Megapolitan

Ditinggal Mudik, Penataan Kawasan Kemang Molor

Redaktur:
Ditinggal Mudik, Penataan Kawasan Kemang Molor - Megapolitan

BELUM MULAI - Penataan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan baru akan dimulai akhir bulan ini. Foto: Dok/INDOPOS

indopos.co.id – Penataan kawasan Kemang, Jakarta Selatan terus dikebut. Rencananya penataan dan pelebaran trotoar kawasan Kemang dimulai pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Binamarga DKI Jakarta Hari Nugroho menjelaskan, molornya penataan kawasan Kemang disebabkan karena banyak pekerja yang belum pulang dari mudik Lebaran. ”Kita akan mulai dari Jalan Kemang I menuju Kemang Dalam. Ini akan kita mulai akhir bulan ini,” beber Hari Nugroho di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dia menyebutkan, penataan trotoar di kawasan Kemang bakal dilebarkan hingga lima Meter. Tentu penataan tidak akan merubah ukuran jalan utama. Pada penataan nanti, menurutnya akan menimbulkan kemacetan. “Kita sudah antisipasi dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Rekayasa lalin akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Penataan kawasan Kemang, dikatakan Hari ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini. Usai penataan kawasan, menurut Hari pihaknya baru akan melakukan penataan kendaraan pribadi.

Lebih jauh Hari mengungkapkan, untuk penataan kawasan Kemang sedikitnya Pemprov DKI telah mengalokasi anggaran dari APBD hingga Rp 100 miliar. Dia mengakui, pelebaran trotoar jauh lebih rumit, khususnya di Jalan Satrio. Karena kawasan tersebut bukan saja padat penduduk, tetapi complete street dengan panjang hingga 7,5 Km.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini kawasan Kemang akan menjadi pusat kegiatan budaya bila kawasan itu selesai ditata. Penataan kawasan tersebut nantinya akan dibarengi dengan pemafaatan trotoar sebagai tempat ekspresi budaya. ”Penataan jalan di kawasan Kemang kita harap bisa jadi salah satu pusat kegiatan kebudayaan. Karena, di trotoar-trotoar nanti bisa jadi tempat ekspresi budaya,” ujarnya.

Anies mengatakan, penataan kawasan Kemang yang tersebut akan berorientasi kepada pejalan kaki. Dengan demikian penataan kawasan tersebut bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Kemang yang selama ini dikenal sebagai sentra wisata kuliner. ”Kita ingin kawasan Kemang bisa menjadi magnet bagi kegiatan wisata masyarakat,” katanya. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / IMB Reklamasi, Melihat Aktivitas Pulau D di Teluk Jakarta

Megapolitan / Penghapusan Operasi Yustisi Kependudukan di DKI Diapresiasi

Megapolitan / Kualitas Udara di Jakarta Buruk karena Polusi Kendaraan Bermotor

Megapolitan / Soal Mudik Gratis, Anies: Anggaran Itu untuk Pulang Pergi

Megapolitan / Pasca-Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di DKI Stabil


Baca Juga !.