Megapolitan

Liburan Sekolah, Museum dan RPTRA jadi Destinasi Wisata

Redaktur:
Liburan Sekolah, Museum dan RPTRA jadi Destinasi Wisata - Megapolitan

BELUM SEKOLAH - Sejumlah anak berfoto di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Pada masa libur sekolah sejumlah tempat seperti Kota Tua Jakarta dipadati wisatawan. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA

indopos.co.id – Musim libur Lebaran bagi anak-anak sekolah belum tuntas. Banyak masyarakat memanfaatkan libur panjang tersebut untuk berekreasi. Di Jakarta, Museum Bahari dan Taman Arkeologi Onrust bisa menjadi rujukan untuk mengisi libur sekolah.

Sejak pagi, pengunjung kedua tempat wisata edukasi ini sudah menyemut. Mereka antre di loket masuk. Padahal saat bulan Ramadan kedua tempat wisata ini terbilang sepi pengunjung. “Sudah enggak sabar, ayo buruan antre,” celetuk salah seorang pengunjung Museum Bahari di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Petugas dengan sigap memberikan layanan kepada pengunjung. Agar pengunjung tidak berdesakan, petugas kemudian membagi antrean menjadi beberapa lajur. “Tolong antre, jangan berebut. Biar tidak kepanasan, satu satu ya,” ungkap salah satu petugas.

Pengunjung yang sudah mendapatkan tiket pun antre masuk melalui gate yang tersedia. Pengunjung semringah masuk tak sabar melihat koleksi museum bahari. Rata-rata jumlah pengunjung museum Bahari 165 orang per hari. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan jumlah pengunjung saat bulan Ramadan yang hanya 36 orang per hari. “Cuaca sangat mendukung untuk masyarakat berkunjung ke museum bahari,” ungkap Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Husnison Nizar.

Peningkatan jumlah pengunjung di museum bahari, menurutnya mencapai empat kali lipat. Peningkatan jumlah pengunjung tersebut juga didukung oleh upaya sosialisasi melalui media sosial.

Lebih jauh Nizar mengungkapkan, Situs Marunda dengan Rumah Si Pitung dan Masjid Al Alam di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menurut Husnison paling banyak dikunjungi wisatawan di antara destinasi wisata dalam unit pengelolaan Museum Kebaharian Jakarta.

Diakui, pekan terakhir Ramadan yang lalu pengunjung situs tersebut rata-rata hanya 13 orang per hari. Tetapi sampai sepekan paska Lebaran pengunjungnya meningkat sangat tajam mencapai 750 orang per hari. “Pengunjung terbanyak pada akhir pekan dengan jumlah pengunjung 972 dan 974 orang per hari,” bebernya.

Kepala Satuan Pelayanan Museum Bahri Ahmad Surya menambahkan, tidak semua pengunjung museumnya sempat naik ke Menara Syahbandar. “Kira-kira 25 persen pengunjung naik ke menara. Lainnya langsung beli karcis masuk di museum,” kata Surya.

Saat ini di museum Bahari, masih ujar Surya masih diselenggarakan pameran pasar rempah–rempah. Rencananya pameran akan berakhir pertengahan Juni mendatang. Hampir semua pengunjung Museum Bahari sempat menikmati pameran temporer di lantai dasar Gedung A yang dibangun tahun 1719 tersebut.

Di tempat terpisah Kepala Satlak Konservasi dan Edukasi UP Museum Kebaharian Jakarta Eko Hartoyo menyebutkan, pada musim liburan sekolah dan lebaran ini begitu banyak wisatawan mengunjungi Kota Tua Jakarta. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 6ribu sampai 18 ribu orang.

Pengamat Pariwisata dan Budaya Dirman Surachmat berpendapat pengunjung Kota Tua sungguh rugi apabila tidak berkunjung langsung ke Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sebab kedua destinasi wisata pesisir itu juga bagian dari Kota Tua yang paling awal dari perkembangan kota Batavia setelah Kota Jayakarta di seberang baratnya.

Tidak hanya museum, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi oleh masyarakat utamanya sekitar Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak. Bahkan, RPTRA ini juga ramai pengunjung saat libur Lebaran tiba.

Pengelola RPTRA Bahari Dea, saat diwawancarai di lokasi pada Rabu (12/6/2019) siang. Dea menuturkan, saat libur lebaran, RPTRA Bahari juga menjadi salah satu destinasi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas.

”Di sini ada masyarakat bisa bermain bola, membaca buku di perpustakaan. Jadi fasilitas yang ada betul-betul dimanfaatkan oleh mereka,” ujarnya.

Dea menambahkan, selain fasilitas, masyarakat juga kerap mengikuti berbagai kegiatan yang ada di RPTRA, seperti Bimbel Bahasa Inggris, latihan Pencak Silat, latihan Futsal, serta program baru yakni RPTRA Ashar Mengaji.

”Untuk kegiatan bimbel di lakukan setiap hari Rabu jam 4 sore sampai jam 5 sore. Pencak Silat Sabtu dan Minggu, dan Futsal Sabtu dan Minggu. Untuk RPTRA Ashar Mengaji dilakukan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu yang dimulai dari jam 4 sore,” katanya.

Dea berharap kegiatan di RPTRA Bahari ini terus berjalan, agar terus dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. ”Tentunya kita ingin kegiatan-kegiatan yang ada di RPTRA Bahari ini tidak hilang. Manfaatnya besar bagi masyarakat terutama di wilayah Kelurahan Gandaria Selatan,” tandasnya. (nas/ibl)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.