Nasional

Airlangga Isyaratkan Kembali Jabat Ketum Golkar

Redaktur: Riznal Faisal
Airlangga Isyaratkan Kembali Jabat Ketum Golkar - Nasional

Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

indopos.co.id - Airlangga Hartarto mengisyaratkan akan bertahan menduduki posisi jabatan sebagai ketua umum Partai Golkar. Adanya desakan dari internal partai berlambang pohon beringin untuk mempercepat musyawarah nasional (Munas) untuk mendepaknya tak membuatnya goyah. Apalagi, dewan pakar partai kuning itu tidak setuju adanya Munas.

Ketum Partai Golkar itu menyatakan, konsisten mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga tahun 2024. Sebab, masih banyak pekerjaan pemerintah yang harus dibantu untuk diselesaikan. Apalagi, secara matematis Jokowi memenangkan Pilpres 2019.

"PR belum selesai, jadi kita lanjutkan," ujar Airlangga melalui keterangan tertulis, Jumat (14/6/2019). "PR Golkar mendampingi Pak Presiden (Joko Widodo) sampai 2024," sambungnya.

Sebelumnya, sebanyak 25 DPD I dan ratusan pengurus DPD II Golkar ingin mempercepat Munas untuk mengganti Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus. Pernyataan itu disuarakan kader Golkar, Aziz Sumual.

Namun, dukungan untuk Airlangga juga tak sedikit. Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, mendukung penuh Airlangga menjadi ketua umum jika masa jabatannya habis.

Menurut Dedi, di tangan Airlangga lah Partai Golkar bisa keluar dari permasalahan internal pengurus hingga meraih kursi terbanyak kedua skala nasional dengan total 85 kursi DPR RI.

"Pemilu 2019 telah mampu kita lalui dengan berbagai problematika yang kompleks, selama hampir tiga tahun berturut-turut, Golkar didera konflik internal, mengalami kepemimpinan ganda dan melaksanakan musyawarah nasional sebanyak empat kali," kata mantan Bupati Purwakarta itu.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono juga tak sependapat dengan usulan sejumlah pihak untuk mempercepat Musna pergantian pimpinan Partai Golkar. Dia mengatakan,  tak ada alasan untuk memajukan Munas Golkar yang sedianya dilaksanakan pada Desember 2019.

"Mungkin ada 1-2 orang yang berpendapat tapi secara luas DPD-DPD itu tidak ada. Karena mengingat pertama, memang tidak ada alasan mengajukan Munaslub, karena semua sudah berjalan sebagaimana mestinya," ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta, kemarin.

Agung juga tidak sependapat perolehan suara Golkar menurun karena gagalnya Airlangga Hartarto. Sebaliknya, Agung mengapresiasi kepemimpinan Airlangga yang mengembalikan Partai Golkar, setelah pada kepemimpinan era Setya Novanto elektabilitas Golkar sempat merosot hingga 7-8 persen.

"Dari kepemimpinan sebelumnya Golkar berada pada satu digit persentase atau hasil survei elektabilitasnya hanya sekitar 7-8 persen. Secara bertahap, melalui hasil perhitungan KPU sudah melebihi gampir 13 persen, sebuah karya yang patut diapresiasi," kata Agung.

Menurut mantan Ketua DPR itu, sebaiknya pelaksanaan Munas Golkar dilakukan sesuai jadwal yakni pada akhir Desember 2019 ini. Munas termasuk pemilihan Ketua dan perangkat lainnya.

"22 Desember adalah waktu yang sesuai untuk Munas, Munas yang sebagaimana mestinya, jadi tidak perlu dua kali kerja. Kami Dewan Pakar berpandangan tidak perlu Munaslub tapi pada Desember ada musyawarah nasional," tuntasnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Kursi Ketua MPR, Gerindra Sulit Tandingi Golkar

Headline / Nusron Wahid Pilih Dukung Bamsoet


Baca Juga !.