Megapolitan

Usai Lebaran, Stok Ikan di Kota Bekasi Menipis

Redaktur: Syaripudin
Usai Lebaran, Stok Ikan di Kota Bekasi Menipis - Megapolitan

Foto: Net

indopos.co.id - Belum pulihnya waktu kerja usai Lebaran, membuat pasokan pangan di Kota Bekasi mulai menipis. Salah satunya pasokan ikan konsumsi yang menurun hingga 5 kuintal setiap harinya usai Lebaran tahun ini. Penyebabnya, distribusi pengiriman belum normal seperti hari biasanya.

”Memang ada penurunan stok pangan untuk ikan konsumsi. Hal ini dikarenakan belum stabilnya pengiriman dari daerah asal usai Lebaran,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaeman, Selasa (11/6/2019).

Dia memaparkan, jika normal Kota Bekasi menerima stok ikan mencapai 20 kuintal setiap harinya. Tapi beberapa hari usai Lebaran ini, stok ikan konsumsi hanya 15 kuintal. Jadi ada kekurangan 5 kuintal. Penurunan stok juga terjadi pada pasokan ikan gabus. Yang biasanya 20 kuintal kini hanya tersisa 15 kuintal dalam sehari.

”Rata-rata pengiriman ikan memang menurun 5 kuintal,” jelasnya juga. Meski begitu, Momon mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk menambah stok ikan tersebut. Tapi, untuk mensiasti kekurangan ikan tahun depan pemerintah daerah berencana membuat kolam benih ikan.

Menurutnya, lahan yang dibutuhkan sudah ada yakni seluas tiga hektare di daerah Kecamatan Jatiasih, dan Kecamatan Bantargebang. ”Agar Kota Bekasi bisa menyuplai kebutuhan ikan warganya. Tidak tergantung dari daerah lain," ujarnya juga.

Selama ini, diakui Momon, Kota Bekasi memang bergantung dengan daerah lain untuk pasokan ikan. Semisal, untuk pasokan ikan lele dari Lampung, dan Palembang. Begitu juga pasokan ikan gabus yang dipasok dari Sukabumi. ”Kita masih dipasok daerah lain. Makanya dengan kolam benih ada, mudah-mudahan bisa produk sendiri," ujarnya.

Berbeda dengan pasokan beras. Untuk stok bahan pokok itu sejak Ramadan lalu masih relatif aman. Tidak ada penurunan pasokan. ”Karena masing-masing daerah sudah ditekankan oleh pemerintah pusat untuk menstabilkan pasokan beras selama Ramadan dan Lebaran,” jelasnya juga.

Hanya saja khusus untuk stok beras, kata Momon lagi, Kota Bekasi memiliki sawah yang luasnya mencapai 2 hektare. Jadi, setiap Lebaran pemerintah daerah hanya menyumbang 16 persen dari kebutuhan stok beras untuk warganya. ”Kalau beras kita sudah punya sawah sendiri,” tuturnya.

Pengamat sosial dari Universitas Islam 45, Tatik Yuniarti mengatakan, minimnya stok pangan biasanya akan mempengaruhi harga. Jadi, bila stok suatu barang sulit ditemukan, maka harganya akan melambung tinggi. ”Tetap yang kasihan masyarakat, karena kebutuhan pangan itu diperlukan setiap harinya," katanya.

Tatik juga menjelaskan, seharusnya Pemkot Bekasi malu dengan pasokan ikan gabus yang berasal dari luar daerah. Karena, ikan gabus merupakan masakan khas warga Kota Bekasi. ”Masa makanan khas, tapi ikannya dari daerah lain," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Lebih Banyak yang Datang, Dibandingkan Pergi

Megapolitan / Cari Kerja, Jutaan Pendatang Baru Serbu Bogor

Megapolitan / Pendatang Baru di Jakarta Didominasi dari Provinsi Ini

Nasional / Udara Mahal, Darat Macet, Ternyata Laut jadi Idaman Pemudik

Nasional / Tim Basarnas Terjunkan Tim Rescue di Yogya


Baca Juga !.