Feature

Janji Belanda di Kaki Ciremai

Redaktur: Juni Armanto
Janji Belanda di Kaki Ciremai - Feature

TERAWAT - Suasana di ruang Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Foto: Akbar Budi P/indopos

Di kaki Gunung Ciremai. Empat ratus meter di atas permukaan laut. Berdiri sebuah bangunan tua yang masih terawat. Saksi hengkangnya Belanda dari Indonesia.

AKBAR BUDI Prasetia, Cirebon

Gedung ini berdiri sejak 1930. Namun bangunan tua ini masih berdiri kokoh. Namanya Gedung Perundingan Linggarjati. Lokasinya di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Ciremai. Di atas ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (MDPL).

’’Tata ruang tidak ada yang berubah. Sesuai saat perundingan. Sesuai dengan saksi hidup. Kita hanya tiga kali renovasi bagian atas (atap),’’ terang Maman Rukmana, pemandu wisata Gedung Linggarjati kepada INDOPOS, Jumat (7/5/2019).

Di ruang tengah terdapat patung delegasi Indonesia Sutan Syahrir, MR. Soesanto Tirtoprodjo, D.R A.K Gani, dan MR. Mohammad Roem. Mereka sedang berunding dengan delegasi Belanda Prof. DR. MR. Scmerhorn, Dr. Van Mook, Mr. Van Pool dan Dr. F. DE Boer. Mediatornya Lord Killearn asal Inggris.

Di ruang itu juga terdapat tempat duduk para saksi yang ikut perundingan Linggarjati. Saksi itu bernama Dr. Leimena, Dr. Soedarsono, Mr. Amir Syariffudin, dan Mr. Ali Boediardjo. Perundingan dilaksanakan selama 3 hari. Dari 11 sampai 13 November 1946,’’ pungkas dia sembari berjalan menujukkan tempat tidur para delegasi Indonesia di sebelah timur dari tempat perundingan.

Tepilihnya Jawa Barat sebagai tempat perundingan Linggarjati berkat Menteri Sosial pertama Indonesia bernama Maria Ulfa Santoso.

’’Ibu Maria Ulfa Santoso yang merupakan Menteri Sosial pertama. Mengusulkan ke Perdana Menteri, Sultan Syahrir. Perundingan harus dilakukan di tempat aman dan netral. Di tengah-tengah antara Jakarta dan Jogja,’’ terang Maman sembari menunjukkan foto Mensos pertama Indonesia Maria Ulfa yang terpajang tak jauh dari ruang perundingan.

’’Bu Ulfa merupakan Sarjana Hukum pertama. Ini ada gelarnya MR. MR Gelar Sarjana Hukum tempo dulu. Ia merupakan anak Bupati Kuningan, Mochammad Achmad,’’ lanjut Maman.

Maman menceritakan, perundingan Linggarjati dilaksanakan sangat tertutup. Yang mengetahui jalannya perundingan hanya para delegasi dari dua negara, saksi, dan mediator. Perundingan kala itu dijaga ketat.

Hasil perundingan Linggarjati adalah Pemerintah Belanda mengakui de facto pemerintah Republik Indonesia atas Jawa, Sumatera, dan Madura. Kedua, pemerintah Indonesia dengan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara Republik Indonesia Serikat atau RIS. Ketiga, pemerintah RIS bekerja sama pula dengan Uni Indonesia-Belanda yang dipimpin Ratu Belanda.

Tak jauh dari ruangan Mediator asal Inggris, di dekat pintu belakang gedung tua itu terdapat foto Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Dengan slogan khas sang proklamator.

’’Ini slogan Pak Soekarno saat dilaksanakan perundingan Linggarjati, samboetlah naskah persetoedjoean dengan tenang Pro atau Kontra tetap bersatoe hindarkanlah perang-saudara,’’ kata Maman menirukan slogan Ir. Soekarno yang terdapat di foto itu.

 Saat keluar dari pintu belakang gedung Linggarjati, pengunjung dimanjakan dengan hamparan rumput luas. Banyak pohon hingga tumbuhan bunga yang tumbuh subur di sana. Serasa di Taman Bunga ala Puncak, di Jawa Barat. Berwarna-warni.

Saat ini, pengunjung sangat ramai. Anak-anak bermain dengan riang. Taman itu seakan dipenuhi senyuman. Bagai taman surga. Para orang tua sibuk berswafoto dengan keluarga kecilnya hingga sanak saudara. Ada juga yang menggelar karpet untuk alas mereka duduk. Sembari menunggu sang buah hati bermain.  (*)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Miringnya Menara Syahbandar Malah Membuat Masyarakat Penasaran

Megapolitan / Teguh Sri Suseno Biasa Dipanggil Mbah Rejo, Si Pawang Hujan

Megapolitan / Hari Pertama Kerja Usai Lebaran di Lingkungan Pemprov DKI

Megapolitan / Pedagang Musiman Ambil Untung Berjualan Kue Lebaran, Ini Caranya

Megapolitan / Cerita Profesor Tono Saksono yang Meriset Waktu Salat


Baca Juga !.