Megapolitan

Pendangkalan Waduk Pluit Jadi Evaluasi untuk Gubernur

Redaktur:
Pendangkalan Waduk Pluit Jadi Evaluasi untuk Gubernur - Megapolitan

TIDAK SEPELE - Tampak Waduk Pluit dari ketinggian yang mengalami pendangkalan pada Selasa (11/6/2019). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA

indopos.co.id - Kondisi Waduk Pluit menjadi perbincangan di media sosial belakangan ini. Hal itu diawali ketika Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti me-retweet sebuah postingan yang memperlihatkan pendangkalan pada waduk yang berada di Jakarta Utara di pada Senin (10/6/2019).

Menanggapi hal ini, Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) Muhlis Ali mengatakan, Waduk Pluit memiliki fungsi yang sangat vital untuk menjadi penampung dan wadah air hujan. Apalagi wilayah DKI Jakarta menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

”Sadar bahwa ibu kota selalu menjadi langgan banjir, harus dilakukan pemeliharaan secara berkala, dan waduk-waduk yang mengalami kedangkalan harus segera di normalisasi dengan melakukan pengerukan, apalagi lagi sebentar lagi akan masuk musim hujan. Termasuk Waduk Pluit juga harus dinormalisasi secepatnya,” ujar Muhlis, Rabu (12/6/2019).

Muhlis mengatakan, tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak bisa melakukan perbaikan dan normalisasi waduk dan sungai serta kali yang ada di wilayah ibu kota. Karena Pemprov DKI Jakarta memiliki dana APBD triliunan rupiah untuk melakukan pemeliharan, perbaikan dan normalisasi waduk, kali dan sungai.

”Gubenur DKI Jakarta sebagai penanggung jawab pemerintahan, harus segera mengevaluasi kinerja dinas terkait. Kalau tidak becus harus diganti, mengingat fungsi sungai, kali dan waduk di wilayah DKI Jakarta sangat vital untuk mengantisipasi agar banjir tidak meluas,” tegasnya.

Saat ini, Waduk Pluit terlihat tinggi muka air berada di low water level dari waduk. Juga terlihat sedimen lumpur yang membentuk pulau-pulau kecil di tengah-tengah waduk. Di atasnya tertutup tumpukan-tumpukan sampah.

Tumpukan sampah juga terlihat dari arah permukiman warga yang berbatasan langsung dengan area waduk. Bau busuk tercium dari waduk tersebut, terutama ketika angin berhembus.

Kondisi serupa juga masih ditemui pada Selasa (11/6/2019). Sedimen-sedimen lumpur di waduk itu makin banyak di lokasi waduk. Bau lumpur pun makin kuat tercium di sana.

Pada Selasa siang, Menteri Susi kembali mengunggah postingan yang membahas mengenai kondisi Waduk Pluit melalui akun Twitter nya @susipudjiastuti.

Kali ini ia mengingatkan janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membersihkan seluruh waduk yang ada di wilayah Jakarta. ”Kawan-kawan semua, berita di atas saya retweet untuk mengingatkan janji lomba saya dengan Pak Sandi Uno. Saya mau lomba dengan janji Pemda Provinsi Jakarta akan bersihkan waduk-waduk di Jakarta,” tulis Susi dalam kicauannya di Twitter pada Selasa (11/6/2019) siang. ”Saya senang Waduk Sunter dibersihkan dan bersih. Tentunya anda juga senang kalau waduk-waduk lainnya juga bersih,” lanjutnya.

Dalam lanjutan twitnya, Susi mengemukakan, dirinya tidak bermaksud untuk membuat polemik ataupun masalah politik ketika me-retweet gambar kondisi waduk pluit kemarin.

Ia mengatakan, saat dirinya berlomba renang di danau Sunter dengan Sandaiaga Uno ketika Sandiaga masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI, danau tersebut dibersihkan sehingga cantik dan nyaman.

Setelah Sandiaga kalah dari Susi dalam perlombaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta kemudian berjanji akan membersihkan waduk-waduk lainnya di Jakarta. ”Ya saya ingin itu dilaksakan. So stop berantem dan menghujat,” tulisnya.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal menerangkan pendangkalan waduk pluit akibat musim kemarau.

Tapi dia menjamin, pengerukan sudah dilakukan, dan ditarget Oktober nanti tuntas. ”Kita sudah mulai penggerukan di Waduk Sunter dan Pluit. Rencananya penggerukan kita lakukan di semua waduk di Jakarta,” terangnya.

Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta juga telah mengerahkan 6 unit eskavator amfibi dan rencananya akan ditambah jumlahnya menjadi 13 unit untuk memaksimalkan pengepokan sedimen di kawasan Waduk Pluit. Adapun metode dilakukan dengan cara mengeruk secara estafet menuju pinggir waduk untuk selanjutnya diangkat maupun dibentuk menjadi tanggul.

Namun, proses pemeliharaan Waduk Pluit melalui pengepokan sempat mengalami kendala karena masa libur Lebaran dan musim kemarau. Dengan wilayah waduk yang cukup luas, alat-alat yang digunakan untuk mengangkut hasil pengerukan tidak bisa langsung dibawa ke pinggir waduk.

Upaya pengepokan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta di Waduk Pluit terus dilakukan agar dapat menampung air hingga berada pada ketinggian maksimal 3 meter. (wok)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / MRT Jakarta Belum Optimal, Integrasi Moda Transportasi Minim

Megapolitan / Makam Pangeran Jayakarta Segera Direstorasi

Megapolitan / Polemik IMB Pulau Reklamasi, Anies Tak Jauh Beda dari Rezim Dulu

Megapolitan / Siapapun Gubernurnya, Pembangunan Pulau Reklamasi Jalan Terus

Megapolitan / Saat Mudik, 411 Pengemudi Dinyatakan Tidak Laik Berkendara

Megapolitan / Berlindung di Balik Pergub yang Dibuat Ahok


Baca Juga !.