Megapolitan

Orang Tua Puyeng Mengurus PPDB, Banyak yang Sekadar Tanya Proses Pendaftaran

Redaktur:
Orang Tua Puyeng Mengurus PPDB, Banyak yang Sekadar Tanya Proses Pendaftaran - Megapolitan

SEREMPAK - Siswa SMP ditemani orang tuan melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi di SMA 28 Jakarta, Senin (17/6/2019). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

indopos.co.id - Lantaran kurang sosialisasi, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019 yang dibuka perdana, Senin (17/6/2019), dikeluhkan para orang tua murid karena kebingungan.

Namun demikian, beberapa sekolah sudah mulai ramai mendapat serbuan dari para wali murid yang mendaftarkan anaknya. Panitia PPDB Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Pagi Cijantung, Eti Siswiadara menerangkan, sudah ramai calon siswa yang mulai mendaftarkan diri di hari pertama.

Namun, diakuinya banyak dari orang tua yang datang baru sekadar bertanya seputar PPDB Tahun 2019. Hal tersebut dibuktikannya dari sejumlah berkas yang masih tertumpuk di meja tempatnya bertugas.

Perempuan berjilbab itu menyebutkan, dari sebanyak 51 berkas PPDB milik calon siswa yang didaftarkan, baru sebanyak 38 berkas yang dilakukan pendataan. Dia mengaku, membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menjelaskan prosedur PPDB Tahun 2019 kepada masing-masing orang tua calon siswa. ”Dari sekian banyak orangtua yang datang, banyak yang cuma tanya soal PPDB, mulai dari jadwal sampai persyaratannya, itu yang bikin waktu tambah panjang,” urainya di SDN 03 Pagi Cijantung, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Senin (17/6/2019) siang.

Kendati demikian, untuk menghilangkan keraguan para orang tua, dirinya menambahkan, waktu pendaftaran calon siswa dalam PPDB Tahun 2019 terbagi dalam lima kategori, yakni Inklusi, Zonasi Umum, Zonasi Afirmasi, Non Zonasi Tahap 1 Umum dan Non DKI serta Non Zonasi Tahap 1 Afirmasi.

Pendaftaran Tahap Inklusi dikhususkan bagi anak-anak yang berasal dari lembaga pendidikan khusus. Tahap Zonasi Umum dikhususkan bagi calon siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah tujuan, sedangkan Tahap Zonasi Afirmasi dikhususkan bagi calon siswa, seperti Anak Panti, Supir JakLingko, Kartu Jakarta Pintar.

Sedangkan, Tahap Non Zonasi Tahap 1 Umum dibuka bagi calon siswa umum dan calon siswa luar DKI Jakarta yang berdomisili di luar sekolah tujuan, begitu juga dengan Tahap Non Zonasi Tahap 1 Afirmasi.

”Semuanya, mulai dari jadwal sampai persyaratannya itu sebenarnya sudah ada di website ppdb.jakarta.go.id, spanduk di setiap sekolah sama medsos juga ada. Tapi karena beda-beda latar belakang, jadinya banyak informasi yang nggak sampai, makanya banyak yang tanya langsung ke sekolah,” ucapnya.

Sulitnya mengurus anak untuk masuk sekolah disampaikan seperti oleh, Isti, warga Jakarta Timur. Perempuan 33 tahun itu sudah berkeliling sejak pagi hari, mencari sekolah untuk sang putri, Aqila, yang akan masuk sekolah dasar tahun ini.

Sehingga, usai dirinya berkeliling dan bertanya pada sejumlah sekolah, putri pertamanya itu diketahui dapat didaftarkan di SDN 03 Pagi Cijantung. Sekolah yang sangat dekat dengan rumah tinggalnya.

”Saya enggak tahu. Tadinya saya mau daftarin (PPDB putrinya) di SDIT Sudirman, tapi ternyata umur enam tahun sudah bisa daftar SD sekarang. Makanya saya coba daftar dari pada masuk sekolah swasta," katanya ditemui di loket PPDB SDN 03 Pagi Cijantung pada Senin (17/6/2019).

Namun, kendati anaknya berhasil didaftarkan lewat tahap Zonasi Umum, dirinya mengaku pesimistis anaknya dapat diterima di sekolah dengan nilai tertinggi di Jakarta Timur itu. Sebab, usia anaknya kini baru menginjak enam tahun tiga bulan, terpaut jauh dengan puluhan calon siswa lainnya. ”Tapi kita coba dulu, mudah-mudahan bisa masuk,” tukas dia sumringah.

Sedangkan, di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Cibubur, Blok Dukuh, Jakarta Timur, sudah dimulai PPDB 2019. Antusiasme para orang tua murid terlihat ketika mendaftarkan anaknya ke sekolah yang juga menjadi favorit para orang tua murid tersebut. ”Ya kita sudah jauh ancang-ancang mendaftarkan anak masuk ke MIN 12 ini, pengisian formulir pendaftaran sudah dilakukan,” kata orang tua murid Lis mendaftarkan anak laki-lakinya di MIN 12 Cibubur.

Sementara, Kepala SDN 03 Pagi, Sri Supatmi menegaskan, seluruh proses PPDB secara langsung dilakukan lewat online. Adapun pendaftaran lewat loket sekolah hanya bersifat membantu orangtua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya. Namun, data calon peserta didik baru seluruhnya terintegrasi dengan data PPDB Tahun 2019 di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Seluruh orangtua harus mendaftarkan anaknya secara mandiri lewat online ataupun lewat loket sekolah secara langsung. Begitu juga dengan tahap verifikasi berkas pendaftaran calon siswa yang harus dilakukan langsung di sekolah tujuan.

”Tahun ini kami membuka pendaftaran untuk 64 siswa baru, seluruhnya mandiri daftar lewat online atau datang langsung ke sekolah. Jalur kolektif sudah tidak ada, soal prioritas apalagi, semuanya (seleksi) terbuka sesuai dengan persyaratan Juknis (Petunjuk Teknis) PPDB 2019,” ungkapnya pada Senin (17/6/2019) siang.

Sedangkan SDN 03 pagi atau dikenal SDN RA Fadillah diketahui merupakan sekolah favorit di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sekolah tersebut tercatat memiliki nilai kelulusan tertinggi di Jakarta Timur dengan nilai siswa 28,64 pada tahun 2019.

Namun, lantaran calon peserta didik diseleksi berdasarkan zonasi, para calon siswa dari luar Kelurahan Cijantung akan secara langsung tereliminasi. Selanjutnya, siswa akan tereliminasi berdasarkan usia ketika mendaftarkan diri.

”Semuanya itu sekarang diprioritaskan domisili dan usia anak. Kalau domisili sudah lolos, tinggal usia anaknya. Karena sekarang itu diprioritasin juga usia anak yang lebih tua, ya walaupun usia anak enam tahun sekarang sudah boleh daftar juga,” pungkas dia. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.