Megapolitan

Saat Mudik, 411 Pengemudi Dinyatakan Tidak Laik Berkendara

Redaktur:
Saat Mudik, 411 Pengemudi Dinyatakan Tidak Laik Berkendara - Megapolitan

PERHATIKAN KESEHATAN - Pemudik yang menggunakan KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/6/2019). KM Dobonsolo mengangkut 1.542 orang pemudik yang menggunakan sepeda motor yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: DhemasReviyanto/ANTARA

indopos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkontribusi pada kegiatan mudik 2019. Salah satunya melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah mengatakan, bentuk dukungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada program mudik lebaran 2019 dengan memberikan dukungan Kesehatan lapangan lebaran 2019.

Menurut Khafifah bentuk dukungan kesehatan tersebut berupa pelayanan kesehatan bagi para pemudik, pemeriksaan kesehatan pengemudi, memberikan informasi kesehatan, rujukan ke fasilitas kesehatan hingga kesehatan lingkungan dan pengawasan makanan, air bersih di terminal, stasiun dan tempat keramaian. ”Pelaksanaan sejak mudik lebaran (H-7) hingga pada arus balik (H+7),” beber Khafifah kepada INDOPOS, Minggu (16/7/2019).

Lokasi dukungan kesehatan tersebut, menurut Khafifah berada di empat terminal bus utama. Seperti terminal Kalideres, Tanjung Priok, Pulo Gebang dan terminal Kampung Rambutan. Selain itu dukungan kesehatan juga diberikan di tujuh terminal bus bantuan, seperti terminal bus bantuan Muara Angke, Grogol, Lebak Bulus, Kemayoran, Blok M, Pinang Ranti dan terminal bus bantuan Rawamangun.

”Dukungan kesehatan juga kami berikan di dua pelabuhan di Muara Angke dan pelabuhan Tanjung Priok, 6 stasiun di stasiun Kota, Gambir, Manggarai, Senen, Tanah Abang dan stasiun Jatinegara,” ungkapnya.

Lokasi dukungan kesehatan lainnya, masih ujar Khafifah juga menyasar enam tempat wisata, seperti kawasan wisata Kota Tua, Monas, Ragunan, TMII, Ancol dan kepulauan Seribu.

Lebih jauh Khafifah menyebutkan, komposisi dukungan layanan kesehatan terdiri dari satu orang dokter, dua orang perawat, satu orang analis, satu orang admin dan satu pegemudi mobil ambulance.

Dari hasil pemeriksaan kesehataan terhadap 4.224 orang pengemudi, dikatakan Khafifah ditemukan 2.780 pengemudi laik, 1.033 orang pengemudi laik dengan catatan dan 411 orang pengemudi dinyatakan tidak laik. “Layanan kesehatan kami juga melayani 1.724 pemudik, dan 13 orang dirujuk ke rumah sakit,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Terminal Kampung Rambutan Thofik Winanto menuturkan, puncak arus mudik melalui terminal Kampung Rambutan terjadi pada H-3, dengan jumlah pemudik sebanyak 14.604 orang dengan jumlah bus 452 unit. Puncak arus mudik tahun ini, menurutnya mengalami penurunan dibandingkan mudik tahun sebelumnya. ”Arus mudik tahun 2018 terjadi pada H-2 dengan jumlah pemudik 16.022 orang dengan 482 unit bus,” bebernya.

Mudik tahun ini, dikatakan Thofik jumlah pemudik pada arus mudik merata sejak H-7 hingga H-1. Sehingga, secara signifikan jumlah pemudik pada puncak arus mudik tidak tinggi. “Yang beda pada mudik 2019 ini, kita siapkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di terminal. Sehingga, anak-anak pemudik lebih nyaman menunggu waktu keberangkatan,” ungkapnya. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / YLBHI Nilai Penerbitan IMB Pulau D Tak Perhatikan Banyak Aspek

Megapolitan / Rusunawa Pasar Rumput Sedikit Lagi Rampung

Megapolitan / Pemprov Data Ulang Cagar Budaya di Jakarta

Megapolitan / Jakarta Berkontribusi pada Inflasi Nasional


Baca Juga !.