Politik

AHY dan Prananda Digadangkan sebagai Calon Ketua Umum Partai

Redaktur: Riznal Faisal
AHY dan Prananda Digadangkan sebagai Calon Ketua Umum Partai - Politik

CALON KETUA UMU - Agus Harimurti Yudhoyono, Prananda Prabowo yang digadangkan sebagai calon ketua umum di masing-msing partainya

indopos.co.id - Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong partai berlambang mercy melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Langkah serupa dilakukan PDIP yang mempercepat penyelenggaraan Kongres V dari 2020 menjadi tahun ini. Akankah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Prananda Prabowo menjabat ketua umum partai itu?

Informasi yang dihimpun, dorongan GMPPD melakukan KLB agar Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum Partai Demokrat segera menunjuk Komandan Kogasma itu untuk menggantikan posisi ayahnya itu.

Salah satu inisiator GMPPD, Max Sopacua menjelaskan, para senior prihatin dengan perolehan suara Partai Demokrat yang anjlok ke angka 7,7 persen pada Pemilu legislatif 2019. Padahal, pada Pemilu 2014 lalu perolehan suara partai mercy mencapai 10,9 persen.

"Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat," ujarnya didampingi sejumlah pendiri dan senior partai lainnya seperti Ahmad Mubarok, Ahmad Jaya, Ishak, dan sejumlah tokoh senior lain dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Selain menyoroti perolehan suara Partai Demokrat, kata Max, para senior tersebut juga menyoroti pengurus Demokrat di lingkaran SBY yang kerap menyampaikan pernyataan kontroversial. Ada tiga nama yang menjadi sorotan, yakni Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean dan Andi Arief.

"Mereka kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan, membenturkan PD (Partai Demokrat, Red) dengan partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnva terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD," paparnya.

Demi untuk penyelamatan Partai, lanjutnya, para senior ini akan segera menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional untuk memanggil dan mengundang para kader dan keluarga besar PD yang pernah bersama dan berjuang mendirikan. Targetnya adalah agar PD menggelar Kongres Luar Biasa, forum tertinggi untuk memilih ketua umum dan jajaran pengurus. Normalnya, Kongres PD baru akan digelar pada 2020. Namun, para senior mendorong Kongres Luar Biasa digelar pada tahun ini.

"Kami mendorong dan melaksanakan suksesnya KLB selambatnya pada 9 September 2019 mengingat telah berakhirnya Pemilu 2019 dan memasuki masa Pilkada 2020 demi mengembalikan kejayaan PD di 2024," imbuhnya.

Saat ditanya siapa yang berpeluang untuk mengisi posisi ketua umum Demokrat selanjutnya? Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menyebut nama putera SBY yakni, AHY.

Menurut dia, SBY sebagai ketua umum PD saat ini bisa saja menunjuk putera sulungnya itu. Namun, tetap harus disetujui oleh mayoritas peserta kongres. "KLB kita tidak susah-susah, Pak SBY tinggal minta AHY untuk memimpin partai ini," tandasnya.

Wakil Sekretaris Partai Demokrat Rachlan Nashidik menanggapi santai soal kritikan GMPPD. Dia mengaku bakal berkomunikasi dengan para kader senior tersebut. Menurut Rachlan, wajar jika dalam satu partai terdapat perbedaan pandangannya. Karena itu dirinya akan berkomunikasi langsung dengan para senior di Demokrat.

"Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka tentang menjaga marwah partai. Namanya juga partai politik. Perbedaan pandangan wajar," tutur Rachlan kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (13/6).

Kendati demikian, Rachlan tetap menyindir para kader senior yang mengkritiknya. Dia seolah menganggap tidak sepatutnya GMPPD menyatakan sikap di hadapan pers mengenai perbedaan pandangan sebagai sesama kader.

"Apakah menyampaikan pandangan koreksi secara terbuka seperti yang mereka lakukan, padahal bisa dilakukan tertutup, tidak justru mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain?," tutur Rachlan.

Para kader senior Demokrat yang tergabung dalam GMPPD juga meminta Rachlan meminta maaf atas sikapnya selama ini. Mengenai hal itu, Rachlan tidak menjawab tegas apakah bakal melakukan apa yang didambakan para kader senior atau tidak. "Sudah. Namanya Lebaran, orang meminta dan memberi maaf. Termasuk saya," kata Rachlan.

"Selebihnya saya no comment. Saya tidak mau berbantahan dengan sesama kader di hadapan orang lain," tambah dia.

Sedangkan gelagat kakak kandung Puan Maharani bakal menggantikan Megawati Soekarnoputri terlihat dari surat undangan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dalam rangka persiapan Kongres ke-V partai moncong putih di Bali ditandatangi oleh Prananda Prabowo dan Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP.  

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno membenarkan Kongres ke-V dipercepat di 2019 ini. Padahal, kongres tersebut mulanya akan digelar pada 2020. Rencananya akan digelar pada 8-10 Agustus di Bali. "Betul. Rencana 8-10 Agustus di Bali. Info lanjut bisa ditanyakan kepada Sekjen," ujar Hendrawan kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Hendrawan tidak menjelaskan apa yang menjadi alasan Kongres V dipercepat. Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang memiliki kewenangan menyampaikan. "Sekjen yang diberi tugas menyampaikannya kepada media," ucapnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Kongres PDIP salah satu agenda pentingnya membahas pergantian ketua umum partai.  Hasto mengaku, persiapan kongres tengah berjalan. Namun, sebelum melaksanakan kongres, partainya terlebih dahulu melaksanakan rapat kerja nasional (Rakernas).

"Surat undangan Rakernas sudah kita sebar dan dijadwalkan dilakukan pada 19 Juni ini. Surat iutu ditandatangani oleh Prananda Prabowo selaku ketua dan saya selaku Sekjen," tuntasnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Hakim MK Minta Kuasa Hukum PDIP Tidak Cerewet

Politik / Kursi Menko Perekonomian Catut Dua Nama Usulan PDIP

Politik / Jokowi Menang, Demokrat Belum Tentukan Sikap Politik

Politik / Puan Sebut Posisi Ketua DPR Diputuskan Ketum PDI Perjuangan

Politik / Kata Hasto, PDIP akan Benahi Struktur

Politik / Mega bakal Pimpin PDIP Lagi


Baca Juga !.