Megapolitan

Lahan di Tengah Kota Jaksel jadi Sawah

Redaktur:
Lahan di Tengah Kota Jaksel jadi Sawah - Megapolitan

Foto: Net

indopos.co.id - Lantaran minim lahan kosong, jajaran Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan memaksakan lahan milik Pemprov DKI menjadi lokasi urban farming. Lahan seluas 800 meter persegi yang terletak di sekitar Perumahan Bukit Mas itu hebatnya ditanami padi.

Lurah Bintaro, Dimas Prayudi menjelaskan benih padi yang ditanam jenis varietas IR 64 yang berkualitas baik. Harga jual di pasaran pun cenderung mahal, sekitar Rp 120 ribu per 10 kilogram.

Kendati masih bersifat percobaan, Dimas menuturkan, urban farming tanaman padi ini akan menambah kelengkapan jenis lain yang sudah ditanam kelurahan bersama masyarakat. ”Kita telah memiliki urban farming untuk tanaman kacang, jagung, bayam, dan juga timun. Jadi dengan adanya tanaman padi ini urban farming kita akan semakin beragam,” kata Dimas kepada INDOPOS, Kamis (13/6/2019).

Luas lahan urban farming milik Kelurahan Bintaro sekitar 5.000 meter persegi, yang merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, sebagian ditanami tanaman lainnya, tidak hanya padi. ”Jadi kita masih mencoba terlebih dahulu apakah cocok atau tidak. Kalau hasilnya bagus, maka akan kita teruskan,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan, Marullah Matali melakukan panen jagung dan kacang tanah pada urban farming di Perumahan Bukitmas Village. Hasil panen tersebut nantinya akan dijual kepada warga. ”Kalau sukses hasilnya nanti, dibuat sawah di sisa lahan. Saya melihat ini sebuah inovasi untuk memanfaatkan lahan kosong dapat digunakan untuk lahan pertanian,” kata Marullah.

Dia berharap wilayah lainnya juga ikut tertular kreativitas yang dibuat oleh Kelurahan Bintaro. Terutama mengembangkan urban farming di lahan-lahan kosong agar lebih produktif. ”Semoga dengan kreativitas teman-teman di Kelurahan Bintaro ini bisa menular ke kelurahan lainnya untuk juga memanfaatkan lahan kosong sebagai penghijauan, maupun produktivitas pertanian,” sambungnya.

Tini warga Kelurahan Bintaro mengungkapkan, dirinya merasakan manfaat dari adanya area perkebunan tersebut. Selain lingkungan menjadi semakin asri, hasil panen yang rutin dilakukan pun ia rasakan. ”Senang lihat ada kebun di tengah kota begini, udara juga semakin bersih. Saya berharap pemerintah dapat terus mengembangkan lahan-lahan yang kosong di jadikan perkebunan seperti ini, apalagi bisa sebagai pembelajaran anak-anak dalam mengenal tanaman sayur-sayuran,” harapnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / YLBHI Nilai Penerbitan IMB Pulau D Tak Perhatikan Banyak Aspek

Megapolitan / Rusunawa Pasar Rumput Sedikit Lagi Rampung

Megapolitan / Pemprov Data Ulang Cagar Budaya di Jakarta

Megapolitan / Jakarta Berkontribusi pada Inflasi Nasional


Baca Juga !.