Lifestyle

Sering Sakit Kepala saat Merunduk? Berikut Penjelasannya

Redaktur: Ali Rahman
Sering Sakit Kepala saat Merunduk? Berikut Penjelasannya - Lifestyle

Sakit kepala mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan, tetapi bisa mengindikasikan penyakit yang lebih serius.

indopos.co.id - Apakah anda sering merasakan pusing atau sakit kepala ketika merunduk? Sakit kepala tersebut mungkin akan menghilang dengan cepat, tetapi sakit yang tiba-tiba mungkin mengejutkan anda. Hal itu bisa saja membuat anda berpikir mungkin saja sakit kepala tersebut mengindikasikan keadaan yang lebih serius. Dalam beberapa kasus, sakit kepala mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Melansir laman Healthline, berikut beberapa penyebab umum sakit kepala.

Sinus

Radang sinus dapat menyebabkan sakit kepala yang menjadi semakin parah saat anda membungkuk. Mereka mungkin menyebabkan rasa sakit di kepala dan wajah anda. Rasa sakit itu biasanya membaik ketika peradangan telah sembuh.

Gejala-gejala lainnya yaitu menurunnya tenaga atau kelelahan, rasa tertekan di pipi, kening, dan di belakang mata, hambatan, dan sakit gigi. Untuk mengobati sinus anda dapat mengkonsumsi obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen (advill), obat decongestan seperti pseudoephedrine, meminum banyak air atau cairan lainnya, memakai kompres panas di wajah dan kepala anda, dan bernafas pada dalam udara yang lembab dengan menggunakan humidifier atau berendam dalam bak air hangat.

Jika anda tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter. Anda mungkin membutuhkan antibiotik untuk mengurangi penyebab utama peradangan.

Batuk

Jenis sakit kepala ini sering terjadi ketika anda batuk, tetapi bisa juga terjadi ketika anda merunduk, bersin, tertawa, menangis, ketika meniup hidung anda, dan akibat tekanan lain. Anda biasanya akan mengalami nyeri saat atau setelah tekanan-tekanan tersebut. Sakit kepala ini biasanya akan hilang dalam beberapa menit, tetapi bisa juga bertahan hingga satu atau dua jam.

Gejala sakit kepala akibat batuk ini meliputi rasa sakit yang tajam dan sakit yang terjadi di belakang kepala dan di kedua sisi, dengan sakit di bagian belakang biasanya lebih parah. Sakit kepala saat batuk ini tidak membutuhkan perawatan khusus. Tetapi sakitnya dapat berkurang dengan minum air dan beristirahat, terutama jika anda sakit atau baru saja menangis.

Jika anda sering mengalami sakit kepala batuk atau jika itu mengganggu kehidupan anda sehari-hari, cobalah menghubungi dokter untuk pengobatan pencegahan. Beberapa obat mungkin dapat membantu mengurangi peradangan dan mengendurkan pembuluh darah anda.

Anda juga harus menghubungi dokter jika anda mengalami sakit kepala saat batuk yang membuat anda pusing, pingsan, atau tidak stabil. Jenis sakit kepala ini disebut sakit kepala batuk sekunder yang permasalahan utamanya mungkin berasal dari otak anda.

Dehidrasi

Sakit kepala merupakan gejala umum dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan migrain atau penyakit yang lebih buruk lagi. Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala anda semakin memburuk terutama ketika anda merunduk, berjalan, atau menggerakkan kepala anda.

Gejala-gejala dehidrasi yaitu kelelahan, rasa haus ekstrim, pusing ketika berdiri, urin yang berwarna gelap, jarang buang air kecil, mudah marah, dan mulut kering. Jika anda memiliki gejala dehidrasi akut seperti demam dan diare, segera lakukan perawatan medis.

Migrain

Migrain dapat dipicu melalui berbagai hal, termasuk makanan, stres, atau kurang tidur. Untuk beberapa orang, merunduk merupakan salah satu penyebabnya. Tetapi jika merunduk menjadi pemicu yang baru untuk anda, sebaiknya segera hubungi dokter.

Berbeda dengan sakit kepala, migrain seringkali menyebabkan sakit di salah satu sisi saja, meskipun sangat mungkin untuk merasakan sakit di kedua sisi. Sakit akibat migrain cenderung terasa seperti rasa berdenyut pada kepala.

Gejala migrain lainnya yaitu mual, muntah, penglihatan yang buram atau melihat titik cahaya, pusing, pingsan, meningkatnya sensitivitas pada cahaya, suara, dan bau. Tanpa penanganan, migrain dapat bertahan hingga tiga hari.

Melakukan perawatan pada penderita akan rumit, karena tidak semua jenis pengobatan cocok untuk semua orang. Anda akan harus mencoba beberapa jenis pengobatan sebelum menemukan yang tepat untuk anda. Contohnya adalah obat-obatan seperti triptan atau beta blocker, akupunktur, dan teknik penghilang stress atau relaksasi.

Sakit kepala adalah sakit yang paling umum. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar separuh orang dewasa di dunia mengalami setidaknya satu kali sakit kepala setiap tahunnya. Jika sakit kepala anda sering terjadi, parah, dan semakin memburuk, penyebabnya mungkin sesuatu yang lebih buruk dan membutuhkan perawatan medis.

Sakit kepala bisa jadi merupakan tanda dari kondisi kesehatan yang buruk seperti gumpalan darah di otak, trauma kepala, terpapar racun seperti bahan kimia, obat atau lainnya, meningitis atau radang selaput, encephalitis atau radang otak, dan pendarahan di otak. (fay)

 

 

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Pilih Telur Ayam yang Aman, Coba Pahami ini

Lifestyle / Solusi Diet Tepat dan Hidup Sehat

Lifestyle / Waspada Cegukan Berlebih, Pertanda Penyakit Serius

Nasional / Kebakaran Hutan di Kalteng Meluas

Lifestyle / Kulit Berjerawat Baiknya Jangan di-‘Filler’

Lifestyle / Makan Mi Instan Tak Baik Buat Kesehatan, Ini Alasannya


Baca Juga !.