Megapolitan

Tersangka Vandalisme Masjid di Jaksel Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Redaktur:
Tersangka Vandalisme Masjid di Jaksel Diduga Mengalami Gangguan Jiwa - Megapolitan

Foto: Net

indopos.co.id - Tidak ada kejahatan yang sempurna dan tidak meninggalkan bukti. Sehingga setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak. Seperti halnya pada kasus vandalisme pada dua masjid di wilayah Jakarta Selatan.

Meski mengenakan helm dan jaket agar tidak terlihat CCTV, namun tersangka berinisial DJF, 35, dapat ditangkap oleh polisi. ”Kami bekuk terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum (Vandalisme).

Tersangka ditangkap pada 1 Juni sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, Selasa (11/6/2019) siang.

Pada kasus vandalisme, pelaku melakukan pencoretan di dua masjid yakni Masjid Nurul Falah dan Al Hikmah pada 18 April 2019. ”Tersangka melakukan aksinya dengan cara menyemprotkan cairan pilox warna merah ke dinding tembok dan tiang mesjid membentuk gambar menyerupai. Dicoret dengan gambar kemaluan laki-laki,” ungkap Indra.

Dalam aksinya, tersangka melakukan seorang diri. Dari hasil pemeriksaan diketahui sebelum beraksi tersangka sempat bertengkar dengan ayahnya. Sehingga tersangka kesal kemudian pergi mengendarai motor dengan nomor polisi B 6930 SNP.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib menambahkan, aksi tersebut dilakukan usai salat subuh. Pelaku menggunakan helm dan jaket lalu melakukan pencoretan lalu pergi.

Tersangka juga diduga mengidap penyakit gangguan kejiwaan, stres atau skizofrenia berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter Polri. ”Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan atas kondisi kejiwaan tersangka di RS Bhayangkara Tk. 1 Raden Said Soekanto,” ucap Andi.

Gangguan kejiwaan itu diduga sudah dialami tersangka sejak 2010. Dikarenakan ibu tersangka pergi meninggalkan dia dan ayahnya.”Itu menurut keterangan dari keluarga,” terangnya. Atas kasus ini, Kepolisian juga akan meminta keterangan ayah tersangka. Sebab, setelah melakukan aksinya, tersangka hanya berdiam diri di rumah. Selain itu, pada pemeriksaan, keterangan tersangka berubah-ubah saat ditanya oleh petugas Kepolisian.

Namun, Andi menjamin pelaku vandalisme adalah tersangka DJF. Sebab, barang bukti berupa jaket dan hel dan barang-barang yang digunakan berhasil didapatkan dari tersangka. Meski saksi di tempat kejadian tidak mampu melihat wajah tersangka. ”Dan dua saksi kunci yang melihat ciri-ciri tersangka juga telah dimintai keterangan,” sambungnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 156a KUHP dan atau pasal 156 KUHP dan atau pasal 157 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Jakarta Raya / Kuras Isi ATM Milik Korban 2 Pria Ini Diteriaki Korbannya


Baca Juga !.