kata Suryo Agung

All Sport / Sprinter Andalan Indonesia Ini Sempat Hilang Konsentrasi


Baca Juga !.