Banten Raya

Tiga Timsus Buru Perampok Toko Emas di Balaraja

Redaktur: Syaripudin
Tiga Timsus Buru Perampok Toko Emas di Balaraja - Banten Raya

Grafis Angga Gumelar/INDOPOS

indopos.co.id - Polres Kota (Polresta) Tangerang membentuk tim khusus (timsus) untuk memburu pelaku perampokan toko emas yang terjadi di wilayahnya. Polisi mengerahkan tiga tim khusus guna mengungkap kasus perampokan di Toko Emas Permata, Jalan Raya Serang, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu siang (15/6/2019).

Polisi mengklaim sudah mengantongi identitas dua perampok toko emas yang saat beraksi menggunakan senjata api jenis pistol tersebut. Bahkan, satu tim reserse juga dikerahkan untuk melakukan pengejaran ke sebuah daerah yang diduga jadi tempat persembunyian pelaku perampokan terbesar yang pernah terjadi di Kabupaten Tangerang tersebut.

 ”Iya identitas kedua pelaku sudah kami ketahui. Tim sedang melakukan pengejaran. Mudah-mudahan dalam waktu tak lama lagi mereka (para perampok, Red) bisa ditangkap,” terang Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Minggu (16/6). Dia juga membenarkan, telah membentuk tiga tim khusus guna membekuk dua perampok yang menggondol enam kilogram emas berbentuk perhiasan tersebut.

 Sabilul juga mengatakan, identitas dua pelaku perampokan toko emas berhasil diketahui setelah tim reserse yang diterjunkan ke lokasi melakukan penyelidikan mendalam. Para penyidik mengumpulkan keterangan mulai dari pegawai toko emas, rekaman CCTV dan juga para saksi mata. Kemudian juga pihaknya melacak identitas pelaku melalui kendaraan yang dipergunakan untuk beraksi.

 ”Kami belum dapat paparkan dengan detail terkait siapa nama-nama pelaku, karena masih proses penyelidikan. Yang pasti para pelaku ini pemain lama yang kembali beraksi. Kami lacak mereka dari beberapa kasus perampokan toko emas yang pernah terjadi di sini,” paparnya juga.

Polisi dengan tiga melati di pundak itu juga memaparkan, dua pelaku perampokan Toko Emas Permata melarikan diri menggunakan mobil Toyota Avanza putih bernopol T 1721 dengan kondisi kaca belakang pecah akibat dilempari batu oleh warga.

 ”Kami juga ikut mengamankan sejumlah barang bukti perampokan itu. Seperti sidik jari pelaku, rekaman CCTV, serta beberapa emas yang tercecer. Bukti-bukti itu yang akan membawa kami mengetahui nama-nama pelaku perampokan itu,” cetusnya juga.

Menurut Sabilul juga, diterjunkannya tiga tim khusus itu karena para pelaku memiliki senjata api. Sehingga diperlukan kehati-hatian dalam melakukan penangkapan kawanan perampok spesialis toko emas tersebut. Penangkapan para pelaku hanya dapat dilakukan oleh anggota yang terlatih.

”Tim 1 yang saya pimpin langsung, sedang melakukan pengejaran ke sebuah daerah. Yang pasti, peristiwa ini menjadi atensi kami karena kasus ini sangat meresahkan. Apalagi viral di berbagai platform media. Bukan hanya media massa tapi juga media sosial,” paparnya.

Seperti diketahui, Toko Emas Permata Jalan Raya Serang, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja pada Sabtu (15/6/2019) pagi disatroni perampok. Dua pria menggunakan senjata api dan samurai masuk ke toko emas yang baru buka dan menggasak 6 kilogram emas senilai Rp 1,6 miliar dari dalam toko.

Aksi perampokan yang menggemparkan itu terekam CCTV toko emas tersebut. Kedua perampok saat beraksi mengenakan masker dan topi untuk menutupi identitasnya. Aksi tersebut sempat viral di media sosial dan membuat kepolisian langsung memburu kedua pelaku tersebut.

 Sementara, Asep Hidayat pedagang minuman yang berjualan di samping Toko Emas Permata yang menyaksikan perampokan itu, mengatakan sempat melihat kedua pelaku. Saat kejadian, terangnya juga, salah satu pelaku yang membawa pistol melompat masuk ke dalam toko emas.

Sejurus kemudian, dia meraup emas yang ada dalam etalase dan memasukkannya ke dalam tas. Kata dia juga, aksi perampokan itu terjadi sekitar satu sampai tiga menit. ”Satu orang melompat, mengeluarkan perhiasan emas dari etalase dan memasukkan dalam tas. Satu lagi yang bawa samurai berjaga-jaga. Pas mau kabur warga sempat melempari mobilnya dengan batu. Pecah kaca belakangnya,” terangnya juga.

Ditambahkan Asep, selain mengenakan masker, satu pelaku mengenakan celana pendek dan satu lagi mengenakan celana jins, berjaket hitam, dan berlogat warga yang berasal dari luar Pulau Jawa. ”Kalau wajahnya tidak terlihat jelas. Karena pelaku mengenakan topi dan masker,” tandasnya. (cok)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Satu Korban Tewas Kecelakaan Truk Tanki BBM Belum Teridentifikasi 

Megapolitan / Truk Tanki Kecelakaan, Pertamina Terjunkan Tim Investigasi 

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Banten Raya / Warga Negara Malaysia Rampok Toko Emas di Balaraja


Baca Juga !.