Headline

Tak Ada Unsur Pembunuhan di Kecelakaan Tol Cipali, Diduga Akibat Penumpang Stres

Redaktur: Heryanto
Tak Ada Unsur Pembunuhan di Kecelakaan Tol Cipali, Diduga Akibat Penumpang Stres - Headline

Badan bus Safari yang pindah jalur sehingga terjadi tabrakan beruntun akibat kemudi supir diambil penumpang yang diduga stress. Foto: istimewa

indopos.co.id - Kecelakaan maut di tol Cipali memang menaruh banyak perhatian. Karena ini bukan kecelakaan human error atau kesalahan supir seperti kebanyakan, tapi ada penumpang yang tiba-tiba menyerang supir sekaligus menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan 12 orang, termasuk sang supir.

Motif penumpang yang menyerang masih terus diselidiki polisi. Sementara itu muncul sejumlah versi cerita latar belakang penyerang supir yang belakangan diketahui inisialnya A alias Amsor. Misalnya, penumpang A mendengar supir yang sedang menelepon ditangkap akan membunuhnya. Versi lain menyebut jika si  A, seorang yang mengalami gangguan jiwa.

Dihubungi terpisah, salah seorang kerabat supir yang meninggal Parningotan, membantah ada unsur pembunuhan dalam kecelakaan tersebut. Kata Parningotan, kecelakaan terjadi karena ada penumpang yang diduga stres menganggu kerja pengemudi bus.

“Kayanya penumpangnya stres, dia tiba-tiba maju ke depan dan merebut kemudi," kata Parningotan yang diketahui masih kerabat si supir.

Saat itu, cerita Parningotan, kendaraan melaju cukup kencang di jalan tol Cipali. Sopir bus bernama Roni Tampubolon berusaha mempertahankan kemudi. Namun, dia kalah dan bus melenceng menabrak pembatas jalan dan menghajar beberapa kendaraan dari arah sebaliknya.

Namun pihak Polres Majalengka menyebut, penumpang bus yang menyerang sopir lantas merebut kemudi dan menyebabkan kecelakaan beruntun di Km 150.900 Jalur B Tol Cipali berprofesi sebagai sekuriti alias satpam.

“Ini bukan karena human error, melainkan adanya pengambilalihan secara paksa kemudi bus. Kericuhan itu menyebabkan bus oleng dan menabrak sejumlah kendaraan lain hingga menewaskan 12 orang. Pekerjaannya sekuriti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Senin (17/6/2019).

Sekuriti berinisial A itu diduga mengambil alih kemudi sopir secara paksa sehingga menyebabkan bus oleng ke kanan menyeberang dan terjadi kecelakaan.

“Saudara A memaksa sopir untuk berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut. Terjadi perdebatan dengan pengemudi sehinggga pengemudi bus hilang kendali ke kanan selanjutnya menyeberang dan terjadi kecelakaan," kata Truno.

A diketahui mengalami luka berat. Selain 12 orang meninggal di tempat,sebanyak  43 orang mengalami luka berat dan ringan. Adapun sejumlah kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun ini adalah Bus Safari bernomor polisi H 1469 CB, Mitsubishi Expander B 8137 PI, Toyota Inova B 168 DIL, dan Mitsubishi truk R 1436 ZA.

Polisi, kata Truno, telah meminta keterangan sejumlah saksi dan korban kecelakaan beruntun itu. Winda, saksi mata, mengaku ia melihat seorang penumpang berusaha mengambil ponsel sopir dan mencoba merebut setir yang dikendalikan sopir sehingga terjadi perdebatan.

Peristiwa itu menyebabkan kendaraan oleng ke kanan. Akibatnya bus masuk median, lalu menyeberang ke jalur B, sehingga menabrak mobil Innova. Sementara dari arah belakang bus, truk meluncur dan berusaha menghindari tabrakan, namun terguling masuk ke median jalan.

"Bus melaju ke jalur lambat B menabrak kendaraan Xpander dan menindih kendaraan tersebut," tutur Truno melalui pesan singkatnya, Senin (17/6/2019).(fol/ers/net)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.