Megapolitan

Enam Kecamatan di Kota Bekasi Rawan Kebakaran

Redaktur: Syaripudin
Enam Kecamatan di Kota Bekasi Rawan Kebakaran - Megapolitan

LULUH LANTAK-Bekas puing-puing belasan rumah semi permanen yang terbakar di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis malam (13/6/2019). Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Kebakaran masih jadi momok di Kota Bekasi. Enam kecamatan di wilayah itu jadi daerah yang rawan amukan si jago merah. Selama Mei lalu saja, sudah terjadi belasan peristiwa kebakaran dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Enam kecamatan merah itu adalah Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Mustikajaya, Rawalumbu dan Kecamatan Bantargebang. ”Insiden kebakaran di enam kecamatan itu sudah terjadi 16 kali dalam satu bulan,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, Aceng Solahudin, Jumat (14/6/2019).

Aceng menambahkan, pemicu kebakaran disebabkan berbagai faktor. Mulai dari korsleting listrik, kelalaian seperti memasak ditinggal pergi, sampai masalah pembakaran sampah yang memicu api menjadi besar dan terjadi kebakaran. ”Paling dominan kebakaran dipicu korsleting listrik. Kebanyakan terjadi saat penghuni tidak ada di rumah,” katanya juga.

Aceng mengatakan, bangunan yang paling sering terbakar adalah rumah tinggal, setelah itu pabrik dan toko. Namun, setiap insiden yang terjadi petugas selalu mampu menjinakkan api agar tidak menjalar ke bangunan lain. 

Padahal, kata Aceng juga, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran.

Dalam sosialisasi tersebut, dia mengimbau bagi warga yang ingin meninggalkan rumah dalam waktu lama agar mencabut semua kontak listrik yang ada di rumahnya. Mereka juga diminta jangan meninggalkan kompor dalam keadaan api menyala saat bepergian keluar rumah.

”Untuk yang sering meninggalkan rumah kosong, kabel-kabel barang elektronik yang masih menempel di stop kontak sering kami imbau agar dicabut. Tujuannya menghindari korsleting arus listrik. Sudah sering kami ingatkan,” paparnya juga.

Dari 16 insiden kebakaran itu, kata dia juga, yang paling parah adalah kebakaran toko buku di Jalan Pramuka, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (24/5/2019) lalu. Saat itu, petugas sampai mengerahkan 14 armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. ”Untungnya tidak ada korban luka dan jiwa dari seluruh peristiwa kebakaran itu,” cetusnya.

Sementara itu, kebakaran juga jadi masalah serius di di wilayah Kabupaten Bekasi. Amukan si jago merah terbaru meratakan belasan bangunan rumah semi permanen di Jalan Raya Lemahabang, Desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis malam (13/6/2019).

”Dalam insiden kebakaran yang cukup besar ini tidak ada korban jiwa. Meski jumlah rumah yang terbakar cukup banyak,” terang Komandan Regu dan Tim Penyelamatan Dinas Damkar Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho, Jumat (14/6/2019).

 Dia menceritakan, pihaknya menerima laporan dari warga terjadinya kebakaran sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu juga, 14 mobil pemadam kebakaran milik Dinas Damkar Kabupaten Bekasi dikerahkan. ”15 bangunan yang terbakar berdiri di atas lahan 2.000 meter persegi,” katanya juga.

Amukan api kata dia, berhasil dipadamkan dalam beberapa jam kemudian. Kerugian materiil akibat kejadian ini belum dapat dipastikan. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting hubungan arus pendek listrik. (dny)

 

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Korban Kebakaran Tebet Rencana Tamasya ke Ancol Usai Bangunan Pulih

Megapolitan / Korban Kebakaran di Tebet Dihujani Bantuan

Megapolitan / Kebakaran di Manggarai Jaksel Hanguskan 50 Rumah

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi

Megapolitan / Permukiman Kampung Bali Matraman Terbakar

Megapolitan / 30 Rumah yang Terbakar di Cipinang akan Digusur


Baca Juga !.