Hukum

Terbukti, Penjual Apartemen Tipu Pembeli Rp 34 Miliar

Redaktur: Ali Rahman
Terbukti, Penjual Apartemen Tipu Pembeli Rp 34 Miliar - Hukum

Ilustrasi

indopos.co.id - Jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Lumumba Tambunan dan Endang menyatakan, bahwa terdakwa Valent Yusuf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP dan atau kedua melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (10 ke-2 KUHP. “Demikian sudah terbukti bersalah, Kejaksaan hanya menuntut pidana penjara selama 1 tahun,” katanya di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Dalam surat dakwaan Jaksa Lumumba Tambunan atas nama Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menguraikan bahwa terdakwa Valent Yusuf warga Jalan Prisma Raya No. 3 RT 005/RW 007, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. “Karena disebut merugikan Tjung Lina atau PT Brahma Adhiwidia sebesar Rp 34.661.426.800 pada 28 November 2011,” terangnya.

Dipaparkan, kerugian yang dialami Tjung Lina atau PT Brahma Adhiwidia berasal dari adanya penawaran melalui pemasaran penjualan unit-unit Apartemen di The Kuningan Palace, Jakarta Selatan.

Terdakwa di PT Kemuliaan Megah Perkasa selaku Presiden Direktur di perusahaan itu. Dalam pemasaran yang dilakukan oleh PT Kemuliaan Megah perkasa melalui brifing terhadap Indrijati Gautama, Ferry Suhardjo untuk Gedung Lumina Tower lantai 7 dan 8 disebutkan Gedung Perkantoran (nonhunian) dan sertipikat atas unit tersebut gedung itu adalah Sertipikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS).

Atas penjelasan dari pihak perusahaan melalui Indrijati Gautama akhirnya saksi Tjung Lina percaya dan mau membeli dengan pembayaran bertahan dan lunas pada 28 Oktober 2011 yang total seluruhnya Rp 34.661.426.800. Pembelian Gedung Lumina Tower 7 dan 8 itu dituangkan dalam surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor  383/KMP-KP/XI/2011 tanggal 28-11-2011 maupun surat perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 384/KMP-KP/XI/2011 tanggal 28 -11-2011.

Selain itu, pada Pasal 2 perihal Objek Perjanjian dan pasal-pasal berikutnya menyatakan, bahwa lantai 7 dan lantai 8 Gedung Lumina Tower adalah Unit Ruang Kantor (nonhunian) adalah tidak benar.

Selain itu di dalam persidangan juga terungkap bahwa, kasus pidana dengan terdakwa Valent Yusuf  terkait  penjualan 2 lantai kantor Lumina Tower, The Kuningan Place kepada PT BAW merupakan perbuatan kebohongan dan penipuan.

Karena, YV menjual fasilitas penghuni apartemen The Kuningan Place yang sebenarnya PT KMP tidak berhak menjual kantor komersial karena berstatus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) the Kuningan Place adalah hunian dan fasilitasnya. “Sehingga pembeli (PT BAW) tidak dapat menggunakan atau menyewakan sebagai kantor,” tuturnya. (bar)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Polisi Masih Proses Laporan Natalia

Megapolitan / Wartawan Laporkan Kasus Penipuan

Nusantara / Waspadai Modus Mengaku Petugas Pertamina padahal Dagang Selang Elpiji

Headline / Ratusan Mahasiswa RI di Taiwan Korban Penipuan

Ekonomi / Era Digital Penipu Canggih


Baca Juga !.