Internasional

Bukti Penyerangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Redaktur:
Bukti Penyerangan Kapal Tanker di Teluk Oman - Internasional

KEAMANAN-Awak kapal tanker diselamatkan angkatan laut Iran yang menjadi sasaran dalam serangan di Teluk Oman. Foto: TASNIM / AFP

indopos.co.id - Rekaman video yang dimiliki Militer Amerika Serikat dirilis. Dalam video itu menunjukkan sebuah kapal patroli militer Iran mendekati satu dari dua tanker yang diserang di Teluk Oman. Video tersebut untuk mendukung klaim pemerintahan Trump bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan, Kamis (13/6/2019) pagi.

Rekaman hitam putih yang diambil dari udara menunjukkan sebuah perahu militer kecil di samping Kokuka Courageous milik Jepang. Saat itu, seseorang berdiri di haluan perahu untuk memindahkan objek dari lambung kapal. Perahu kecil itu kemudian menarik diri dari tanker.

Kapal itu dinyatakan, sebuah kapal patroli Pengawal Revolusi Iran yang mendekati kapal tanker setelah diserang. Objek yang dipindahkan adalah sebuah ranjau limpet yang tidak meledak.  Serangan tersebut memicu ketegangan antara AS dan Iran, yang berada dalam perselisihan yang berubah-ubah. Itu terungkap setelah Washington memberlakukan sanksi ekonomi pada Teheran dalam upaya untuk memaksakan negosiasi ulang perjanjian nuklir Iran 2015.

Insiden itu juga menambah kekhawatiran keamanan terhadap kapal tanker minyak yang melakukan perjalanan melalui selat Hormuz. selat Hormuz menjadi titik pertemuan untuk perdagangan minyak dan gas global, dan tampaknya telah menghentikan upaya mediasi yang dipimpin Jepang antara Teheran dan Washington.

Operator Tanker, Yutaka Katada mengatakan, kapal itu ditabrak oleh rudal. Para kru melihat benda-benda terbang sesaat sebelum diserang. Tetapi tidak mengatakan apakah rusaknya sisi kanan kapal tanker itu terjadi sebelum atau sesudah serangan. “Awak kapal melihat sebuah kapal angkatan laut Iran di dekatnya,” kata Katada.

Sebelumnya menteri luar negeri AS, Mike Pompeo menyatakan, AS percaya ledakan pada dua kapal tanker itu disebabkan oleh militer Iran berdasarkan intelijen. Dia juga mengklaim serangan memiliki tingkat kecanggihan yang tinggi sehingga tidak mungkin dilakukan oleh proxy. Namun, Pompeo tidak memberikan bukti untuk klaimnya dan tidak menjawab pertanyaan apapun setelah membuat tuduhannya.

Iran dinilai telah bertanggung jawab atas gelombang serangan sebelumnya terhadap tanker bulan lalu. Tetapi penyelidikan resmi atas insiden itu tidak menentukan siapa yang bertanggung jawab. Sebuah bom mobil pada 31 Mei di Afghanistan yang menewaskan warga sipil Afghanistan dan melukai empat tentara AS, telah dilakukan oleh Iran. Serangan itu diklaim dilakukan oleh Taliban.

Meski begitu, Tehran membantah semua tanggung jawab dan menteri luar negerinya. Javad Zarif  mengatakan, yang lain bisa mencoba untuk memprovokasi konflik antara Iran dan AS. Insiden itu terjadi ketika pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terus terang menolak usulan dimulainya kembali perundingan AS-Iran. Seperti yang disarankan oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dalam kunjungannya ke Tehran.

Abe dianggap memiliki restu dari Donald Trump dalam menawarkan untuk membuka saluran komunikasi antara AS dan para pemimpin Iran. Tapi setelah penolakan Khamenei dan serangan kapal tanker itu, Trump memposting di akun Tweeternya.

“Saya pribadi merasa bahwa terlalu dini untuk berpikir untuk membuat kesepakatan. Mereka tidak siap, dan kita juga tidak!” tulisnya.

Ledakan di Kokuka Courageous dan Front Altair milik Norwegia mendorong harga minyak naik sebanyak 4 persen dan selanjutnya dapat meningkatkan premi asuransi untuk kapal yang beroperasi di Teluk. Anggota kru dari kedua kapal diselamatkan. Seorang anggota Kokuka Courageous menderita luka bakar di tangannya dan dirawat oleh tim medis angkatan laut AS.

Mengonfirmasi keterlibatan kapal-kapalnya, Komando Sentral AS mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir upaya apa pun untuk ikut campur dalam operasinya dan bersikeras pihaknya tidak tertarik dengan konflik. Arab Saudi pun memberikan mendukung klaim Pompeo.

“Kami tidak memiliki alasan untuk tidak setuju dengan sekretaris negara. Kami setuju dengannya,” kata Menteri luar negeri Arab, Adel al-Jubeir.

Pompeo mengatakan, serangan terhadap tanker itu dimaksudkan sebagai penghinaan terhadap pemimpin Jepang. Pemimpin tertinggi Iran menolak diplomasi Abe dengan cara tidak memiliki respons terhadap presiden Trump. AS menempatkan tuduhannya di depan dewan keamanan PBB dalam sebuah sesi tertutup. Iran menanggapi dengan menuduh AS memicu ketegangan dan melancarkan kampanye sanksi yang melumpuhkan. “Tidak akan menjawab,” katanya. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Satu Korban Tewas Kecelakaan Truk Tanki BBM Belum Teridentifikasi 

Megapolitan / Truk Tanki Kecelakaan, Pertamina Terjunkan Tim Investigasi 

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi


Baca Juga !.