Internasional

Iran Diduga Akan Langgar Batas Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari

Redaktur: Heryanto
Iran Diduga Akan Langgar Batas Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari - Internasional

Behrouz Kamalvandi, juru bicara Atomic Energy Organization of Iran (AEOI). foto: internet

indopos.co.id - Iran meningkatkan pengayaan uranium tingkat rendah dan akan melewati batas yang diizinkan untuk ditimbun di bawah kesepakatan nuklir dalam 10 hari. Iran telah meningkatkan produksi uranium yang diperkaya empat kali lipat dan akan melebihi batas 300 kilogram pada tanggal 27 Juni.

Juru Bicara Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi mengumumkan, ini terkait dalam pukulan terbaru terhadap kesepakatan nuklir yang disepakati antara Teheran dan kekuatan dunia pada 2015.

“Jika Iran merasa bahwa sanksi telah dipulihkan atau tidak dicabut, Iran memiliki hak untuk sebagian atau keseluruhan menunda komitmennya,” kata Kamalvandi dalam konferensi pers di fasilitas reaktor air berat Arak, di Iran, Senin (17/6/2019).

Merujuk pada sanksi yang dicabut sebagai bagian dari perjanjian nuklir, tapi sejak itu telah dipulihkan oleh Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Trump menarik diri dari fakta itu, Mei 2018.

Namun, ia mengatakan masih ada waktu bagi negara-negara Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir jika mereka mematuhi komitmen mereka. Setelah melampaui batas, Iran akan mempercepat pengayaan uranium menjadi 3,7 persen,  melebihi 3,67 persen yang diamanatkan oleh perjanjian nuklir.

Pengayaan pada persentase ini sudah cukup untuk terus menyalakan bagian dari kebutuhan energi negara, tetapi tidak cukup untuk pernah membangun bom nuklir.

Di bawah kesepakatan nuklir, Iran diizinkan untuk menimbun sejumlah uranium yang diperkaya dan air berat yang diproduksi dalam proses itu, kemudian mengekspor kelebihannya.

Namun, untuk melakukan hal itu menjadi sangat sulit setelah AS mencabut keringanan yang memungkinkan Iran untuk mengekspor kelebihan stok tersebut. Hal itu secara efektif memaksa Iran untuk menghentikan pengayaan atau mengabaikan batas yang seharusnya seperti yang sekarang sedang dilakukan.

Pengumuman tersebut datang setelah Presiden Hassan Rouhani menyatakan pada bulan Mei bahwa Iran akan mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu tetapi tidak sepenuhnya menarik diri darinya.

Rouhani mengatakan pada saat itu bahwa Iran akan menyimpan uranium yang diperkaya berlebih dan air berat, bukannya menjualnya ke negara lain. Pengembangan terjadi setelah dua tanker minyak diserang di Teluk Oman, Kamis (13/6/2019).

AS dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan itu, sedangkan Riyadh menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap rezim eksponensial yang mendukung terorisme dan menyebarkan pembunuhan dan kehancuran.

Iran membantah keras keterlibatannya dalam insiden tanker itu. Ketua parlemen negara itu Ali Larijani menuduh AS melakukan aksi sabotase terhadap kedua kapal tanker itu dalam upaya untuk menekan Teheran, menurut Press TV yang didanai Iran. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Trump Klaim Jatuhkan Pesawat Tanpa Awak Iran

Internasional / Inggris Bebaskan Tanker Iran Asalkan Tak ke Suriah

Internasional / Ulama Minta Inggris Sebaikya Dibuat Takut Akan Balasan Serangan Iran

Internasional / Ancam AS, Iran Tak Ingin Berperang

Internasional / Trump Batalkan Serangan Militer AS ke Iran


Baca Juga !.